<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bola-bola Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bola-bola/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Jan 2021 11:50:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>bola-bola Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bola Cinta Mesut Oziel</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/23/bola-cinta-mesut-oziel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2021 10:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Amir Machmud]]></category>
		<category><![CDATA[bola-bola]]></category>
		<category><![CDATA[mesut oziel]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=142142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // selalu ada kisah orang terbuang// patah hati dalam luka sepak bola// di balik luap cinta// industri terkadang tak berkompromi// menepikan sunyi hati// ketika ada luka ideologi// dan hati yang akan membawa// ke mana melabuhkannya// (Sajak “Mesut Oziel”, 2021) BOLA dan leluhur, bagi Mesut Oziel adalah cinta. Berbunga-bunga hatinya ketika saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/23/bola-cinta-mesut-oziel">Bola Cinta Mesut Oziel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-136779" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// selalu ada kisah orang terbuang// patah hati dalam luka sepak bola// di balik luap cinta// industri terkadang tak berkompromi// menepikan sunyi hati// ketika ada luka ideologi// dan hati yang akan membawa// ke mana melabuhkannya//</em> (Sajak “Mesut Oziel”, 2021)</p>
<p><strong>BOLA</strong> dan leluhur, bagi Mesut Oziel adalah cinta. Berbunga-bunga hatinya ketika saat itu tiba: membentangkan syal Fenerbahce, klub yang diimpikan dalam cita masa kecilnya. Dan, Liga Turki menjadi pelabuhan tempat ia “menjauh” dari kehirukpikukan industri sepak bola di Eropa Barat yang tak jarang mengetengahkan komplikasi politik yang “fobistik”.</p>
<p>Mengapa ia tak mencoba menikmati akhir karier seperti pernah David Beckham tempuh, Raul Gonzales dan Wayne Rooney lakukan, Zlatan Ibrahimovic, Xavi Hernandez, atau Chicharito pilih; Oziel rupanya tak hanya tergoda bayaran bermain di Major League Soccer, Amerika Serikat. Ia lebih memilih mewujudkan cinta, yang bagai menembus lorong waktu menjejak tempat kelahiran kakeknya dalam kehangatan kultur Istanbul.</p>
<p>Bukankah penuh simbolisme hati ketika ia menerima nomor punggung yang tak lazim di klub barunya itu, 67? Itulah kode pos di Provinsi Zonguldak, Turki, tempat tinggal kakek dan neneknya di Distrik Devrek. Pada 1960-an kakek dan nenek Oezil pindah ke Jerman.</p>
<p>Relasi Oziel dan Fenerbahce termaknai sebagai pertemuan dua hati. Mesut Oziel sedang patah hati berkepanjangan di Arsenal. Dia tidak lagi dibutuhkan, dan “Sari Kanaryalar” &#8212; julukan Fenerbahce Spor Kulubu &#8212; menyambutnya sebagai sosok yang memang dinanti-nanti. Darah Turki yang mengalir di tubuhnya menciptakan <em>chemistry</em> cepat, karena Oziel yang Jerman menempuh rute karier ke rumah leluhur.</p>
<p>Cinta sudah mengikatnya dari kecil. Fenerbahce adalah klub yang tercetak di benak sejak ia mengenal sepak bola.</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>CINTA</strong> Oziel di Arsenal seperti terbelah hanya menjadi sekeping kosong hati.</p>
<p>Pemain yang berkemampuan <em>screening ball</em> ala penari ballet dan visioner dalam umpan-umpan ini pernah disebut-sebut sebagai “New Zidane”. Toh, dengan jejak <em>assist</em> yang produktif dan aksi-aksi kelas satu, Oziel terbuang dari barisan Arsenal.</p>
<p>Pelatih Mikel Arteta mencoretnya dari daftar, bahkan dalam kategori cadangan sekalipun. Karena pertimbangan politiskah? Sebelumnya, skema taktik <em>coach</em> Unai Emery juga sering meninggalkan Oziel. Sosok yang paling tahu tentang potensinya dan mampu mengeksplorasi hanya Arsene Wenger, yang pada 2013 merekrutnya dari Real Madrid untuk menjadikannya sebagai episentrum tim.</p>
<p>Wenger paham betapa fantastik Oziel, dan kolaborasi teknis di antara kedua orang ini mampu menghadirkan Sang Ballerina sebagai favorit fans The Gunners. Sampai dia meninggalkan The Emirates, Gooners tetap menunjukkan kesetiaan cinta kepadanya.</p>
<p>Walaupun dibantah dengan justifikasi teknis oleh Arteta dan manajemen Arsenal, sulit dipungkiri, Oziel terbuang dari skuad karena impulsi ekspresi sikap politiknya. Sebagai muslim, terang-terangan dia mendukung suku Uighur di Xinjiang yang banyak terberitakan mengalami diskriminasi politik di Tiongkok. Konon <em>brand</em> Arsenal, termasuk siaran laga-laga di Liga Primer diboikot di Tiongkok karena sebuah unggahan dukungan Oziel di media sosial.</p>
<p>Fobia itu diperparah oleh catatan momen “kebersamaan” Oziel dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 2018. Bersama pemain Jerman berdarah Turki lainnya, Ilkay Gundogan, ia berfoto dengan Erdogan, sosok yang dianggap antagonistik dalam demokrasi Barat.</p>
<p>Setelah mendapat kritikan hebat, Oziel mengumumkan pengunduran diri dari Die Manschaaft, dengan mengunggah pernyataan kecewa. Ia menyebut Asosiasi Sepak Bola Jerman rasis dan “tidak menghormati”. Oziel yang telah mencetak 23 gol dan 40 <em>assist</em> dari 92 <em>caps</em>, dianggap sebagai penyebab penampilan buruk timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Ia menulis keluhan tajam, “Saya orang Jerman ketika kami menang, namun dikatakan imigran ketika kami kalah”.</p>
<p>Warna politis bagaimanapun menjadi persepsi bagi sebagian orang ketika mengamati perlakuan Arsenal terhadap Oziel.</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>SEJARAH</strong> sepak bola bakal memprasastikan jejak kehebatan bakat Oziel. Real Madrid mentransfernya dari Werder Bremen setelah aksi-aksinya yang memikat di Piala Dunia 2010. Sebagai pemain muda, dia sangat menonjol memotori Der Panzer, yang lalu menjadi salah satu <em>nominee</em> terbaik turnamen.</p>
<p>Bersama Loz Blancos, Oziel menjadi “raja <em>assist</em>” yang antara lain melayani Cristiano Ronaldo dengan umpan-umpan memanjakan. Kedua pemain ini menjalin <em>chemistry</em> tak hanya di tengah lapangan. Keduanya punya kesamaan pandangan dalam ekspresi kemanusiaan. Ronaldo menjadi donatur untuk anak-anak Palestina, juga sering mendiskusikan nilai-nilai agama bersama Oziel.</p>
<p>Ketika Oziel dijual ke Arsenal, Ronaldo mengungkapkan kemarahan dan menyebutnya sebagai berita buruk. “Dia orang yang sangat tahu gerakan saya di depan gawang,” tuturnya.</p>
<p>Dalam pandangan Arsene Wenger, Oziel unggul dalam visi dan <em>skill</em> eksepsional. Kelembutan sentuhan bolanya mirip gerakan dribel Zinedine Zidane. Sesekali, umpan daerah yang dia kirim seperti asal-asalan, namun mata elang Oziel menjadi naluri, betapa ia melihat ada teman sedang bergerak untuk mendapatkan bola di ruang yang dia buka.</p>
<p>Catatan umpan menjadi bukti ia bukan pemain egois, lebih mementingkan kemenangan tim ketimbang menonjolkan ambisi mencetak gol. Jumah 253 <em>assist</em> dari 653 laga memosisikan Oziel sebagai peringkat keempat pemain Abad 21 yang menorehkan umpan matang terbanyak setelah Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Luis Suarez.</p>
<p>Keistimewaan ini membuat dia lebih banyak menjadi pelayan bagi rekan-rekannya. Pelatih tim nasional U-21 Jerman, Horst Hrubesch pernah mengatakan, “Kami di sini memuji Wayne Rooney, Ronaldo, atau Messi, tetapi harus kita puji Messi kita sendiri. Messi kami adalah Mesut Oziel”.</p>
<p>Sedangkan rekannya di Real Madrid, Xabi Alonso memuji Oziel sebagai “jenis pemain yang Anda tidak menemukannya hari ini. Dia mengerti permainan, melihat hal-hal, menggabungkan dan berkembang antara garis-garis, tim lawan&#8230;”</p>
<p>Di tengah riuh industri kompetisi, sepak bola sejatinya penuh petualangan raga, hati, dan rasa. Oziel telah menunjukkan bakat menonjol sejak mulai bermain di klub Schalke 04, matang bersama Werder Bremen, mendunia di Real Madrid, dan sempat menjalani fase luar biasa ketika bermain untuk Arsenal dari 2013 hingga 2020.</p>
<p>Dalam kenyamanan rasa di Fenerbahce, akan dibuktikan sejauh mana ikatan cinta mampu terekspresikan ke kanvas permainan, loyalitas, dan kontribusi.</p>
<p>Dunia menunggu Mesut Oziel membuktikannya&#8230;</p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis olahraga, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/23/bola-cinta-mesut-oziel">Bola Cinta Mesut Oziel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkat “Iniesta”, Senyum Messi Merekah Kembali</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/16/berkat-iniesta-senyum-messi-merekah-kembali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 10:37:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[bola-bola]]></category>
		<category><![CDATA[lionell messi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=140560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // ia menemukan kembali kegembiraan// senyum yang hampir hilang// ia luapkan lagi buncah kebahagiaan// seperti bocah yang lama hilang// dan, ke mana Messi memutuskan pergi?// (Sajak “Pilihan Jalan”, 2020) KITA sepaham bahwa hidup adalah pilihan, bukan? Dan, pastilah selalu ada skenario yang akan ditempuh dari pilihan-pilihan opsional. Terkadang hanya ada satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/16/berkat-iniesta-senyum-messi-merekah-kembali">Berkat “Iniesta”, Senyum Messi Merekah Kembali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-136779" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// ia menemukan kembali kegembiraan// senyum yang hampir hilang// ia luapkan lagi buncah kebahagiaan// seperti bocah yang lama hilang// dan, ke mana Messi memutuskan pergi?//</em> (Sajak “Pilihan Jalan”, 2020)</p>
<p><strong>KITA</strong> sepaham bahwa hidup adalah pilihan, bukan?</p>
<p>Dan, pastilah selalu ada skenario yang akan ditempuh dari pilihan-pilihan opsional. Terkadang hanya ada satu pilihan, semacam <em>point of no return</em>, tetapi acap kali pula manusia dihadapkan pada lebih dari satu peluang yang sama kuatnya; tergantung dia putuskan memilih yang mana.</p>
<p>Dengan segala pertimbangan, opsi yang kemudian diyakini sejatinya juga bermuatan spekulasi. Tak bisa dikatakan dari awal bahwa itu adalah pilihan terbaik. Ya, bagaimana jika setelah dijalani ternyata mengetengahkan hidup yang lebih buruk dari sebelumnya?</p>
<p>Hari-hari ini, Lionel Andres Messi dihadapkan pada setidak-tidaknya tiga skenario pilihan masa depan. Dia tidak seperti Cristiano Ronaldo yang mantap memilih tanpa kontraksi rumit, seperti ketika memutuskan pindah dari Manchester United ke Real Madrid pada 2009, atau berlabuh ke Juventus pada 2018.</p>
<p>Terkondisi oleh ikatan hati dengan Barcelona sejak masa kecilnya, Leo Messi tampak terkomplikasi ketika pada tahun ini harus memutuskan: meninggalkan Camp Nou, atau bertahan sebagai <em>one-club man</em> hingga menutup karier.</p>
<p>Spekulasi tentang masa depan Messi memunculkan tiga skenario. Pertama, pindah dengan status bebas transfer ke Paris St Germain. Kedua, hijrah ke Manchester City. Dan ketiga, menghabiskan sisa karier di Barcelona.</p>
<p>Ketiga skenario itu memiliki kekuatan argumentasi masing-masing. Dan, opsi mana yang kira-kira paling memungkinkan?</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>MAGNET</strong> utama untuk bertualang ke Ligue 1 bersama PSG adalah sosok Neymar Junior, kemudian Angel di Maria, dan Mauricio Pochettino. Salah satu pemicu komplikasi relasi Messi dengan manajemen Barca adalah ketika Neymar hengkang ke Liga Prancis, dan keengganan mendatangkan kembali penyerang asal Brazil itu.</p>
<p>Neymar merupakan sahabat terbaik Messi di dalam maupun di luar lapangan, sama seperti Luis Suarez yang kini berbaju Atletico Madrid. Ketiganya pernah membentuk Trio MSN di era kepelatihan Luis Enrique, sebagai trio yang sangat ditakuti lawan. Produktivitas gol dan aksi-aksi mereka disebut “lebih dari batas-batas teknis kemampuan bersepak bola”.</p>
<p>Impian membentuk Trio MNM (Messi, Neymar, Kylian Mbappe) akan terwujud jika Messi bergabung ke PSG. Pelatih Mauricio Pochettino yang juga berasal dari Argentina merupakan magnet lain bagi Messi, di samping rekannya di tim nasional, Angel di Maria. Poch diyakini bakal meracik skema permainan ofensif untuk menjadikan PSG sebagai daya tarik baru klub dunia.</p>
<p>Pada bagian lain, Liga Primer menjadi menarik lantaran keberadaan Pep Guardiola, pelatih yang ikut andil membesarkan Messi lewat trio <em>tiki-taka</em> yang telepatis, yakni Messi, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta. Manchester City yang tengah bertambisi memenuhi hasrat kejayaan di Eropa membutuhkan suntikan bintang sekaliber Sang Alien.</p>
<p>Liga Inggris lebih menantang dan menuntut fisik prima. Dalam usianya sekarang, 33, mungkin Ligue 1 lebih pas untuk Messi, namun daya tarik Pep dan sejarah kedekatannya di masa lalu bisa menjadi pertimbangan untuk memilih opsi ke Inggris. Pep diyakini mampu menyiapkan skema taktik yang bisa mengeksplorasi dan membangkitkan potensi Messi. Dari sisi kekuatan finansial, City dengan Sheikh Mansour-nya tidak akan mengecewakan, sama dengan Nasser Al-Khelaifi yang memegang saham terbesar PSG.</p>
<p>Skenario ketiga merupakan moderasi dari berbagai opsi yang tentu paling diharapkan oleh bukan hanya Barca, tetapi juga La Liga. Messi bertahan di Barca!</p>
<p>Opsi ini butuh berbagai pemenuhan syarat yang terkait dengan bagaimana menumbuhkan kembali kebahagiaan Messi. Dalam separuh musim 2019-2020 dan setengah perjalanan musim 2020-2021 ini, La Pulga dihadapkan pada problem kegembiraan bermain. Dia memang diperlakukan istimewa dibandingkan dengan pemain mana pun, dan sikapnya yang belakangan dianggap menuntut macam-macam dan menentukan setiap keputusan manajemen, membuat tidak nyaman sebagian rekannya.</p>
<p>Kini, dalam status sebagai pemain bebas transfer hinga Juni mendatang, performa Messi tampak mulai memulih. Dia menentukan kemenangan hampir dalam setiap laga. Hubungannya dengan sejumlah pemain seperti Antoine Grezmann, Gertald Pique, dan Sergio Busquets dinilai membaik. Apalagi sekarang dia menemukan kembali “Iniesta” yang dulu sangat memahami dan melayani permainannya.</p>
<p>“Iniesta” hadir melalui Pedri Gonzales, pemain berusia 18 dari Las Palmas yang mulai dipercaya oleh pelatih Ronald Koeman. Pertandeman <em>young gun</em> itu dengan Messi menghasilkan manuver-manuver baru dan produktivitas dang megabintang.</p>
<p>Dalam laga melawan Athletic Bilbao pada pekan ke-17, Messi yang memainkan peran <em>false nine</em> membukukan dua gol. Salah satunya berkat umpan tumit Pedri dalam kerja sama satu-dua yang terasa telepatis. Tik-tak dua pemain beda angkatan ini mengingatkan pada masa kejayaan <em>tiki-taka</em> yang antara lain tersimbolisasi lewat <em>chemistry</em> Messi &#8211; Iniesta.</p>
<p>Kegembiraan bermain Messi juga tampak ketika menciptakan gol ke gawang Real Valladolid pada pekan ke-14, yang lahir dari kolaborasi dengan Pedri.</p>
<p>Kegembiraan demi kegembiraan. Senyum Messi &#8212; yang hampir setahun ini jarang terlihat di tengah pertandingan &#8211;, mengembang. Atmosfer seperti inikah yang menjadi tanda-tanda Messi akan bertahan di Camp Nou?</p>
<p>Dalam laga pekan ke-18, ekspresi kebahagiaan Messi semakin terlihat saat mencetak dua gol dengan cara dan gaya seperti pada masa-masa puncaknya. Tandemnya, Griezmann juga menoreh dua gol. Kedua pemain yang sering disorot tidak akur itu selalu berpelukan meluapkan kegembiraan merayakan setiap gol.</p>
<p>Problem Messi, selain ketidaksepahaman dengan manajemen dalam sejumlah hal, juga terait dengan kondisi di tengah lapangan. Pemain-pemain yang disiapkan menjadi pendamping, hampir seluruhnya gagal unjuk kemampuan dan <em>chemistry</em>, termasuk Griezmann yang baru belakangan ini memperlihatkan ledakan-ledakan gol dan kesepahaman bermain.</p>
<p>Bukankah bakal menyejarah, andai Pedri Gonzales yang menjadi faktor pengikat Messi tetap bertahan di Barelona? Pada sisi lain, dia memperlihatkan diri sebagai masa depan Barca bersama Ansu Fati yang masih berjuang melawan cedera, dan “The Nexkt Xavi” Riqui Puig.</p>
<p>Dari tiga skenario pilihan Messi, opsi manakah yang paling dia &#8212; dan kita &#8212; kehendaki?</p>
<p><em>Amit Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis olahraga, Ketua PWI Provinsi Jateng</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/16/berkat-iniesta-senyum-messi-merekah-kembali">Berkat “Iniesta”, Senyum Messi Merekah Kembali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Senyap La Liga, Sunyi Kompetisi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/09/senyap-la-liga-sunyi-kompetisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 09:09:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[bola-bola]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dalam sunyi// peperangan takkan berarti// dalam sepi// kompetisi tak punya api// dalam senyap// rindu yang terbukti// makin jauhkah kalian// dari mereka yang memberi warna// (Sajak “La Liga”, 2021) PERLAHAN-LAHAN, api La Liga memadam. Dan, ketemaraman itu kita rasakan bukan? Dia menjauh dari status sebagai pusat gravitasi sepak bola dunia. Kompetisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/senyap-la-liga-sunyi-kompetisi">Senyap La Liga, Sunyi Kompetisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-136805" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// dalam sunyi// peperangan takkan berarti// dalam sepi// kompetisi tak punya api// dalam senyap// rindu yang terbukti// makin jauhkah kalian// dari mereka yang memberi warna//</em> (Sajak “La Liga”, 2021)</p>
<p><strong>PERLAHAN-LAHAN</strong>, api La Liga memadam. Dan, ketemaraman itu kita rasakan bukan?</p>
<p>Dia menjauh dari status sebagai pusat gravitasi sepak bola dunia. Kompetisi tak berhenti, tetapi peperangan boleh jadi kehilangan sebagian getar makna.</p>
<p>Waktu seperti malas bergulir memasuki musim 2021-2022 nanti. Masih tersisakah momen-momen berkelas dalam keingarbingaran pertemuan antara “dua maharaja” Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, mewarnai bab demi bab kitab kompetisi?</p>
<p>Rasanya, yang tersisa hanya bagian tentang kerinduan.</p>
<p>Hanya Liga Primer yang berdaya saing menandingi Liga Spanyol. Itulah realitasnya. Bundesliga terpaku pada rivalitas Der Klassiker Bayern Muenchen vs Borussia Bortmund. Ligue 1 hanya mengetengahkan pergulatan prestise Paris St Germain vs Olympique Lyon, sedangkan Eredivisie menyajikan dominasi kuat Ajax Amsterdam. Sementara itu, Liga Serie A belum mendekati atmosfer puncak saat Silvio Berlusconi membangun Tim Impian AC Milan pada 1990-an. Dia mengusung konsep wacana sepak bola global yang tanpa sekat.</p>
<p>Sebelum itu, ketika Napoli mengambil Diego Maradona dari Barcelona pada akhir 1980-an, Liga Italia sudah bergerak mengguncang jagat. Napoli berkembang menyimbolisasikan perlawanan Italia Selatan kepada representasi “utara yang kaya” seperti Juventus dan Internazionale Milan. Para pemain bintang datang sebagai laron-laron yang mengerubungi sinar terang di langit <em>azzurri</em>.</p>
<p>Sejatinya, La Liga adalah magnet dengan atraksi-atraksi sirkus, yang dari musim ke musim punya aktor-aktor ikonik.</p>
<p>Ya, bukankah nyatanya parameter kehebohan liga-liga dunia antara lain dilihat dari sebesar apa “keramaian” yang diciptakan karena para pemain top beredar di sana? Dalam industri kompetisi, tren budaya pop menjadi roh mediatika.</p>
<p>Nah, ketika Cristiano Ronaldo pergi, dan Messi berkemungkinan meninggalkan Camp Nou, apa pula yang akan terjadi di langit La Liga?</p>
<p>Tak ada lagi Los Galacticos. Tak berjejak pula tim <em>tiki-taka</em> yang menyuguhkan eksotika skema cara bermain tiada duanya. Dalam fakta rivalitas musim ini, Atletico Madrid dan Real Madrid masih kuat dalam kolektivitas performa, tapi tidak dalam wajah atraktif karena bintang-bintang yang menjadi faktor pembeda.</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>PERTANYAAN</strong> “Bakal bagaimana Barcelona tanpa La Pulga”, sesungguhnya juga analog dengan kegelisahan: “Sesenyap apa La Liga tanpa ‘sang alien’?”</p>
<p>Belum ada satu pun pemain “pembeda” yang memberi jaminan mampu mendekati peran Messi. Pelatih Ronald Koeman boleh saja merancang skema permainan yang mencoba melepas kebergantungan dari Leo Messi, namun sejauh ini apa yang terbukti?</p>
<p>Nyawa dan jiwa dalam sebuah raga. Itulah gambaran peran Messi di Barcelona selama 15 tahun ini. Dan, ketika peraih enam Ballon d’Or itu dirundung banyak masalah, Barca yang merasakan akibatnya. Dalam skala lebih luas, mengimbas juga ke La Liga.</p>
<p>Premisnya membentuk logika: Messi yang bermain minus kegembiraan saja masih menjadi penentu dalam sejumlah laga, apalagi ketika masih diliputi gairah menyala-nyala sebelum hubungannya dengan klub memburuk.</p>
<p>Andai akhirnya dia meninggalkan La Liga, tak terbayangkan betapa laga demi laga dalam industri kompetisi di Spanyol itu bakal kehilangan sebagian pesonanya. Ada cahaya yang sirna, ada magnet yang menguap lenyap. Dan, sulit ditampik, datanglah senyap.</p>
<p>Secara alamiah, pemain bintang datang silih pergi di sebuah medan kapitalisme kompetisi. Perputaran uang bicara. Namun kaliber bintang berkelas “maha” atau “mega” hanya muncul dalam waktu yang tidak mudah dikalkulasi.</p>
<p>Sampai Real Madrid dan Barcelona mendapatkan Ronaldo dan Messi, banyak talenta hebat yang sebelumnya telah memberi warna, akan tetapi “maqam”-nya berbeda, tak mendekati dua manusia langka itu.</p>
<p>Barca punya sejarah menderetkan nama-nama seperti Johan Cruyff, Ronaldo Luis Nazario, Rivaldo, Zlatan Ibrahimovic, Deco, Samuel Eto’o, Ronaldinho, Xavi Hernandez, hingga Andres Iniesta. Barisan dahsyat yang susul menyusul itu masih sulit dijajari oleh generasi Antoine Griezmann, Ouesmane Dembele, Miralem Pijanic, atau Philippe Coutinho sekarang.</p>
<p>Madrid juga menjadi “kerajaan” bagi para <em>galacticos</em> sekaliber Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, Luis Figo, Pedrag Mijatovic, Raul Gonzales, Mesut Oziel, Robinho, Luka Modric, dan Sergio Ramos. Ketika CR7 pindah ke Juventus, tak ada sang pembeda meskipun masih tersisa Karim Benzema, Casimero, Rodrygo, dan Vinicius Junior. Juga Gareth Bale dan Eden Hazard yang lebih banyak bergulat dengan cedera.</p>
<p>Di Wanda Metropolitano, Atletico Madrid dengan “sepak bola jalanan” arahan Diego Simeone seperti menjadi penyedia dan tempat pembajaan bakat-bakat hebat. Nah, apa kabar Joao Felix, remaja yang disebut-sebut sebagai The Next Ronaldo?</p>
<p>Adalah fakta, betapa tanpa sosok yang betul-betul eksepsional, pamor La Liga akan terpengaruh. Jika Messi benar-benar pergi dengan status bebas transfer, sebesar apa daya tarik yang masih ditawarkan Liga Spanyol?</p>
<p>Dalam usia 33, di antara banyak faktor psikologis terkait hubungan  peersolan dan profesionalnya dengan Barcelona, hanya satu yang ada dalam pikiran La Pulga: menemukan kembali kegairahan bersepak bola. Kegairahan pastilah tak lepas dari kegembiraan.</p>
<p>Dalam separuh musim ini, dia belum berhasil membangkitkan kegembiraan bermain. Messi juga butuh kehadiran suasana dikelilingi orang-orang yang mempercayai dan menyayanginya&#8230;</p>
<p>Apakah era kemonceran La Liga hanya akan menyisakan ceritera?</p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis olahraga, Ketua PWI Jateng</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/senyap-la-liga-sunyi-kompetisi">Senyap La Liga, Sunyi Kompetisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Betapa Puitis Sepak Bola&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/26/betapa-puitis-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2020 08:48:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[bola-bola]]></category>
		<category><![CDATA[PSIS]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[soccer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS KAU tentu merasakan bukan, betapa puitis sepak bola? Pemain bintang ibarat penyair yang menggurat narasi lewat diksi-diksi dari kekuatan ekspresi seni. Bahkan pemain yang sebengal Viny Jones, Paul Gascoigne, Eric Cantona, Antonio Cassano, atau Mario Balotelli pun menyimpan ungkapan berbait-bait sajak. Pelatih pintar adalah narasi elok dalam syair. Gol-gol adalah produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/26/betapa-puitis-sepak-bola">Betapa Puitis Sepak Bola&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-135234" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><strong>KAU</strong> tentu merasakan bukan, betapa puitis sepak bola?</p>
<p>Pemain bintang ibarat penyair yang menggurat narasi lewat diksi-diksi dari kekuatan ekspresi seni. Bahkan pemain yang sebengal Viny Jones, Paul Gascoigne, Eric Cantona, Antonio Cassano, atau Mario Balotelli pun menyimpan ungkapan berbait-bait sajak.</p>
<p>Pelatih pintar adalah narasi elok dalam syair. Gol-gol adalah produk seni anggitan karya-cipta-karsa manusia. Gaya dan taktik permainan adalah pilihan diksi, dari rangkaian huruf menjadi untai kalimat dan struktur bangunan keagungan karya yang membahasakan makna.</p>
<p>Betapa puitis Pele, Diego Maradona, Ronaldo Nazario, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi. Itulah celah hati dan rasa untuk melihat dengan cara yang sama terhadap Mario Zagalo, Tele Santana, Helenio Herrera, Luis Cesar Menotti, Helmut Schoen, Enzo Bearzot, Rinus Michels, hingga Alex Ferguson, Jose Mourinho, Vicente del Bosque, Didier Deschamp, Pep Guardiola, dan Juergen Klopp sebagai tebaran manusia penuh cahaya syair; tak cukup membahasakan mereka dengan kesimpulan mengenai A, B, C watak-watak manusia.</p>
<p>Seutuhnya, para tokoh itu adalah bahasa tanda tentang manusia, ide, seni, dan kemanusiaan.</p>
<p>Kau pasti juga menghayati, 22 pemain yang berlaga di kehijauan rumput teater megah sebuah stadion sedang memerankan lakon kehidupan. Mereka memainkan peran dalam kemasan konser konfrontatif tentang nilai-nilai perjuangan. Ada pantulan tentang katarsis hdup manusia di sana.</p>
<p>Di panggung bola tertuang bermacam-macam karakter, dan jadilah lapangan itu formasi orkes kehidupan yang bergerak, terus bergerak dengan latar irama senandung laga, lantunan denting kecapi, partitur yang memformulasikan secara dinamis manusia-manusia dengan spirit, elan, dan etosnya.</p>
<p>Kau mungkin masih ingat, empu bola Argentina, Cesar Menotti pernah mengatakan, tim sepak bola tanpa pemain bintang ibarat negeri yang tanpa penyair. Pelatih berideologi “kiri” itu hendak membahasakan betapa permainan butuh imajinasi, sebuah kesebelasan butuh sosok yang menginspirasi, mampu memberi daya hidup, angan perubahan, dan mengguncang kemapanan. Itulah ruh yang “menghidupkan”.</p>
<p>Menotti, peracik taktik Tim Tango juara Piala Dunia 1978 dan membimbing Maradona cs meraih trofi junior 1979 memberi kebebasan berimajinasi bagi para pemain bintangnya. Pergerakan lentur Osvaldo Ardilles &#8212; lembut cerdik di tengah tubuh-tubuh kekar dan gestur kejam rekannya &#8212; tampak begitu puitis dalam tim 1978. Kau pastilah mengenang pula, betapa liar Diego Maradona mengekspresikan “ayat-ayat” sepak bola saat mengonduktori tim junior 1979.</p>
<p>Pembuktian eksistensi karier Gianluigi Buffon dan Zlatan Ibrahimovic dalam usia yang menyentuh kepala empat, keperkasaan fisik Ronaldo, dan kemuraman hari-hari Messi di ujung kebersamaan dengan Barcelona, menorehkan sajak-sajak dan filosofi kehidupan di kanvas kemanusiaan.</p>
<p>Merekalah ekspresi anak manusia dalam berjuang untuk selalu “ada”, manusia yang berkehendak kuat untuk “berbeda”, dan manusia yang betapa pun bersematkan predikat sebagai alien, toh tetap saja anak yang berkelindan dengan keresahan, kemarahan, dan keinginan bebas merdeka. Sepak bola, dengan narasi puitiknya, menjadi angan pembebasan kreasi.</p>
<p>*  *  *</p>
<p><strong>CATATLAH</strong>, para ahli dari berbagai disiplin ilmu meneliti permainan olahraga ini untuk memburu kesimpulan: apa dan bagaimana, mengapa dan ada apa; refleksi dan analogi kehidupan dari sisi yang mana; untuk digali sampai ke detail kedalaman, karena tak mungkin tidak ada apa-apa mengapa sepak bola begitu “diimani” oleh umat manusia sejagat sebagai ritus yang membuat seolah-olah kita “intrance”.</p>
<p>Dia bukan hanya ritus sosial dengan segala misteri dan histerianya, namun bahkan telah menaklukkan hati manusia: mempertemukan, memersatukan, memobilisasinya dalam kesamaan rasa dan cara pandang; semacam dakwah bagi syiar “memeluk agama” bernama sepak bola.</p>
<p>Kau resapilah, bukankah puisi-puisi sepak bola laksana mengepung hari-hari kita dengan ayat-ayat keindahan, romantisme, pergulatan rasa dalam ungkapan gembira, sedih, marah, dan berjuta rasa? Juga doktrin-doktrin “ideologis” yang membedakan rezim sepak bola Herrera, rezim Santana, rezim Johan Cruyff, atau rezim Guardiola. Permainan yang telah dikemas sebagai industri bergurita kapitalistis, namun tetap menebar buih-buih syair keindahan.</p>
<p>Jadi mengapa saya selalu mengekspresikan penghayatan, opini, dan perenungan tentang dinamika industri sepak bola lewat puisi-puisi?</p>
<p>Ya, sangat menyederhanakan makna apabila kau mendekati dan memahami sepak bola hanya sebagai tontonan dua tim yang bertanding, lalu kalian hanya menanti kemenangan, kekalahan, atau skor imbang. Ada segi-segi kehidupan yang lembut-menyentuh dari olahraga ini, yang bermukim dalam lipatan tersembunyi.</p>
<p>Acapkali, nikmatilah dia, sepak bola: sebagai puisi&#8230;</p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan SUARABARU.ID, kolumnis olahraga, Ketua PWI Provinsi Jateng</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/26/betapa-puitis-sepak-bola">Betapa Puitis Sepak Bola&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spiderman Afrika, “It’s Showtime”!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/11/21/spiderman-afrika-its-showtime</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2020 10:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[bola-bola]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[edouard mendy]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=127179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //&#8230;simaklah dia betapa loyal// pasrah menjadi tembok// dalam pilihan risiko// : dicerca atau dipuja// dengan lompatan dan adangan// kaki, badan, dan tangan// bisa pula kepala// agar bola tak menerpa jala&#8230;// (Sajak &#8220;Sang Laba-Laba Afrika&#8221;) KISAH Thomas N’Kono yang menginspirasi seorang bocah pada 1990, menjadi ilustrasi betapa subur Afrika sebagai salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/21/spiderman-afrika-its-showtime">Spiderman Afrika, “It’s Showtime”!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-127175" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg" alt="" width="1280" height="344" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 1280w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x108.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-1024x275.jpg 1024w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-768x206.jpg 768w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-640x172.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-681x183.jpg 681w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>//&#8230;simaklah dia betapa loyal// pasrah menjadi tembok// dalam pilihan risiko// : dicerca atau dipuja// dengan lompatan dan adangan// kaki, badan, dan tangan// bisa pula kepala// agar bola tak menerpa jala&#8230;//</em> (Sajak &#8220;Sang Laba-Laba Afrika&#8221;)</p>
<p><strong>KISAH</strong> Thomas N’Kono yang menginspirasi seorang bocah pada 1990, menjadi ilustrasi betapa subur Afrika sebagai salah satu kawasan sumber penjaga gawang hebat. Ketika kita belajar tentang inspirasi secara akademik dan empirik, agaknya kisah nyata ini patut direferensikan.</p>
<p>Tahukah Anda, bocah yang terkagum-kagum kepada N’Kono itu kelak menjadi kiper terbaik dunia?</p>
<p>Gianluigi Buffon, yang ketika itu masih 13 tahun, intens mengikuti aksi-aksi atraktif tim Singa-Singa Perkasa Kamerun di Piala Dunia 1990. Gigi minta orang tuanya membelikan kostum kiper dan sarung tangan, padahal di Akademi Parma tempat berlatih, dia terbiasa menjadi gelandang. Kekaguman kepada N’Kono mendorong Gigi Buffon untuk beralih sebagai kiper.</p>
<p>Dari klub Parma yang membinanya, dia kemudian matang beresama Juventus. Dari Juve pada pengujung kariernya, Gigi menikmati satu musim kompetisi di Paris St Germain, lalu dalam usia 40 kembali mengawal gawang La Vecchia Signora. Dia mampu merawat kebugaran menyamai usia karier sang idola.</p>
<p>Thomas N’Kono adalah legenda Kamerun yang paripurna. Namanya sejajar dengan Roger Milla, Francoise Omam Biyick, Andre Kana Biyick, dan Samuel Eto&#8217;o. Di Spanyol 1982, Kamerun tersisih di babak grup hanya karena selisih gol dari Italia yang akhirnya juara. Waktu itu dunia mengakui, kunci ketangguhan Kamerun ada di bawah mistar gawang. Egilitas, reaksi, kepemimpinan, dan gaya akrobatik N’Kono betul-betul mewakili impresivitas kehadiran wakil Afrika di putaran final Piala Dunia.</p>
<p><em>Show</em> ketangguhan N’Kono berlanjut di Italia 1990. Dia mengantar negerinya membedah sejarah lolos ke perempatfinal Piala Dunia, antara lain dengan mengalahkan juara bertahan Argentina, Rumania, dan Kolombia. Hanya karena kekurangberuntungan, The Indomitable Lions tersingkir oleh Inggris di perempatfinal.</p>
<p>Sampai usia 40, dia tetap dipercaya mengawal gawang tim nasional, di samping meniti karier di Espanyol selain klub-klub lokal Kamerun.</p>
<p>N’Kono menjadi representasi kekayaan Afrika akan kiper tangguh yang kemudian mendunia. Fakta terkini dibuktikan oleh Edouard Mendy, anak Senegal yang menjadi salah satu transfer terbaik Chelsea musim ini. Dalam usia 23, eks kiper Rennes itu direkrut The Blues atas rekomendasi Direktur Teknik Petr Cech, setelah dibandingkan dengan 40 calon kiper lainnya.</p>
<p>Chelsea seperti menemukan mutiara setelah dibuat pusing oleh inkonsistensi penampilan kiper utama berharga Rp 1,3 triliun, Kepa Arrizabalaga.</p>
<p>Performa awal Mendy benar-benar mengaduk kenangan, seperti reinkarnasi N’Kono yang pada dasawarsa 1980 hingga 1990-an diakui sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Petr Cech memuji kelengkapan Mendy dalam hal ketenangan, reaksi, kemampuan membaca pergerakan pemain lawan, dan ketangguhan yang dihadirkan di Stamford Bridge.</p>
<p>Presisi amatan Cech tidak main-main. Kompetensinya sebagai legenda kiper Chelsea cukup menjelaskan kapasitas untuk menilai kelayakan seorang <em>portiere</em>. Simaklah bagaimana para analis memuji Mendy, “Bersama Edouard Mendy, Chelsea sudah lupa rasanya kebobolan”.</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>SEJATINYA</strong>, tidak sedikit kiper Afrika yang meraih tempat sebagai legenda. Thomas N’Kono boleh jadi “great of the great”, namun berderet nama lain tak bisa diabaikan. Kamerun termasuk negara paling produktif dengan legenda-legenda Andre Onana, Joseph Antonine-Bell, Jacques Songo&#8217;o, dan Idris Khameni.</p>
<p>Nigeria menyetor setidak-tidaknya dua legenda, Peter Rufai dan Vincent Enyeama. Kita juga mengenal Mokhtar Naili, penjaga gawang Tunisia yang memesona di Piala Dunia 1978, disusul “reinkarnasinya” Ali Boumnijel. Maroko punya sejarah Badou Ezzaki, banteng yang sulit ditaklukkan di Piala Dunia 1986. Yang juga wajib dicatat tentulah Richard Kingson dan Tony Silva, legenda-legenda Ghana.</p>
<p>Pun, Anda pasti ingat nama ini: Bruce Grobbelaar, kiper akrobatik Liverpool pada era 1980 &#8211; 1990-an. Pemain yang terkenal suka melawak itu lahir dari Zimbabwe, negeri yang <em>notabene</em> tidak masuk dalam peta utama sepak bola Afrika.</p>
<p>Selama ini, kiper-kiper Italia, Jerman, Ceko, dan Spanyol menguasai deret elite penjaga gawang dunia. Tetapi ketika klub-klub besar Eropa merasa perlu menggunakan jasa para laba-laba Afrika, fenomena itu tentu menunjukkan sebuah pengakuan kualitatif.</p>
<p>Terlalu pendek waktu untuk memperkirakan masa depan Edouard Mendy. Faktaya, pemain yang didapat Chelsea dengan harga 22 juta paun atau Rp 410 miliar itu sudah mengawali petualangan secara meyakinkan. Faktor konsistensilah yang akan menentukan, dia mampu menjajari posisi Thomas N’Kono atau tidak.</p>
<p>Perjalanan masih panjang, namun inilah “<em>Show time</em> untuk sang spiderman Afrika”&#8230;</p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan SUARABARAU.ID, kolumnis olahraga, Ketua PWI Jateng.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/21/spiderman-afrika-its-showtime">Spiderman Afrika, “It’s Showtime”!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>