<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bumi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bumi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jun 2025 08:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Bumi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pentingnya Air dalam Kehidupan Manusia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/02/hari-lingkungan-hidup-sedunia-dan-pentingnya-air-dalam-kehidupan-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 08:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[Air Pegunungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosis]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Yodium]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=477301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Suranto Tjiptowibisono BULAN Juni menjadi bulan yang sangat istimewa bagi masyarakat dunia, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Bulan yang diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup, yang mengingatkan kita, bahwa planet bumi yang kita tempati saat ini sebenarnya bukan milik kita. Akan tetapi milik anak cucu kita yang harus kita jaga, rawat dan lestarikan, agar pemilik sejatinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/02/hari-lingkungan-hidup-sedunia-dan-pentingnya-air-dalam-kehidupan-manusia">Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pentingnya Air dalam Kehidupan Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Suranto Tjiptowibisono</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-477304 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-02-at-14.14.07.jpg" alt="" width="150" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-02-at-14.14.07.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-02-at-14.14.07-123x150.jpg 123w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />BULAN</strong> Juni menjadi bulan yang sangat istimewa bagi masyarakat dunia, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Bulan yang diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup, yang mengingatkan kita, bahwa planet bumi yang kita tempati saat ini sebenarnya bukan milik kita. Akan tetapi milik anak cucu kita yang harus kita jaga, rawat dan lestarikan, agar pemilik sejatinya tidak kecewa di masa-masa yang akan datang.</p>
<p>Apabila kita berkaca pada kepentingan alam di masa silam, banyak kualitas lingkungan hidup yang telah berubah demikian dahsyatnya. Sungai-sungai di masa silam banyak yang mengalirkan air yang bening, bahkan dasar sungai kadang-kadang dapat teramati biota penghuninya. Demikian juga danau atau empang ataupun kolam-kolam alami, masih dapat kita amati dengan kualitas air yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa.</p>
<p>Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakatnya dapat menikmati indahnya air terjun, umbul bahkan dapat dinikmati dengan mandi di dalamnya beramai-ramai, dengan teman-teman dan keluarga. Bahkan bagi penulis, minum air sawah atau parit yang nampak bening dengan memanfaatkan potongan jerami padi pada saat masih duduk di bangku sekolah dasar, adalah kenangan yang sangat berharga.</p>
<p>Karena di zaman sekarang, tidak satupun mahasiswa yang penulis tanya, berani minum air parit atau sawah. Hal itu disebabkan, kualitas air yang mereka percayai telah tercemari oleh polutan dari pestisida, herbisida atau pupuk sintesis yang “over-dosis”, dalam aplikasinya di dunia pertanian.</p>
<p>Kita menghargai sikap dan respek mereka, dalam merespon kondisi lingkungan yang sekarang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Dan benar adanya, kalau di zaman sekarang tidak mungkin berani minum air langsung dari parit atau bahkan sumber air umbul sekalipun, karena ditengarai banyaknya aktivitas pertanian, industri bahkan rumah tangga yang demikian luar biasa, dalam memanfaatkan produk-produk pembasmi serangga atau hama.</p>
<p>Bahkan, penyubur tanaman atau deterjen pembersih pakaian atau perkakas rumah tangga, yang secara masif diproduksi oleh pabrik-pabrik raksasa dunia atau milik bangsa Indonesia. Dan sebagai dampaknya, hampir semua lingkungan perairan kita telah tercemari oleh produk tersebut.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Konsekuensinya adalah, banyak kualitas perairan di beberapa kota sangat tidak layak untuk dijadikan bahan baku air minum, atau untuk irigasi pertanian pun tidak direkomendasi. Dan tidak jarang kita dapat melihat, banyaknya ikan pada suatu perairan tertentu tiba-tiba mati mendadak, dan menjadi pemandangan yang sangat menyedihkan. Karena sebenarnya betapa sayangnya, sumber makanan kaya protein hewani itu, terbuang percuma. Demikian juga bahaya yang ditimbulkan, tatkala ada sekelompok kecil yang tega mengonsumsinya.</p>
<p>Gambaran ini marak terjadi di beberapa daerah, terutama dimana pertumbuhan industri tekstil dan sejenisnya begitu cepat, namun kontrol atas pengelolaan lingkungan seperti perlunya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), tidak dibangun dan ditegakkan pemberlakuannya.</p>
<p>Bahkan di kota-kota tertentu di Tanah Air, terjadi pemandangan yang sangat kontradiktif. Air parit yang cukup besar yang melintas tepat di depan kantor Badan Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di suatu kota atau kabupaten, airnya berwarna coklat atau gelap.</p>
<p>Tentunya hal tersebut menjadi cermin atau gambaran, betapa lemahnya penegakan aturan dan etika lingkungan di tempat itu. Nampaknya ini akan menjadi fenomena yang akan terjadi di banyak tempat, dan akan terulang terus-menerus apabila penegakan prinsip-prinsip pengelolaan air permukaan tidak ditegakkan. Salah satu cermin kualitas lingkungan hidup suatu bangsa, dapat dilihat dan amati dari bagaimana kualitas airnya.</p>
<p>Kita dapat menyaksikan bagaimana bangsa-bangsa yang telah maju pembangunannya, memperhatikan fasilitas publik terhadap air yang disediakan oleh pemerintahnya. Kita dapat bandingkan tetangga kita Singapura, yang sama-sama anggota ASEAN. Masyarakatnya dapat mengakses fasilitas yang disediakan pemerintahnya, akan kualitas air yang diberikan. Dan dipastikan, bahwa air yang tersambung di saluran air dapat dikonsumsi atau diminum tanpa harus dimasak.</p>
<p>Ini membuktikan, bahwa tanggung jawab pemerintah, dengan jaminan bahwa air yang dibagikan ke masyarakat, bebas dari cemaran bakteri berbahaya bagi tubuh. Demikian juga dengan kualitasnya atau dan sifat air lainnya, seperti tidak boleh ada bau dan tidak berasa. Dan salah satu ciri yang dapat dipelajari atau diamati, bahwa air yang siap minum publik umum salah satunya, adalah arah kran air keluar atau memancar mengarah ke atas.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Jadi konsumen dipastikan tinggal pencet, dan air yang keluar dapat diminum atau masuk ke mulut kita itu adalah air yang dijamin sehat dan aman. Bahkan fasilitas-fasilitas itu juga dapat kita jumpai di terminal dan bandara, dimana semua penumpang yang singgah di Singapura, dapat dengan bebas menikmati fasilitas publik itu, walaupun bukan warga negaranya.</p>
<p>Gambaran tentang kebutuhan dasar bagi manusia untuk hidup yaitu air, juga dapat dinikmati dengan gratis di negara tetangga kita juga, walaupun bukan bagian dari anggota ASEAN, yaitu Australia.</p>
<p>Sebuah negara yang menempati satu benua, dengan penduduk hanya kurang lebih 25 juta orang ini, menerapkan standar kualitas hidup yang cukup bagus. Terutama yang berhubungan dengan kualitas air.</p>
<p>Hal ini dapat dilihat pada orang yang bertugas dan bertanggung jawab atas perusahaan air negara di setiap negara bagian, harus bergelar Doktor mikrobiologi atau sejenis. Ini berarti, bahwa negara sangat peduli bagaimana kebutuhan dasar yang berupa air ini, harus mengalir ke seluruh rumah tangga rakyatnya, dengan kualitas yang sangat baik.</p>
<p>Setiap tetes air yang keluar dari kran perusahaan PDAM negara bagian itu, dijamin langsung bisa diminum. Bahkan pada negara bagian tertentu, masyarakatnya ada yang digratiskan dari kewajiban membayar tiap bulannya. Dan yang luar biasa adalah, warga asing pun termasuk menikmati fasilitas gratis ini, dan dari kewajiban membayar retribusi air tiap bulannya.</p>
<p>Hal tersebut terjadi, tatkala penulis menikmati studi di Negara Bagian Tasmania, yang beribukota di Hobart, pada tahun 1988 sampai 1991. Bukan hanya masalah harga air yang sangat murah, sehat dan pelayanan yang prima yang tersalurkan ke setiap rumah tangga warganya, tetapi juga fasilitas-fasilitas umum juga telah terkoneksi dengan jaringan air bersih dan sehat ini.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Jadi semua masyarakat yang menikmati tempat umum, seperti taman-taman kota pun, tak luput dari fasilitas air ini. Di samping itu, pemerintah setempat juga telah mengaliri energi berupa aliran elpiji, yang dapat digunakan secara gratis, dan dapat digunakan untuk BBQ dengan memanggang atau memanaskan makanan yang dibawa, dan akan dikonsumsi bersama-sama.</p>
<p>Hal ini memberi inspirasi kepada kita, bagaimana kebutuhan dasar manusia tentang air ini harus dipenuhi dengan kualitas prima. Dan nampaknya kita boleh bermimpi tentang hal itu, kapan kira-kira akan terjadi di negara kita yang berdasarkan Pancasila ini.</p>
<p>Kita berharap, para pemimpin kita yang mempunyai kuasa, dapat menjadikan fenomena yang terjadi di dua negara tetangga tersebut, untuk dapat berbuat lebih nyata dalam mensejahterakan warga yang dipimpinnya. Walaupun kita akui, dua contoh negara tetangga tersebut, jumlah total warganegaranya tidak sebesar Indonesia.</p>
<p>Dan tentunya hal itu yang mungkin akan menjadi alasan, bahwa mengurus negara sebesar Indonesia tidaklah mudah, jika dibandingkan dengan Singapura yang hanya 5-6 juta penduduknya. Demikian juga dengan negara Australia, dengan penduduk yang hanya sekitar 25 juta jiwa.</p>
<p>Padahal salah satu indikator keberhasilan kemajuan suatu negara dalam masyarakat global adalah, kualitas lingkungan hidupnya. Semakin maju suatu negara, maka semakin bagus kualitas lingkungannya. Dan salah satu kualitas lingkungan tersebut adalah, kualitas air permukaannya.</p>
<p>Secara umum, kebutuhan air yang berkualitas telah banyak dikaji secara ilmiah. Bahkan sekitar 4 (empat dekade) yang silam, ketika penulis belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Jawa Barat (Bandung), kebutuhan akan air telah diperkirakan akan menjadi berlipat ganda, seiring dengan pembangunan suatu negara. Pada saat sekarang, kita dapat menyaksikan betapa penting dan mahalnya harga suatu kualitas air di masyarakat modern.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Ini menjadi tantangan yang harus disikapi secara bijaksana, karena air termasuk sebuah pokok yang akan selalu melengkapi dan dicari. Karena air tidak hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga dicari dalam setiap praktik kehidupan di muka bumi. Baik di dunia farmasi, makanan dan bangunan maupun mikrobiologi, selalu membutuhkan “komplemen” yang berupa air, baik fisiknya yang berupa cair, gas ataupun dalam keadaan beku.</p>
<p>Secara kasat mata, air yang nampak bening, bersih dan dingin, sejatinya mudah dijumpai di pegunungan, seperti di perairan Tawangmangu. Kualitas air ini, tentunya bagi orang awam, sangat baik untuk air minum. Namun betapa mengejutkan, ternyata di balik kondisi air yang jernih, dingin dan bening tersebut, ternyata di air itu tidak terkandung unsur penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, yaitu yodium.</p>
<p>Padahal, yodium ini sangat menentukan kecerdasan anak-anak pada masa pertumbuhan. Dan hal ini telah ditemukan oleh mahasiswa S3 yang meneliti tentang kualitas air Grojogan Sewu, yang ternyata tidak mengandung yodium.</p>
<p>Dengan rekayasa dan penambahan dosis yodium tertentu pada air minum yang semula tidak mengandung yodium, maka ditemukan formula yang sangat berguna dalam peningkatan kecerdasan anak-anak tangkat SD, di sekitar daerah pengambilan sampel air.</p>
<p>Namun yang menarik untuk dicermati adalah, bahwa penambahan yodium pada anak-anak SD tersebut, akan mencapai puncaknya pada dosis tertentu. Dan setelah itu, penambahan seberapa pun banyaknya yodium yang ditambahkan pada air minumnya, tidak akan menambahkan kecerdasan individu peserta didik yang dijadikan sampel penelitian tersebut. Jadi pentingnya yodium di dalam air minum manusia, berpengaruh terhadap kecerdasan anak pada masa pertumbuhannya.</p>
<p>Penambahan totalitas jumlah yodium pada air minum anak setelah mencapai batas tertinggi, tidak dapat mencapai kenaikan lagi, walaupun ditambahkan dosisnya lebih tinggi. Ini memberikan penjelasan dan pengertian kepada kita, betapa pentingnya air dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk minum, mandi dan rekreasi. Air juga sangat menentukan dalam masa pertumbuhan anak, khususunya kecerdasan yang dimiliki.</p>
<p>Selamat Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, semoga air yang mengalir di muka bumi tidak akan pernah berhenti untuk dapat dikonsumsi oleh setiap insani, seperti matahari yang tidak pernah bosan menyinari bumi. Amin!</p>
<p>&#8212; <strong>Suranto Tjiptowibisono</strong>; <em>Ketua Dewan Profesor UNS</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/02/hari-lingkungan-hidup-sedunia-dan-pentingnya-air-dalam-kehidupan-manusia">Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pentingnya Air dalam Kehidupan Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keuskupan Agung Semarang Ajak Tiap Paroki Tanam Pohon</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/28/keuskupan-agung-semarang-ajak-tiap-paroki-tanam-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 03:38:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katedral]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ulang Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Konkret]]></category>
		<category><![CDATA[Laudato Si’]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr Robertus Rubiyatmoko]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[paus fransiskus]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=463103</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-85 Keuskupan Agung Semarang (KAS), panitia perayaan mengajak setiap Paroki, untuk berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon, sebagai bagian dari upaya nyata menghidupi semangat Laudato Si’-gagasan Paus Fransiskus-, yang menyerukan pentingnya merawat bumi sebagai rumah bersama. Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati perayaan besar itu, tetapi juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/28/keuskupan-agung-semarang-ajak-tiap-paroki-tanam-pohon">Keuskupan Agung Semarang Ajak Tiap Paroki Tanam Pohon</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-85 Keuskupan Agung Semarang (KAS), panitia perayaan mengajak setiap Paroki, untuk berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon, sebagai bagian dari upaya nyata menghidupi semangat<em> Laudato Si’</em>-gagasan Paus Fransiskus-, yang menyerukan pentingnya merawat bumi sebagai rumah bersama.</p>
<p>Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati perayaan besar itu, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan di masing-masing wilayah.</p>
<p>Aksi penanaman pohon dimulai Minggu (23/2/2025), di Gereja Katedral Semarang. Saat itu Uskup KAS, Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama Vikaris Jenderal KAS, Romo FX Sugiyono, memimpin penanaman satu pohon Pule dan tiga pohon Tabebuya Laevis.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/28/tiba-sore-ini-bupati-kudus-samani-lintasi-tanggulangin-dengan-jalan-kaki">Tiba Sore Ini, Bupati Kudus Sam’ani Lintasi Tanggulangin dengan Jalan Kaki</a></strong></p>
<p>Selain itu, Kepala Paroki Katedral didampingi Wakil Dewan Paroki, serta Ketua dan Wakil Ketua Panitia HUT Ke-85 KAS, turut berpartisipasi dalam kegiatan itu.</p>
<p>Tak hanya di Katedral Semarang, Kevikepan Yogyakarta Barat juga turut menanam 4.200 pohon dari berbagai jenis, sebagai bagian dari gerakan ini. Kegiatan serupa juga diikuti berbagai paroki di seluruh KAS.</p>
<p>Kegiatan ini juga dikembangkan ke beberapa lokasi strategis, seperti kapel di pedesaan atau sekitar Gua Maria. Hal ini memungkinkan warga setempat untuk ikut berpartisipasi, dalam penanaman tanaman buah, yang sesuai dengan kondisi lahan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/28/polsek-kradenan-bubarkan-balap-liar-kejar-pelaku-hingga-persawahan">Polsek Kradenan Bubarkan Balap Liar, Kejar Pelaku Hingga Persawahan</a></strong></p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan ketahanan pangan. Kegiatan ini sangat dimungkinkan, nantinya menjangkau di beberapa lokasi lain, seperti Paroki Kudus atau Pati.</p>
<p>Untuk mendukung keberlanjutan program ini, berbagai pihak terkait dilibatkan, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, serta perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>Dalam keterangannya, Mgr Rubiyatmoko menegaskan, penanaman pohon ini juga merupakan simbolisasi dari perkembangan iman yang semakin subur, dan akan semakin banyak orang yang berteduh di bawahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/28/hindari-pelanggaran-jaga-disiplin-dan-integritas">Hindari Pelanggaran, Jaga Disiplin dan Integritas</a></strong></p>
<p>&#8221;Artinya, semakin banyak orang yang berlindung di bawah Kristus, dan mengalami keselamatan yang diyakinkan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dia juga mengajak seluruh umat KAS, untuk terlibat dengan saling bergandengan tangan, berjalan bersama sebagai pewarta sukacita. Karena ini menjadi berkat bagi sesama, sesuai dengan tema HUT Ke-85 KAS.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/28/keuskupan-agung-semarang-ajak-tiap-paroki-tanam-pohon">Keuskupan Agung Semarang Ajak Tiap Paroki Tanam Pohon</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggrek dan Bonsai Hiasi Dies Natalis UKSW Ke-68, Aksi Kampus Go Green Pertobatan Lingkungan untuk Bumi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/01/anggrek-dan-bonsai-hiasi-dies-natalis-uksw-ke-68-aksi-kampus-go-green-pertobatan-lingkungan-untuk-bumi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 11:41:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek dan Bonsai]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UKSW Ke-68]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan Lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=449745</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Memasuki Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), ada pemandangan menarik di mana bunga anggrek di tata apik berjajar di meja panjang beralaskan kain putih. Di sisi lain, nampak juga bunga anggrek dalam ukuran lebih besar diletakkan dalam pot yang tak kalah cantiknya. Warna-warni tiap bunga memanjakan mata para tamu undangan dan juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/01/anggrek-dan-bonsai-hiasi-dies-natalis-uksw-ke-68-aksi-kampus-go-green-pertobatan-lingkungan-untuk-bumi">Anggrek dan Bonsai Hiasi Dies Natalis UKSW Ke-68, Aksi Kampus Go Green Pertobatan Lingkungan untuk Bumi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Memasuki Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), ada pemandangan menarik di mana bunga anggrek di tata apik berjajar di meja panjang beralaskan kain putih.</p>
<p>Di sisi lain, nampak juga bunga anggrek dalam ukuran lebih besar diletakkan dalam pot yang tak kalah cantiknya. Warna-warni tiap bunga memanjakan mata para tamu undangan dan juga civitas academica yang hadir mengikuti Dies Natalis ke-68 pada Sabtu (30/11/2024).</p>
<p>Hadirnya puluhan anggrek cantik di kegiatan Dies Natalis UKSW bukanlah tanpa sebab. UKSW yang saat ini telah meraih peringkat 153 QS World University Ranking: Asia Tenggara 2025 ini sebagai kampus go green tidak menerima bentuk ucapan dalam wujud papan bunga.</p>
<p>Dalam perayaan Dies Natalis tahun ini berjejer rapi lebih dari 20 bunga anggrek dan 1 pohon bonsai dari berbagai mitra UKSW. Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami, menyatakan, hal ini menjadi sebagian dari wujud perjuangan Kampus Indonesia Mini dalam menjaga ketahanan ekosistem. Langkah ini disebutkannya sebagai aksi pertobatan lingkungan.</p>
<p>“Kita melakukan pertobatan lingkungan yaitu dengan tidak menerima karangan bunga dalam bentuk papan namun dalam bentuk pot, boleh anggrek, boleh bonsai,” tegasnya, memperkuat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13 penanganan perubahan iklim dan ke-15 menjaga ekosistem darat.</p>
<p>Tidak berhenti di situ, semangat go green juga berlaku pada setiap acara yang diselenggarakan UKSW. Setiap civitas academica dihimbau untuk tidak lagi menggunakan wadah minum plastik sekali pakai melainkan mulai membudayakan penggunaan tumblr dan tempat minum isi ulang di setiap acaranya.</p>
<p>Kebijakan ini diharapkan akan menjadi kebiasaan yang nantinya juga ditularkan pada keluarga masing-masing di rumah dan semakin meluas, sehingga kesadaran menjaga lingkungan yang dimulai dari hal kecil akan semakin meluas dampaknya.</p>
<p>Melalui komitmen bersama ini, Rektor Intiyas mengajak seluruh mitra UKSW untuk ikut menunjukkan kepeduliannya dalam merawat bumi.</p>
<p>“Mari kita lakukan pertobatan lingkungan bersama supaya kita bisa berdampak bagi dunia. Bumi ini harus lestari dan terus kita rawat dengan mengurangi plastik dan mengurangi sampah-sampah yang tidak bisa diurai oleh bumi ini,” ucapnya sembari menandai partisipasi aktif UKSW dalam pemeringkatan UI Green Metrics dan Times Higher Education.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/01/anggrek-dan-bonsai-hiasi-dies-natalis-uksw-ke-68-aksi-kampus-go-green-pertobatan-lingkungan-untuk-bumi">Anggrek dan Bonsai Hiasi Dies Natalis UKSW Ke-68, Aksi Kampus Go Green Pertobatan Lingkungan untuk Bumi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taman Kota untuk Atasi Pemanasan Global</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/23/taman-kota-untuk-atasi-pemanasan-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 05:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Atasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[Taman kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=426745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Suranto Tjiptowibisono PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Tahun 2024, yang kita rayakan bulan lalu terasa hambar, karena dibarengi oleh suasana panas dan gerah yang menggambarkan keadaan bumi kita yang semakin panas. Hal tersebut mengingatkan kita pada judul film Suzana tempo dulu yang berjudul Bumi Makin Panas. Sebuah ilustrasi, yang menggambarkan keadaan planet bumi kita memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/23/taman-kota-untuk-atasi-pemanasan-global">Taman Kota untuk Atasi Pemanasan Global</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Suranto Tjiptowibisono</p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-426753 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-23-at-11.53.25.jpeg" alt="" width="288" height="304" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-23-at-11.53.25.jpeg 288w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-23-at-11.53.25-142x150.jpeg 142w" sizes="(max-width: 288px) 100vw, 288px" /></p>
<p><strong>PERINGATAN</strong> Hari Lingkungan Hidup Tahun 2024, yang kita rayakan bulan lalu terasa hambar, karena dibarengi oleh suasana panas dan gerah yang menggambarkan keadaan bumi kita yang semakin panas.</p>
<p>Hal tersebut mengingatkan kita pada judul film Suzana tempo dulu yang berjudul Bumi Makin Panas. Sebuah ilustrasi, yang menggambarkan keadaan planet bumi kita memang nampak tidak sedang baik-baik saja keadaannya. Pemanasan global telah menorehkan capaian suhu tertinggi atau terpanas sepanjang tahun 2023, dimana keadaan tersebut belum pernah dialami oleh penduduk dunia yang tinggal di beberapa belahan benua akhir-akhir ini. Hal tersebut berakibat semakin menipisnya lapisan es di beberapa tempat wilayah permukaan bumi, termasuk yang terjadi di Jayawijaya-Papua.</p>
<p>Ini membuktikan bahwa pemanasan global benar-benar terjadi dan melanda serta menimbulkan dampak negatif yang tidak ringan bagi semua makhluk hidup yang ada di permukaan bumi. Hal ini telah diprediksi oleh para ilmuwan, walaupun ada sebagian kecil kelompok atau perorangan yang tidak percaya akan ramalan atau kejadian tersebut. Kenyataan pada saat sekarang dugaan tersebut benar adanya, telah terjadi dan kita dapat merasakan serta mengamati dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Sebagai akibat dari aktivitas manusia, baik di industry dan transportasi yang menyebabkan peningkatan suhu harian telah meningkat jauh lebih tinggi dari prediksi semula yang hanya 10 Celcius, ternyata tercatat telah mencapai 1,50 Celcius. Hal ini berakibat melelehnya beberapa Lapisan es tebal di Kutub atau Antartika dan juga terjadi di daerah paling timur Indonesia-Papua. Meningkatnya suhu bumi mengingatkan penulis ketika tinggal di Horbat lebih dari 35 tahun yang silam, salah satu negara bagian Australia yang letaknya paling selatan yaitu Pulau Tasmania.</p>
<p>Negara bagian tertua ke-4 setelah Sidney, Melbourne dan Adelaide ini menyimpan kenangan yang menakjubkan terutama kondisi lingkungan dengan suhu rata-rata harian yang relatif sejuk ± 110 Celcius di tahun 1990-an jika dibandingkan dengan ke-5 negara bagian lainnya. Apalagi jika dibandingkan dengan Northen Teritory yang bersuhu paling panas. Kota Hobart adalah ibukota dari Tasmania &#8211; dengan ciri utama “Tasmania Devil”.</p>
<p>Hewan mamalia penciri negara bagian ini, disamping harimau Tasmania yang telah mendahului punah di abad 19. Banyak orang di luar negara bagian ini terutama pendatang banyak yang berkelakar “apa sih menariknya “Tasmanian Tiger” yang besarnya hanya satu kambing ini?” Mendengar celotehan tersebut biasanya bangsa Australia yang suka hewan asli negeri Kanguru ini buru-buru menjelaskan bahwa hewan ini mempunyai sifat atau kemampuan yang tidak dipunyai oleh famili atau keluarga harimau yang lain atau jenis singa-singa yang lain atau bahkan jenis kucing yang beragam ukuran dan bentuk serta warna kulitnya. Karena Harimau Tasmania ini mempunyai kemampuan membuka mulutnya hingga 180 derajat. Inilah keajaiban Harimau yang pernah tinggal di bumi dan dekat dengan kutub selatan.</p>
<p>Jika merunut ke belakang tiga setengah abad silam, sungguh kondisi temperature di Kota Hobart benar-benar terasa sejuk cenderung dingin, dengan lelehan salju di atas pegunungan Wellington sebagai” back ground” pemandangan bagi siapa saja yang berjalan atau berkendara menuju kampus utama di Universitas Tasmania. Kota Hobart yang hening dan relatif sangat cocok untuk belajar menuntut ilmu karena Negeri Bagian ini, adalah satu-satunya yang terpisahkan oleh ke-5 negara bagian lainnya yang letaknya dekat dengan Kutub Selatan.</p>
<p>Sungguh makmur dan bahagia warga bangsa Tasmania-Australia dengan luas wilayah ± separuhnya Pulau Jawa dengan penduduk yang hanya berjumlah sekitar setengah juta jiwa. Kota Hobart yang dibangun dengan ciri khas hewan dan tanaman serta alamnya memberikan keunggulan tersendiri bagi seluruh penduduk yang tinggal di negara bagian itu.</p>
<p>Dengan kualitas lingkungan yang benar-benar indah dan asri serta kecantikan akan “Botanical Garden” yang dibangun dan dipelihara hingga kini adalah contoh bagaimana merawat dan menciptakan ekosistem tanaman dalam satu miniatur yang kompleks dengan vegetasi tanaman yang menonjolkan unsur estetika dan edukasi serta riset. Kita perlu mencontoh bagaimana keberlanjutan kebun-kebun botani yang dipunyai oleh negara-negara bagian di Australia itu untuk disebarluaskan di NKRI. Unsur keberlanjutan dalam membangun taman-taman kota adalah salah satu ciri negara-negara maju di dunia yang berkonsepkan pembangunan berkelanjutan. Untuk itu kita boleh belajar dari negara bagian tersebut dan apa saja, yang mungkin dapat kita aplikasikan di negara tercinta ini.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/23/taman-kota-untuk-atasi-pemanasan-global">Taman Kota untuk Atasi Pemanasan Global</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>