<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Camp Nou Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/camp-nou/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Feb 2024 09:06:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Camp Nou Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Xavi Terusik oleh Kekejaman “Rasa”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/10/xavi-terusik-oleh-kekejaman-rasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2024 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Camp Nou]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Puppet Master]]></category>
		<category><![CDATA[Tiki-Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Xavi Hernandez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=398421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // ke mana dia pergi?/ takkan ke mana-mana/ jiwanya ada di sini/ dia Barcelona/ ornamen kental Blaugrana/ ruh tiki-taka dalam genggam sejarahnya/ tak mampukah dia melawan tekanan rasa?// (Sajak “Xavi dan Barcelona”, 2024) XAVI Hernandez. Anda pasti percaya, dia memainkan peran sebagai “pengatur permainan” dengan penuh perasaan. Ruh Barcelona mengeram dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/10/xavi-terusik-oleh-kekejaman-rasa">Xavi Terusik oleh Kekejaman “Rasa”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-398424 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// ke mana dia pergi?/ takkan ke mana-mana/ jiwanya ada di sini/ dia Barcelona/ ornamen kental Blaugrana/ ruh tiki-taka dalam genggam sejarahnya/ tak mampukah dia melawan tekanan rasa?//</em><br />
<strong>(Sajak “Xavi dan Barcelona”, 2024)</strong></p>
<p><strong>XAVI</strong> Hernandez. Anda pasti percaya, dia memainkan peran sebagai “pengatur permainan” dengan penuh perasaan. Ruh Barcelona mengeram dalam jiwanya, <em>tiki-taka</em> bagai darah yang mengalir di nadinya.</p>
<p>Dia salah satu pemain yang secara gestural dan ekspresional mengeksplorasi sepak bola dengan rasa. Predikat mediatika sebagai “The Puppet Master” menunjukkan Xavi menghayati keberadaannya sebagai dinamo Barcelona, pun peran yang dia sandang di tim nasional Spanyol pada masanya.</p>
<p>Ya, tahukah Anda mengapa ia identik sebagai nyawa Barcelona?</p>
<p>Sang <em>play maker</em> ini adalah ornamen kental sejarah emas Barcelona. Puzzle terpenting yang memimpin orkestrasi <em>tiki-taka</em>. Dia atur ritme permainan Blaugrana. Dia terjemahkan taktik Pep Guardiola dengan kecerdasan di atas rata-rata.</p>
<p>Sebagai pemain, Xavi telah menjadi mesin penggerak <em>possession football</em> El Barca. Dia nikmati fungsi itu sebagai energi: hidupnya untuk Barca, atas nama penghayatan sepak bolanya.</p>
<p>Sekuat itu pulakah Xavi memikul peran sebagai pelatih?</p>
<p>Sekuat itukah “kebergantungan” antara Xavi dan Barcelona, ketika bicara soal “rasa”?</p>
<p>Dan, “rasa”-lah yang pada titik tertentu akhirnya mendorong Xavi Hernandez memutuskan pergi dari kursi kepelatihan Barcelona. Dia merasa menghadapi atmosfer tuntutan yang terlalu “kejam”. Hatinya ada di sini, namun logika tekanan tak kuasa dia hadapi. Ketika mengumumkan rencana pengunduran diri selepas musim 2023-2024, banyak yang terkejut, benar-benarkah dia akan berpisah dari klub yang telah membesarkan dan dibesarkannya?</p>
<p>Pernah ada semburat cahaya harapan, Xavi adalah representasi figur yang ditunggu di Camp Nou, yang diproyeksikan menjadi “penguasa” berikut setelah Johan Cruyff, lalu Pep Guardiola.</p>
<p>Pada awal karier kepelatihannya, pada 2019-2021 dia sukses mengarsiteki Al Sadd di Liga Qatar, membentuk klub tersebut sebagai “miniatur Barcelona” dengan aroma <em>tiki-taka</em>-nya. Sulit dibayangkan, sebuah klub Asia sukses dia besut bermain dengan dominasi penguasaan bola dan keelokan cita rasa.</p>
<p>Manajemen Barca, yang pada 2019-2020 kecewa terhadap kinerja Ronald Koeman, pun serta merta merekrutnya. Pada musim pertamanya, 2021-2022, dia memberi gelar La Liga dan Piala Super Spanyol. Banyak yang berpikir dia bakal sukses di “rumahnya”, juga mengembalikan citra keindahan sepak bola posesif Barcelona.</p>
<p><strong>Pekerjaan “Kejam”</strong><br />
Bahkan ketika suasana instabilitas mulai mendera performa Robert Lewandowski dkk pada musim 2022-2023, tak secepat itu para <em>cules</em> (fans Barca) mendapatkan kejutan rencana mundur. Selain badai cedera pemain, <em>tiki-taka</em> juga seperti “mejan”, sulit dibangkitkan lagi.</p>
<p>Ada sedikit cercah cahaya dengan munculnya Lamine Yamal, <em>wonderkid</em> berdarah Tunisia yang pada usia 16 sudah memperkuat La Furia Roja. Namun cedera pengatur serangan Gavi, penurunan performa Pedri Gonzales, dan Lewy yang tiba-tiba kehilangan “kegalakan” di pertengahan musim adalah sejumlah masalah yang mempengaruhi kinerja tim. Ilkay Gundogan tentu tak bisa bekerja maksimal dalam kondisi kepincangan tim .</p>
<p>Los Cules kepayahan dalam persaingan di La Liga, tertinggal jauh dari Girona dan Real Madrid. Lalu tersingkir di perempatfinal Copa del Rey, dan kalah di final Piala Super Spanyol. Harapan tersisa di Liga Champions, namun melihat konstelasinya, rasanya Barca sulit bersaing.</p>
<p>Xavi pun membaca tanda-tanda buram, meskipun manajemen Barca belum mempersoalkan capaian musim ini. Mengejutkan, karena tiba-tiba dialah yang mengumumkan rencana kepergian. Dengan nada pedih dia beralasan hasil kerjanya tak dihargai. Melatih Barca, katanya, adalah pekerjaan yang kejam dan tidak menyenangkan.</p>
<p>Seperti dikutip <em>ESPN</em>, dia menegaskan, “Ini membuat Anda merasa tidak berharga setiap harinya. Pep pernah mengatakannya kepada saya. Saya sendiri melihat bagaimana Luis Enrique menderita”.</p>
<p>Xavi melihat masalah terkait dengan tingkat tuntutan. “Anda tidak menikmatinya. Anda bermain untuk hidup Anda sepanjang waktu. Ini kejam. Pekerjaan yang sudah kami lakukan tidak cukup dihargai. Padahal kami datang pada 2021, salah satu momen tersulit dalam sejarah klub”.</p>
<p>Dia selalu mencoba menjelaskan, timnya sedang dalam masa pembangunan. Argumentasi bahwa Barca tidak memiliki skuad seperti pada era kejayaan 2010, selalu dikritik. “Ini tidak ada hubungannya dengan daya tahan terhadap tekanan. Saya datang ketika klub dalam situasi yang sangat sulit, dan saya kira pekerjaan kami tidak akan pernah dihargai,” ungkapnya.</p>
<p>Dia juga merasa, ketika memenangi trofi La Liga dengan selisih 10 poin dari Real Madrid pada 2022, dan ketika meraih Piala Super Spanyol pada 2023, sama sekali tidak ada elemen ekosistem klub yang menghargai. Bagi dia, masalah ini berhubungan dengan klub, lingkungan, dan tuntutannya.</p>
<p>Xavi adalah cermin realitas sikap klub yang membedakan perlakuan, antara ketika dia masih bermain dan menjadi kunci permainan, dengan saat dia menjadi pelatih yang harus meracik taktik dan strategi tim.</p>
<p>Ya, pernahkah kita mendengar Xavi mengeluhkan aroma “kekejaman” saat masih bermain? Ataukah nilai-nilai seperti tuntutan di lingkungan Los Cules mempengaruhi daya tahan Xavi sebagai seorang yang tumbuh, berkembang, dan hidup di dunia sepak bola?</p>
<p>Artinya, ada “rasa” yang lebih kuat mencekam pikiran. Ada usikan yang tak mampu dia lawan. Ada kenyataan yang dia pahami harus dihindari. Atau, jangan-jangan “komunitas” Barcelona yang tak pernah memahami Xavi dan gumpalan rasanya&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/10/xavi-terusik-oleh-kekejaman-rasa">Xavi Terusik oleh Kekejaman “Rasa”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siklus Rindu Sepak Bola Indah: dari Michels, Pep, hingga Arteta</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/21/siklus-rindu-sepak-bola-indah-dari-michels-pep-hingga-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arrigo Saccho]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Camp Nou]]></category>
		<category><![CDATA[Fabio Capello]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[Rinus Michels]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tele Santana]]></category>
		<category><![CDATA[Xavi Hernandez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=376210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // raciklah irama serancak orkestrasi bunyi/ ia akan menghasilkan melodi/ suntiklah dengan ideologi/ ia akan menghadirkan kesetiaan/ pada elok rasa dan indah hati/ tunggulah waktu/ yang akan membawa rindu/ mengharu-biru&#8230;// (Sajak “Sepak Bola Indah”, 2023) PERCAYAKAH Anda, sepak bola indah adalah produk kreatif perputaran siklus? Dia romantisme yang tak sembarang ditemui [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/21/siklus-rindu-sepak-bola-indah-dari-michels-pep-hingga-arteta">Siklus Rindu Sepak Bola Indah: dari Michels, Pep, hingga Arteta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-376216 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// raciklah irama serancak orkestrasi bunyi/ ia akan menghasilkan melodi/ suntiklah dengan ideologi/ ia akan menghadirkan kesetiaan/ pada elok rasa dan indah hati/ tunggulah waktu/ yang akan membawa rindu/ mengharu-biru&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Sepak Bola Indah”, 2023)</strong></p>
<p><strong>PERCAYAKAH</strong> Anda, sepak bola indah adalah produk kreatif perputaran siklus? Dia romantisme yang tak sembarang ditemui pada setiap musim; bahkan dengan kendali para genius yang punya jejak reputasi untuk menyajikan eksotika dari wayang-wayang yang mereka mainkan.</p>
<p>Bukankah kini Pep Guardiola tak sepenuhnya menghadirkan sepak bola seni di Manchester City? “Muridnya”, Xavi Hernandez yang gilang-gemilang mentransformasi <em>tiki-taka</em> saat menukangi Al Sadd di Liga Qatar, belum pula menghasilkan simfoni estetis di Camp Nou, seelok masa emas Barcelona.</p>
<p>Lalu siapa? Juergen Klopp-kah, Mikael Arteta, Eddie Howe, atau nama baru yang mencuat: Roberto De Zerbi?</p>
<p>Pep dengan “pasukan <em>exellent</em>” memang membentuk The Citizens sebagai tim yang siap menguasai Inggris, Eropa, dan dunia. Akan tetapi, setarakah perfeksionitas permainan Kevin de Bruyne dkk dengan keindahan Barcelona pada masa-masa emasnya?</p>
<p>Barca 2007-2012 boleh dibilang sebagai “karya agung sepak bola indah”. Pep sukses meraciknya sebagai padu padan kemampuan para pesepak bola unggul menjadi melodi nan elok “<em>merak ati</em>”.</p>
<p>Masa-masa emas Blaugrana memang bergelimang cahaya bintang. Dengan sederet nama fantastis seperti Ronaldinho, Deco, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Lionel Messi, Sergio Busquets, Carles Puyol, Dani Alves, David Villa, Gerard Pique, Jordi Alba, juga Cesc Fabregas dan Pedro Gonzales, kejayaan itu masih berlanjut ketika sederet pelatih menjadi suksesor, yang berpuncak ke pengulangan <em>treble</em> di era manajer Luis Enrique pada 2014-2015.</p>
<p><strong>City-nya Pep</strong><br />
Pada 2013, Pep mengusung gaya sepak bola indahnya yang posesif &#8212; menekankan dominasi penguasaan bola &#8212; ke Bayern Muenchen, namun tidak maksimal menjadi filosofi yang memberi kejayaan Eropa. Rupanya, ada penghayatan karakter yang tak bisa dipertemukan secara kultural di Bundesliga.</p>
<p>Di Manchester City, sejak 2016, dia membangun tim dengan keleluasaan rekrutmen bintang-bintang yang dia butuhkan. Dan, baru pada musim 2022-2023 menghasilkan trofi Eropa dalam romantisme <em>treble</em> yang akan selalu dikenang dalam kebesaran sejarah klub.</p>
<p>Hanya, apabila ditanya apakah City versi Pep memainkan sepak bola secantik Barcelona produk kejeniusannya, saya memilih menyimpulkan, “Tak semudah itu menjajari performa Barca pada masanya, ketika gairah, keindahan, dan kekuatan filosofi disatukan oleh kejeniusan menjadi ideologi&#8230;”</p>
<p>Maka, ketika City yang seperkasa itu pun tak bisa dibilang menghadirkan eksotika yang artistik, klub mana pula yang menjadi alternatif untuk menyimak aplikasi keindahan skematika di kanvas permainan?</p>
<p>Atau memang sepak bola indah tak bisa dijamin muncul dalam siklus waktu tertentu?</p>
<p>Sejak musim kemarin, dari “pemagangan” di Liga Qatar, Xavi Hernandes membawa Barcelona dalam pemulihan tradisi kemenangan di La Liga, namun “Barca Xavi” masih jauh dari sepak bola merangsang dengan gairah <em>tiki-taka</em>. Padahal sejatinya, filosofi ini melekat dalam penjiwaan pelatih yang berjejuluk “The Puppet Master” itu. Xavi pernah disebut-sebut sebagai sosok yang sangat memahami sepak bola indah itu.</p>
<p>Kalau dulu, Pep membawa Barca dalam sikap “menang saja tak cukup, melainkan harus dengan cara indah”, kini Xavi masih bergerak di level “kulit” – “apa pun, yang penting menang dulu”. <em>Mindset</em> yang agaknya juga ditempuh Pep dalam petualangannya di Liga Primer.</p>
<p>Pendekatan berbeda ditempuh dua pelatih di Liga Primer, yakni Mikael Arteta yang menukangi Arsenal, dan Roberto De Zerbi yang mengarsiteki Brighton Hove and Albion. Arteta membawa Meriam London ke mode bermain rancak nan indah, sedangkan De Zerbi memadukan gairah dan kecepatan bermain The Seagull yang merepotkan konsolidasi setiap lawan.</p>
<p>Di samping Eddie Howe yang mengawal kebangkitan Newcastle United, nama lain yang kini mencuat adalah Ange Pastecoglou. Arsitek asal Australia yang kini membawa Tottenham Hotspur ke pucuk klasemen ini mendoktrin timnya dengan spartanitas permainan menyerang.</p>
<p>Tanpa kapten dan bintangnya, Harry Kane yang hijrah ke Bayern Muenchen, Spurs dia bentuk menjadi kekuatan konsisten dengan permainan cepat, di bawah kepemimpinan Son Heung-min, mesin gol asal Korea yang semakin matang.</p>
<p>Haruskah kita menunggu raihan trofi liga Arsenal bersama Arteta untuk mengklaim kembalinya sepak bola indah? Atau Pep akan memformulasikan City perlahan-perlahan menjadi kekuatan eksotis?</p>
<p>Lalu Barcelona, akankah seniman sekelas Xavi mandek pada kemenangan-kemenangan yang tanpa menyajikan kembali eksepsionalitas cara bermain bola?</p>
<p>Pada akhirnya, elok sepak bola indah adalah kerinduan. Seni cantik menyajikan skema taktik adalah kejeniusan. Pertunjukan karakter para aktor hebat adalah “bahasa ideologis” yang mengalir sebagai darah dalam nadi sepak bola.</p>
<p>Akankah dalam sisa hari-harinya Pep mewujudkan tontonan yang berbeda? Atau musim ini sang penguasa panggung itu adalah Mikael Arteta?</p>
<p>Inilah siklus pergulatan tesis, antitesis, dan sintesis yang menandai perjalanan sepak bola indah sejak Brazil 1970, Belanda 1974, Brazil 1982, Brazil 1986, dan Spanyol 2012.</p>
<p>Catat pula sederet “klub indah” dari Ajax-nya Rinus Michels, Sao Paulo-nya Tele Santana, AC Milan-nya Arrigo Saccho dan Fabio Capello, Arsenal-nya Arsene Wenger, hingga Barcelona-nya Pep Guardiola.</p>
<p>Makin ditunggu, waktu makin membawa rindu mengharu-biru&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/21/siklus-rindu-sepak-bola-indah-dari-michels-pep-hingga-arteta">Siklus Rindu Sepak Bola Indah: dari Michels, Pep, hingga Arteta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah Camp Nou Memuncaki Dongeng Lionel Messi?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/13/mungkinkah-camp-nou-memuncaki-dongeng-lionel-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 May 2023 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Camp Nou]]></category>
		<category><![CDATA[Les Parisiens]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[MLS]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=336751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // inikah saat dia kembali ke habitat sejati?/ sejauh dia pergi/ jalan sejarah akan menuntun/ ke dongeng abadi&#8230;// (Sajak “Dongeng Leo Messi”, 2023) PERTAUTAN Lionel Messi dengan Barcelona adalah dongeng tentang gravitasi hati berkekuatan spiritual telepati. Kemungkinan klimaks kembalinya La Pulga ke Camp Nou memang masih menunggu apa yang akan terjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/13/mungkinkah-camp-nou-memuncaki-dongeng-lionel-messi">Mungkinkah Camp Nou Memuncaki Dongeng Lionel Messi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-336760 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// inikah saat dia kembali ke habitat sejati?/ sejauh dia pergi/ jalan sejarah akan menuntun/ ke dongeng abadi&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Dongeng Leo Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>PERTAUTAN</strong> Lionel Messi dengan Barcelona adalah dongeng tentang gravitasi hati berkekuatan spiritual telepati.</p>
<p>Kemungkinan klimaks kembalinya La Pulga ke Camp Nou memang masih menunggu apa yang akan terjadi di pengujung perikatan dengan Paris St Germain, 30 Juni nanti, namun gambaran tidak adanya sinyal perpanjangan kontrak dengan Les Parisiens adalah kata lain keniscayaan “Messi bersiap balik ke habitat”. Dalam perkembangan terakhir, friksi dengan manajemen Les Parisiens atas “pembangkangan” sang pemain terhadap larangan pergi ke Arab Saudi sebagai Duta Wisata memicu disharmoni tersendiri.</p>
<p>Ketika dua musim lalu dia (terpaksa) meninggalkan Catalunya sebagai konsekuensi penataan struktur gaji Barcelona, banyak yang menyayangkan apabila peraih tujuh Ballon d’Or itu menutup karier di luar Barcelona.</p>
<p>Bukankah sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan pemuncakan karier Messi tak lepas dari perjalanan Blaugrana? Sebaliknya, kemonceran cahaya Barca juga tak terpisahkan dari kontribusi hebat Leo Messi.</p>
<p>Itulah realitas intrinsik kekuatan gravitasi yang saling mengikat. Telepati dan “spiritualitas” kosmis tampaknya menyatukan rasa dua entitas itu.</p>
<p>Dalam ungkapan narasi respek, Messi belum tentu sedahsyat sekarang andai tidak melewati proses pembentukan diri di La Masia dan Barca. Sebaliknya, sejarah klub tersebut dari 2006 hingga 2014 pun bisa jadi tidak semoncer itu tanpa keberadaan Messi.</p>
<p>Logika profesional dalam industri sepak bola akan mengabaikan nilai-nilai “rasa”: seorang pemain memilih pindah ke klub mana pun, lalu kapan mengakhiri karier dan di mana. Di balik itu, ada kosmologi <em>chemistry</em> yang tak mudah diabaikan, ketika daya hidup industrial berkembang dengan nilai-nilai respek.</p>
<p>Pun, bukankah budaya pop akan memosisikan estetika nilai dari relasi manusia dengan ekosistemnya? “Ceruk” itu menjadi bagian eksploratif dalam magnet mediatika.</p>
<p>Begitu pun kisah besar relasi Leo Messi dengan Barcelona, yang sarat dengan elemen-elemen ceruk industrial.</p>
<p><strong>Penahbisan GOAT</strong><br />
“Penahbisan” Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT) menemukan momen justru ketika dia berstatus sebagai pemain Paris St Germain. Dia meraih pengakuan yang sejatinya bernilai mediatik itu ketika mengantar Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.</p>
<p>Dengan level kebugaran yang sudah berbeda karena faktor usia, Messi mengemas performa dengan kelebihan lain, sebagai “pusat pelayanan” berupa <em>assist</em> dan pengaruh terhadap ritme dan konfidensi para pemain yang mengelilinginya, baik di PSG maupun di tim nasional Albiceleste.</p>
<p>Raihan gelar puncak di Qatar pun mengakhiri spekulasi panjang tentang siapa yang lebih baik: dia atau mendiang Diego Maradona? Juga tuntas menjawab perdebatan yang bagai tak berujung tentang siapa lebih jago: Messi, atau Cristiano Ronaldo?</p>
<p>PSG ikut “menikmati” sukses Messi di Qatar, walaupun Barcelona-lah yang realitasnya membubungkan nama La Pulga.</p>
<p>Sejak momen indah Qatar 2022 itu, menjelang berakhirnya kontrak, muncul empat opini spekulasi tentang masa depan Messi. Akankah dia bertahan di Parc des Princes? Bertualang ke MLS untuk relaksasi menjelang pensiun? Memenuhi pinangan Al Hilal di Liga Pro Saudi dengan gaji selangit? Atau kembali ke Camp Nou dengan segala konsekuensinya?</p>
<p>Spekulasi terakhir itu sempat gencar diwartakan bakal berlangsung. Dan, pastilah Barcelonistas lebih menyukai pilihan tersebut, meskipun tak semudah itu prosesnya. Messi harus bersedia menerima gaji jauh lebih rendah dari yang dulu dia terima. Penyesuaian itu terkait dengan kondisi finansial Barca dan keseimbangan gaji pemain yang harus sesuai ketentuan La Liga dan UEFA.</p>
<p>Messi juga harus siap tidak lagi menjadi “pemimpin”, karena ban kapten sudah melilit di lengan Sergio Busquets dengan wakil Jordi Alba.</p>
<p>Lalu apakah Messi tak tergiur tawaran spektakuler Al Hilal? Di ujung karier Messi bisa meraup gaji Rp 6,5 triliun per musim sebagai rekor bayaran; namun menurut info terbaru, istri Messi &#8212; Antonella Rocuzzo &#8212; tidak bersedia tinggal di Saudi.</p>
<p><strong>Kisah Tiki-Taka</strong><br />
Di luar spekulasi-spekulasi itu, kembali ke Barcelona adalah keniscayaan yang bagai dongeng impian. Memang ada konsekuensi-konsekuensi manajerial dan tim yang harus dihadapi Leo Messi, juga Barcelona, bagaimanapun dongeng salah satu pemain terhebat dalam sejarah itu tak lepas dari kisah tim seelok Barca dengan permainan <em>tiki-taka</em>-nya.</p>
<p>Pelatih Pep Guardiola seolah-olah menciptakan taktik bermain yang “menyentral” untuk dan dari Messi. Semua bermain untuk Messi, sekaligus menjadikan Messi sebagai pusat gravitasi yang menghidupkan permainan Barca. Artinya, Messi juga bekerja untuk semua.</p>
<p>Dengan rekor gol, <em>assist</em>, dan aksi-aksi eksepsional, Leo Messi ibarat sosok “lakon” dalam dongeng indah tentang Barcelona. Dalam penghayatan kosmis, telepati itu membentuk “kolaborasi spiritual” yang entah kapan bisa terulang dalam sejarah hidup sebuah klub dengan ikon abadi seorang pemain.</p>
<p>Kita sama-sama menanti Lionel Andres Messi kembali ke habitat sejati. Usianya sudah 35 &#8212; senjakala bagi pemain bola &#8211;, namun cahaya karisma, nalar <em>skill</em>, tanggung jawab, dan eksistensi sebagai pemimpin dan pembeda masih akan menoreh warna yang tak sembarang bintang mampu memberikan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/13/mungkinkah-camp-nou-memuncaki-dongeng-lionel-messi">Mungkinkah Camp Nou Memuncaki Dongeng Lionel Messi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>