<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dandangan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/dandangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Mar 2024 10:51:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Dandangan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bedug Menara Kudus Ditabuh, Tandai Awal Ramadan Tiba</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/11/bedug-menara-kudus-ditabuh-tandai-awal-ramadan-tiba</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 10:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Dandangan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=403821</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Suara bedug ditabuh bertalu-talu terdengar dari atas puncak Menara Kudus, Senin (11/3) sore. Suara bedug ini sekaligus menandai akan datangnya awal bulan suci Ramadan. Beberapa orang bersarung batik, berpakaian putih dan berikat kepala batik nampak secara terus menerus menabuh bedug dengan irama tertentu. Sementara, sekelompok orang lain duduk bersila di bagian areal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/11/bedug-menara-kudus-ditabuh-tandai-awal-ramadan-tiba">Bedug Menara Kudus Ditabuh, Tandai Awal Ramadan Tiba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Suara bedug ditabuh bertalu-talu terdengar dari atas puncak Menara Kudus, Senin (11/3) sore. Suara bedug ini sekaligus menandai akan datangnya awal bulan suci Ramadan.</p>
<p>Beberapa orang bersarung batik, berpakaian putih dan berikat kepala batik nampak secara terus menerus menabuh bedug dengan irama tertentu. Sementara, sekelompok orang lain duduk bersila di bagian areal bedug yang ada di puncak Menara sambal melantunkan shalawat mengikuti irama bedug yang ditabuh.</p>
<p>Tabuhan bedug tersebut merupakan bentuk visualisasi tradisi Dandangan yang secara turun menurun dilestarikan oleh masyarakat Kudus. Tradisi tersebut konon merupakan warisan budaya sejak zaman Sunan Kudus sebagai acara menyambut bulan suci Ramadan.</p>
<p>Tradisi tersebut bermuasal dari kebiasaan para santri dan masyarakat Kudus zaman dahulu yang berkumpul di di Kawasan Menara untuk menunggu pengumuman dari Kangjeng Sunan Kudus, Syeh Ja’far Shodiq dalam menetapkan awal ramadan.</p>
<p>Tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tradisi bedug Dandangan tahun ini digelar cukup meriah. Sepekan sebelumnya, tradisi ini sudah ditandai dengan hadirnya PKL aneka ragam yang memadati ruas jalan Sunan Kudus mulai dari Alun-alun Simpang Tujuh  hingga ke perempatan Jember.</p>
<p>Sebelum puncak tradisi berupa pemukulan bedug, dilakukan pula kirab visualisasi Dandangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kirab dilakukan dengan menampilkan aneka kesenian tradisional, dan visualisasi bagaimana tradisi Dandangan bermula.</p>
<p>Usai kirab, dilakukan pula ziarah ke Makam Sunan Kudus yang berada di belakang kompleks Masjid Menara sebagai pelestarian symbol besik kubur yang biasa dilakukan masyarakat Kudus menjelang bulan puasa.</p>
<figure id="attachment_403826" aria-describedby="caption-attachment-403826" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-403826" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0027-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0027-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0027-150x84.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0027.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-403826" class="wp-caption-text">Pj Bupati Kudus melakukan pemukulan bedug di puncak Menara Kudus sebagai penanda datangnya bulan Ramadan. Foto: ist</figcaption></figure>
<p>Usai ziarah makam, puncak acara dilakukan dengan prosesi pemukulan bedug. Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibie yang hadir dalam tradisi tersebut berkesempatan untuk melakukan pemukulan pertama kali bedug yang ada di atas Menara Kudus. Hal tersebut sebagai simbol pengumuman resmi bahwa Ramadan sudah tiba.</p>
<p>“Saya mohon izin kepada para kiai, masyayih maupun para sesepuh yang ada untuk ikut menabuh bedug Dandangan ini secara langsung,”kata Hasan.</p>
<p>Hasan menambahkan tradisi warisan leluhur ini harus kita uri-uri supaya tidak hilang tergerus perubahan zaman.</p>
<p>“Jangan sampai generasi muda sekarang kepaten obor dengan tradisi yang ada,”tukasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutrikah mengatakan kirab dimulai dari Taman Menara menuju Jl. Masjid Madureksan ke utara lalu belok ke arah barat menuju Makam Sunan Kudus atau Menara Kudus.</p>
<p>“Kirab dimulai dari Taman menara dan berakhir di Menara Kudus,” katanya.</p>
<p>Pihaknya menyampaikan, Maksud tujuan diselenggarakannya Kirab Dandangan, antara lain sebagai upaya perlindungan terhadap upacara tradisi dandangan dengan cara memberikan wadah ekspresi budaya dan sarana penyebarluasan informasi budaya kepada masyarakat luas, sebagai upaya agar membangun persamaan persepsi atau pandangan dalam membangun kebudayaan guna mewujudkan bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan, membangun komitmen dan mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga budaya bangsa yang adiluhur khususnya tradisi atau adat upacara.</p>
<p>“Semoga kedepan dapat terlaksana kegiatan ini kembali untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan Kudus,” tutupnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/11/bedug-menara-kudus-ditabuh-tandai-awal-ramadan-tiba">Bedug Menara Kudus Ditabuh, Tandai Awal Ramadan Tiba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Preman Pemalak Pedagang Dandangan Kembali Dibekuk, Ini Identitasnya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/23/dua-preman-pemalak-pedagang-dandangan-kembali-dibekuk-ini-identitasnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2023 03:08:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Dandangan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[preman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=324325</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Aksi pungli (pungutan liar) di area Tradisi Dandangan Kudus kembali terjadi, sejumlah pedagang di sepanjang jalan Sunan Kudus tersebut mengeluhkan aksi premanisme dengan meminta paksa sejumlah uang. Beberapa waktu lalu, Unit Reskrim Polsek Kota Polres Kudus Polda Jateng sudah menangkap sejumlah preman yang kerap melakukan Pungli di sana. Namun, aksi serupa kembali [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/dua-preman-pemalak-pedagang-dandangan-kembali-dibekuk-ini-identitasnya">Dua Preman Pemalak Pedagang Dandangan Kembali Dibekuk, Ini Identitasnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Aksi pungli (pungutan liar) di area Tradisi Dandangan Kudus kembali terjadi, sejumlah pedagang di sepanjang jalan Sunan Kudus tersebut mengeluhkan aksi premanisme dengan meminta paksa sejumlah uang.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, Unit Reskrim Polsek Kota Polres Kudus Polda Jateng sudah menangkap sejumlah preman yang kerap melakukan Pungli di sana. Namun, aksi serupa kembali terjadi.</p>
<p>Menurut informasi via HP lapor Pak Kapolsek, sejumlah preman melakukan pungli dengan dalih uang ronda malam terhadap sejumlah pedagang Dandangan di Jln Sunan Kudus.</p>
<p>Merasa terganggu, beberapa pedagang  langsung melaporkan Pungli yang dilakukan dua pria tersebut via HP layanan Lapor Pak Kapolsek.</p>
<p>Kapolsek Kota Iptu Subkhan yang menerima laporan warganya itu langsung menurunkan Tim dari Unit Intelkam dan Unit Reskrim untuk mencari pelaku yang dimaksud.</p>
<p>Tidak membutuhkan waktu lama, HP (33) warga Kecamatan Kota dan FA (28) Warga Kecamatan Bae yang merupakan pelaku pungli itu berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kapolsek Kota Iptu Subkhan dalam keterangannya mengatakan, kedua pelaku beserta barang bukti Pungli terhadap pedagang Dandangan sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Kota.</p>
<p>&#8220;Dari penangkapan itu, Tim mengamankan uang Rp.180.000,- dari pelaku yang diduga hasil dari pungli dari para pedagang,&#8221; kata Iptu Subkhan.</p>
<p>Ia menjelaskan, modus yang dipakai hampir sama dengan pelaku sebelumnya yang juga kamu tangkap, yakni meminta paksa terhadap sejumlah pedagang Dandangan dengan dalih jaga malam/ronda malam.</p>
<p>&#8220;Pelaku ini meminta uang Rp.10.000,- kepada sejumlah pedagang Dandangan yang berada di sepanjang Jln Sunan Kudus,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, beberapa waktu lalu Polres Kudus mendapat informasi dari masyarakat terkait maraknya copet dan premanisme dilokasi Tradisi Dandangan.</p>
<p>Hal ini langsung menjadi atensi Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto kepada jajarannya untuk segera mengungkap sejumlah kasus yang menjadi permasalahan di Tradisi Dandangan.</p>
<p>Mengingat, acara tradisi ini digelar satu tahun sekali menjelang Bulan Suci Ramadhan. Tentunya sangat memprihatinkan jika acara tradisi ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Ali Bustomi</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/dua-preman-pemalak-pedagang-dandangan-kembali-dibekuk-ini-identitasnya">Dua Preman Pemalak Pedagang Dandangan Kembali Dibekuk, Ini Identitasnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadan, Bupati Kudus Hadiri Tradisi Bedug Dandangan Bareng warga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/23/sambut-ramadan-bupati-kudus-hadiri-tradisi-bedug-dandangan-bareng-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2023 01:04:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Dandangan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=324307</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Kirab Dandangan merupakan tradisi warisan leluhur yang ada di Kabupaten Kudus dalam rangka untuk menyambut bulan suci ramadan. Kegiatan ini telah dilakukan sebagai ritual turun temurun sekaligus upaya napak tilas Kangjeng Sunan Kudus. Oleh karena itu, sudah sepatutnya sebagai masyarakat Kudus, harus menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur dengan terus berinovasi, mengupdate, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/sambut-ramadan-bupati-kudus-hadiri-tradisi-bedug-dandangan-bareng-warga">Sambut Ramadan, Bupati Kudus Hadiri Tradisi Bedug Dandangan Bareng warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kirab Dandangan merupakan tradisi warisan leluhur yang ada di Kabupaten Kudus dalam rangka untuk menyambut bulan suci ramadan. Kegiatan ini telah dilakukan sebagai ritual turun temurun sekaligus upaya napak tilas Kangjeng Sunan Kudus.</p>
<p>Oleh karena itu, sudah sepatutnya sebagai masyarakat Kudus, harus menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur dengan terus berinovasi, mengupdate, dan mengupgrade sesuai perkembangan zaman. Begitulah ungkapan Bupati Kudus Hartopo ketika membuka Kirab Dandangan tahun 2023 di Taman Menara, Rabu (22/3) sore.</p>
<p>&#8220;Tradisi warisan leluhur ini harus kita uri-uri supaya tidak hilang tergerus perubahan zaman. Bila perlu kita kembangkan dengan kreatifitas dan inovasi mengikuti arus globalisasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Disampaikannya, asal muasal Kirab Dandangan bermula ketika para santri dan masyarakat zaman dahulu berkumpul di Alun-alun Kulon (Taman Menara) untuk menunggu pengumuman dari Kangjeng Sunan Kudus, Syeh Ja&#8217;far Shodiq dalam menetapkan awal ramadan.</p>
<p>&#8220;Para santri zaman dulu berkumpul disini menunggu pengumuman awal ramadan dari Kangjeng Sunan sekaligus melakukan kirab ke Menara, masyarakat saat itu juga memanfaatkan momentum untuk berniaga (mremo),&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ungkapan syukur terucap dari Bupati Kudus Hartopo atas diselenggarakannya kembali tradisi tahunan yang sempat ditiadakan selama tiga tahun karena covid. Menurutnya, tradisi ini dapat terealisasi kembali karena landainya pandemi covid yang melanda Kudus.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, tahun ini bisa terealisasi kembali sebagai obat rindu. Mudah-mudahan tradisi ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan kondusif,&#8221; harapnya.</p>
<p>Memasuki bulan suci yang penuh berkah, Hartopo berpesan pada seluruh umat islam untuk memanfaatkan momentum bulan ramadan dalam menjalankan serangkaian ibadah dengan penuh istiqomah, semata untuk mengharap ridho dari Allah SWT.</p>
<p>&#8220;Kita akan memasuki bulan suci ramadan, manfaatkanlah momentum ini dengan beribadah secara istiqomah untuk mengharap ridho Allah, semoga diampuni segala dosa dan kekhilafan kita semua di bulan penuh berkah ini,&#8221; pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutrikah mengatakan kirab dimulai dari Taman Menara menuju Jl. Masjid Madureksan ke utara lalu belok ke arah barat menuju Makam Sunan Kudus atau Menara Kudus.</p>
<p>&#8220;Kirab dimulai dari Taman menara dan berakhir di Menara Kudus,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_324309" aria-describedby="caption-attachment-324309" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-324309 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/CEA4C21D-D73B-4E99-A660-8B591F5FE1AE.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/CEA4C21D-D73B-4E99-A660-8B591F5FE1AE.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/CEA4C21D-D73B-4E99-A660-8B591F5FE1AE-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/CEA4C21D-D73B-4E99-A660-8B591F5FE1AE-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-324309" class="wp-caption-text">Para pimpinan OPD di Kudus saat kirab menuju kawasan Menara sebagai puncak perayaan Bedug Dandangan. foto: Ist</figcaption></figure>
<p>Pihaknya menyampaikan, Maksud tujuan diselenggarakannya Kirab Dandangan, antara lain sebagai upaya perlindungan terhadap upacara tradisi dandangan dengan cara memberikan wadah ekspresi budaya dan sarana penyebarluasan informasi budaya kepada masyarakat luas, sebagai upaya membangun persamaan persepsi atau pandangan dalam membangun kebudayaan guna mewujudkan bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan, membangun komitmen dan mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga budaya bangsa yang adiluhur khususnya tradisi atau adat upacara dandangan Kudus agar tidak tergerus budaya asing, serta sebagai sarana peningkatan kemandirian perekonomian masyarakat.</p>
<p>&#8220;Semoga kedepan dapat terlaksana kegiatan ini kembali untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan Kudus,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Kirab Dandangan juga turut dihadiri unsur Forkopimda Kudus, para Asisten Sekda Kudus, Kepala OPD, Camat Kota, perwakilan Kemenag Kudus, Kades/Lurah terkait, Stakeholder pariwisata dan desa wisata, serta undangan lainnya.</p>
<p><strong>Ads-Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/sambut-ramadan-bupati-kudus-hadiri-tradisi-bedug-dandangan-bareng-warga">Sambut Ramadan, Bupati Kudus Hadiri Tradisi Bedug Dandangan Bareng warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tradisi Ruwahan di Kudus untuk Menyongsong Datangnya Bulan Ramadan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/20/5-tradisi-ruwahan-di-kudus-untuk-menyongsong-datangnya-bulan-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2022 01:06:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[besik kubur]]></category>
		<category><![CDATA[bodo puli]]></category>
		<category><![CDATA[Dandangan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[ruwahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=239058</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) –Bagi kalangan umat muslim, Ramadan adalah bulan mulia sehingga beragam tradisi dan perayaan dilakukan untuk menyambut kedatangannya. Bahkan penyambutan Ramadan sudah dilakukan jauh hari yakni saat masih bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban lekat kaitannya dengan tradisi Ruwahan. Istilah tersebut muncul karena dalam penanggalan jawa, bulan Sya’ban disebut sebagai Ruwah.  Kata Ruwah sendiri berasal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/20/5-tradisi-ruwahan-di-kudus-untuk-menyongsong-datangnya-bulan-ramadan">5 Tradisi Ruwahan di Kudus untuk Menyongsong Datangnya Bulan Ramadan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> –Bagi kalangan umat muslim, Ramadan adalah bulan mulia sehingga beragam tradisi dan perayaan dilakukan untuk menyambut kedatangannya. Bahkan penyambutan Ramadan sudah dilakukan jauh hari yakni saat masih bulan Sya’ban.</p>
<p>Bulan Sya’ban lekat kaitannya dengan tradisi Ruwahan. Istilah tersebut muncul karena dalam penanggalan jawa, bulan Sya’ban disebut sebagai Ruwah.  Kata Ruwah sendiri berasal dari kata arwah atau ruh.  Bisa jadi bulan Ruwah adalah pengingat untuk ruh atau jiwa kita sendiri, atau mendoakan kepada arwah leluhur dan sanak saudara yang sudah meninggal.</p>
<p>Bagi masyarakat Jawa pada umumnya, dan masyarakat Kudus pada khususnya, beragam tradisi Ruwahan dilakukan guna menyambut datangnya bulan suci tersebut.  Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5  tradisi unik yang digelar masyarakat untuk menyambut kedatangan bulan puasa tersebut.</p>
<ol>
<li><strong>Bodo Puli</strong></li>
</ol>
<p>“Bodo Puli” atau Hari Raya Puli adalah ungkapan rasa syukur orang Kudus dalam menghormati, berserah diri dan menyiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Bodo Puli biasanya dilaksanakan setiap tanggal 15 Sya’ban/ 15 Ruwah/malam Nishfu Sya’ban.</p>
<p>Bodo puli dilakukan dengan masing-masing keluarga membuat puli dan apem, kemudian dibawa ke masjid atau musholla untuk saling ditukarkan dengan puli dari orang lain. Biasanya, para perempuan-lah yang membuat puli di rumah, kemudian para lelaki yang membawanya ke masjid atau musholla.</p>
<p>Puli adalah sejenis penganan yang terbuat dari bahan dasar nasi yang diolah sedemikian rupa dengan aneka bumbu rempah. Puli dari kata arab Affuwwu lii yang artinya ampunilah aku . Puli sendiri memiliki makna ngumpulno sing do lali, yang berarti mengumpulkan orang-orang yang saling melupakan satu sama lain karena kesibukannya agar dapat bertemu, berkumpul, dan mengingat satu sama lain.</p>
<p>Sementara, apem asal mulanya dari bahasa Arab Afuwwun artinya Pengampunan. Kedua penganan ini menyiratkan simbol agar semua umat muslim membersihkan diri dan hati dalam menyambut datangnya bulan suci.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-239060" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/9864419_20200511014537.jpg" alt="" width="540" height="358" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/9864419_20200511014537.jpg 540w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/9864419_20200511014537-400x265.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/9864419_20200511014537-150x99.jpg 150w" sizes="(max-width: 540px) 100vw, 540px" /></p>
<p><strong>2. Nyadran/Besik Kubur</strong></p>
<p>Nyadran atau juga dikenal sebagai tradisi Besik kubur adalah kegiatan ziarah dan membersihkan makam, yang sebelumnya didahului dengan selamatan. Di beberapa daerah, ritual ini ada yang menyebut dengan nyadran atau nyekar. Tradisi besik kubur ini dilakukan sebagai manifestasi mendoakan ahli kubur, dengan membersihkan makam dan menaburkan bunga-bunga tertentu.</p>
<p>Tak beda dengan tradisi ziarah kubur pada umumnya, Besik kubur yang biasanya dilakukan setiap Kamis sore atau Jum&#8217;at pagi tidak dilakukan atau libur. Dan saat menjelang Ramadan, besik kubur bahkan bisa dilakukan setiap hari.</p>
<p>Ada ajaran yang mengatakan bahwa pada bulan Ramadan, syetan dibelenggu, dosa diampuni, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar. Ajaran ini yang kiranya memberi pembenaran akan &#8220;liburnya&#8221; ziarah kubur pada bulan Ramadhan.</p>
<p><strong>3. Tradisi Kirim Doa</strong></p>
<p>Selain melakukan ziarah kubur melalui nyadran/besik kubur, tradisi kirim doa ke arwah keluarga atau leluhur yang sudah meninggal juga dilakukan melalui kegiatan tahlil akbar/kirim doa yang dipusatkan di masjid dan musala.</p>
<p>Dalam tradisi ini, pengurus masjid atau musala biasanya menentukan hari pelaksanaan tahlil akbar tersebut yang dilakukan selama separuh akhir bulan Ruwah. Warga yang ingin menitipkan doa, biasanya menuliskan nama ahli kuburnya dan dititipkan ke pembaca tahlil untuk ikut dibacakan alfatehah.</p>
<p>Setiap keluarga yang ingin menitipkan bacaan alfatehah tersebut biasanya diwajibkan membayar uang sedekah yang jumlahnya relatif kecil sekitar Rp 2.000 yang nanti akan dimasukkan dalam kotak masjid.</p>
<figure id="attachment_237773" aria-describedby="caption-attachment-237773" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-237773" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/images-44.jpeg" alt="" width="681" height="382" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/images-44.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/images-44-400x224.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/03/images-44-150x84.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-237773" class="wp-caption-text">Perayaan Dandangan dalam menyambut Ramadan di Kudus. Jika kondisi normal, pekan depan seharusnya Dandangan sudah mulai. Foto:dok/Suarabaru.id</figcaption></figure>
<p><strong>4. Dandangan</strong></p>
<p>Tradisi unik itu bernama Dandangan. Dandangan biasanya digelar selama sepekan sebelum datangnya Ramadan. Budaya itu mirip sebuah pekan raya, di mana banyak pedagang berdatang untuk menggelar lapak di sana.</p>
<p>Menurut sejarahnya, awalnya tradisi Dandangan adalah tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara Kudus untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa.</p>
<p>Kata “Dandangan” sendiri berasal dari onomatope suara bedug khas Masjid Menara Kudus. Ketika bedug ditabuh, muncul suara yang nyaring, “Dang!” yang menjadi bunyi tanda awal datangnya Bulan Ramadan.</p>
<p>Tradisi ini dilakukan setelah Sunan Kudus mengumumkan hari awal puasa. Waktu itu, Sunan Kudus memang salah satu ahli Ilmu Falak yang bisa mengetahui hitungan hari dan bulan dalam Kalender Hijriah. Pemukulan bedug itu dilakukan dua kali di pelataran Masjid Menara Kudus.</p>
<p>Seiring waktu, tradisi Dandangan selalu diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Kini, tradisi ini berwujud festival budaya dan kirab rebana. Saat diselenggarakan tradisi ini, pengunjung dapat melihat atraksi-atraksi seni seperti Barongan Gembong Kamijoro.</p>
<p>Seiring waktu, tradisi ini makin meriah digelar dengan para pelaku usaha yang memanfaatkan momen itu untuk berjualan. Semaraknya tradisi ini tidak hanya disambut hangat oleh masyarakat muslim yang akan melaksanakan puasa, namun juga masyarakat non-muslim di Kudus. Tidak sedikit masyarakat non-muslim yang menjajakan dagangannya atau sekedar melihat kemegahan Menara Kudus dari dekat.</p>
<p>Hanya sayangnya, tradisi tersebut sudah tiga tahun ini ditiadakan akibat dampak Pandemi Covid-19.</p>
<p><strong>5. Resik-resik Masjid</strong></p>
<p>Tradisi resik-resik masjid atau musala biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadan. Tradisi ini dilakukan oleh warga dengan membersihkan seluruh bagian dalam masjid atau musala hingga bagian luarnya.</p>
<p>Biasanya, dalam kegiatan ini warga akan mengepel semua bagian lantai masjid, dan mencuci karpet hingga tirai pembatas jamaah laki-laki dan perempuan. Resik-resik masjid ini dilakukan sebagai persiapan agar masjid atau musala nanti menjadi lebih nyaman digunakan untuk beribadah selama bulan Ramadan. Apalagi, di bulan Ramadan juga akan dilaksanakan ibadah shalat tawarih, tadarus hingga itikaf.</p>
<p>Demikian sebagian dari tradisi masyarakat Kudus selama Ruwahan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan beragama masyarakat Kudus. Apakah tradisi tersebut masih lestari sampai saat ini?</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/20/5-tradisi-ruwahan-di-kudus-untuk-menyongsong-datangnya-bulan-ramadan">5 Tradisi Ruwahan di Kudus untuk Menyongsong Datangnya Bulan Ramadan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>