<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ayah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ayah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Mar 2023 11:50:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>ayah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ayah di Pemalang Tega Banting Anaknya hingga Tewas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/13/ayah-di-pemalang-tega-banting-anaknya-hingga-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Mar 2023 11:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[banting]]></category>
		<category><![CDATA[pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[rtewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=322048</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sungguh tega kelakuan seorang ayah berinisial KA (28), warga Desa Rowosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Dia tega melakukan kekerasan fisik pada anak kandungnya yang masih balita hingga meregang nyawa. Akibatnya, pelaku digelandang ke Mapolres Pemalang Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya “Tersangka ini sempat melarikan diri ke Desa Kedondong, Kecamatan Susukan, Kota Cirebon, Jawa Barat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/13/ayah-di-pemalang-tega-banting-anaknya-hingga-tewas">Ayah di Pemalang Tega Banting Anaknya hingga Tewas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMALANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sungguh tega kelakuan seorang ayah berinisial KA (28), warga Desa Rowosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Dia tega melakukan kekerasan fisik pada anak kandungnya yang masih balita hingga meregang nyawa. Akibatnya, pelaku digelandang ke Mapolres Pemalang Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya</p>
<p>“Tersangka ini sempat melarikan diri ke Desa Kedondong, Kecamatan Susukan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (11/3) kemarin. Namun kami berhasil mengamankan dia,” jelas Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, di Media Center Wicaksana Laghawa, Senin (13/3).</p>
<p>Kapolres mengungkapkan, tersangka bersama istri dan anaknya yang masih berusia 2,5 bulan tinggal serumah dengan mertuanya. Kejadian bermula saat tersangka KA menggendong anaknya sambil berjalan menuju teras di depan rumah, Jumat (10/3) sore.</p>
<p>Sesampainya di teras rumah, kemudian tersangka duduk di sebelah mertuanya R. Tanpa sebab tiba-tiba KA memukul kening sebelah kiri mertuanya. Tersangka KA berdiri, lalu melempar korban yang ia gendong ke halaman rumah sejauh kurang lebih 1 meter.</p>
<p>“Setelah melakukan perbuatan tersebut, tersangka KA pergi meninggalkan rumah,” imbuh Kapolres Pemalang.</p>
<p>Sementara itu, saudara R langsung mengangkat korban, dan mendapati wajah korban penuh dengan luka memar. Kemudian bergegas memanggil ibu korban, dan membawanya ke RSUD. Namun nahas sesampainya di rumah sakit, hasil pemeriksaan menyatakan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.</p>
<p>Hingga kini, polisi masih terus mendalami apa motif pelaku KA tega membanting anaknya hingga meninggal dunia. &#8220;Korban inisial IA usai dibanting langsung dibawa ke Puskesmas lalu dirujuk ke RSUD Kraton Pekalongan. Saat itu pihak RSUD memastikan korban sudah meninggal dunia,&#8221; lanjut dia.</p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 44 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.</p>
<p>Selain itu juga diancam pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun ditambah sepertiga dari ketentuan apabila dilakukan orang tuanya, dan denda paling banyak Rp 3 miliar.</p>
<p><strong>Moh Hamzah</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/13/ayah-di-pemalang-tega-banting-anaknya-hingga-tewas">Ayah di Pemalang Tega Banting Anaknya hingga Tewas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Tegal, Ayah Cabuli Anak Tiri Pengidap Down Syndrome</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/25/di-tegal-ayah-cabuli-anak-tiri-pengidap-down-syndrome</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/25/di-tegal-ayah-cabuli-anak-tiri-pengidap-down-syndrome#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2021 22:25:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[cabuli]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<category><![CDATA[tiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=192876</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211; Perlakuan bejad seorang ayah di Tegal, Asari (54), warga Desa Proto RT 03 RW 03, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan ke polisi karena telah mencabuli anak tirinya JS (11). Mirisnya, korban merupakan berkebutuhan khusus (down syndrome). Pelaku dilaporkan oleh istrinya sendiri dan akhirnya diamankan petugas Unit PPA Satreskrim Polres Tegal. &#8220;Tersangka melakukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/25/di-tegal-ayah-cabuli-anak-tiri-pengidap-down-syndrome">Di Tegal, Ayah Cabuli Anak Tiri Pengidap Down Syndrome</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Perlakuan bejad seorang ayah di Tegal, Asari (54), warga Desa Proto RT 03 RW 03, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan ke polisi karena telah mencabuli anak tirinya JS (11). Mirisnya, korban merupakan berkebutuhan khusus (down syndrome).</p>
<p>Pelaku dilaporkan oleh istrinya sendiri dan akhirnya diamankan petugas Unit PPA Satreskrim Polres Tegal.</p>
<p>&#8220;Tersangka melakukan peebuatan cabul terhadap korban saat ibunya keluar rumah untuk membeli sarapan,” kata Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP I Dewa Gede Ditya di kantornya Selasa (24/8/2021).</p>
<p>AKP I Dewa Gede Ditya menyampaikan, tersangka mengakui telah mencabuli anak tirinya sebanyak lima kali. Semua perbuatannya dilakukan tersangka di rumah kontrakan di daerah Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.</p>
<p>Dewa menambahkan, awalnya tersangka meraba-raba tubuh korban. Setelah itu, tersangka menyetubuhi korban.</p>
<p>Perbuatan tersangka terungkap berawal dari kecurigaan ibu korban yang mendapati baju anaknya terbuka.</p>
<p>&#8220;Ibu korban curiga, baju yang dipakai anaknya acak-acakan. Setelah diperiksa ternyata juga ada bekas cairan sperma. Itu diperkuat dengan isyarat yang diberikan korban kepada ibunya,” kata Dewa.</p>
<p>Dari kecurigaan tersebut, lanjut Dewa, ibu korban melaporkan tersangka ke polisi yang tidak lain merupakan suaminya sendiri.</p>
<p>Penyidik telah memeriksakan kondisi psikologis korban ke RSUD Kardinah Kota Tegal dan melakukan visum di RS Adela Slawi.</p>
<p>Pakaian korban yang terdapat bercak sperma tersangka telah diamankan sebagai barang bukti.</p>
<p>Atas perbuatannya tersangka kenakan pasal 81 UU RI Nomor 17/2016, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/25/di-tegal-ayah-cabuli-anak-tiri-pengidap-down-syndrome">Di Tegal, Ayah Cabuli Anak Tiri Pengidap Down Syndrome</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/25/di-tegal-ayah-cabuli-anak-tiri-pengidap-down-syndrome/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>39</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biadab, Lelaki Asal Kudus Ini Setubuhi Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/14/biadab-pria-asal-kudus-ini-setubuhi-kandungnya-yang-masih-di-bawah-umur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2021 07:57:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan anak kandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=140121</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Entah setan apa yang merasuki seorang lelaki berinisial S (44) hingga tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih di bawah umur. Ironisnya, perbuatan bejat pelaku ini dilakukan berkali-kali. Saat ini pria asal Kecamatan Jati, Kudus tersebut sudah dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kudus. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan petugas. Kapolres Kudus AKBP Aditiya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/14/biadab-pria-asal-kudus-ini-setubuhi-kandungnya-yang-masih-di-bawah-umur">Biadab, Lelaki Asal Kudus Ini Setubuhi Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Entah setan apa yang merasuki seorang lelaki berinisial S (44) hingga tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih di bawah umur. Ironisnya, perbuatan bejat pelaku ini dilakukan berkali-kali.</p>
<p>Saat ini pria asal Kecamatan Jati, Kudus tersebut sudah dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kudus. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan petugas.</p>
<p>Kapolres Kudus AKBP Aditiya Surya Dharma membenarkan saat dikonfirmasi atas kasus ini. “Ya, tersangka sudah kita amankan,” kata Kapolres, Kamis (14/1).</p>
<p>Menurut Kapolres, kasus ini terungkap setelah istri tersangka melaporkan ke polisi. Laporan tersebut bermula saksi mendapat cerita dari anaknya yang mengeluhkan sakit pada alat kemaluannya.</p>
<p>Setelah didesak, korban akhirnya mengaku kepada ibunya kalau sudah disetubuhi tersangka berkali-kali.</p>
<p>&#8220;Tiba-tiba korban bercerita kepada pelapor bahwa korban sudah disetubuhi oleh ayahnya berulang kali dengan cara mengancam korban. Korban diancam tersangka jika mengatakan kepada ibunya, korban akan dibunuh ayahnya,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Mendapat cerita tersebut, saksi langsung tidak terima dan langsung melaporkan ke aparat kepolisian.</p>
<p>Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak dan membekuk pelaku di rumahnya pada Rabu (13/1).</p>
<p>&#8220;Selanjutnya tersangka dapat diamankan dan dibawa ke Polres Kudus. Dilakukan interogasi awal bahwa tersangka mengakui telah menyetubuhi korban, kemudian dilakukan penahanan terhadap tersangka,&#8221; ungkap Aditya.</p>
<p>Aditya mengaku masih mendalami motif pelaku tega melakukan pencabulan kepada anak sendiri. Kini pelaku telah ditahan dan terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara.</p>
<p>&#8220;Pasal yang disangkakan terhadap pelaku pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang,&#8221; terang dia.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/14/biadab-pria-asal-kudus-ini-setubuhi-kandungnya-yang-masih-di-bawah-umur">Biadab, Lelaki Asal Kudus Ini Setubuhi Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pneumonia Anak Bisa Dicegah Dengan Imunisasi dan Peran Besar Ayah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/12/pneumonia-anak-bisa-dicegah-dengan-imunisasi-dan-peran-besar-ayah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 08:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pfizer]]></category>
		<category><![CDATA[Pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[TP PKK]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139528</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi bayi dan balita di Indonesia. Butuh kolaborasi yang utuh untuk bisa menyelamatkan generasi dari serangan pneumonia. Salah satunya lewat peran seorang ayah yang bisa mengambil keputusan tepat di rumah dalam menyiapkan pondasi kesehatan buat keluarganya. Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Suprianti Ganjar Pranowo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/pneumonia-anak-bisa-dicegah-dengan-imunisasi-dan-peran-besar-ayah">Pneumonia Anak Bisa Dicegah Dengan Imunisasi dan Peran Besar Ayah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi bayi dan balita di Indonesia. Butuh kolaborasi yang utuh untuk bisa menyelamatkan generasi dari serangan pneumonia. Salah satunya lewat peran seorang ayah yang bisa mengambil keputusan tepat di rumah dalam menyiapkan pondasi kesehatan buat keluarganya.</p>
<p>Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi <a href="http://jatengprov.go.id">Jawa Tengah</a> Atikoh Suprianti Ganjar Pranowo menuturkan, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kesehatan menjadi anugerah yang harus terus dijaga.</p>
<p>Berbagai langkah harus dilakukan masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan dan terus meningkatkan imunitas. Termasuk dalam menjaga bayi dan balita dari ancaman penyakit pneumonia yang memang menjadi masalah global. Termasuk di Indonesia dan di Jawa Tengah pada khususnya.</p>
<p>Saat menyampaikan keynote speech secara daring kegiatan Edukasi Media dan Penyebaran Komunikasi Publik Peran Ayah dan Pencegahan Pneumonia pada Anak dengan Imunisasi, Atikoh Ganjar Pranowo menekankan pentingnya para orang tua mengenali gejala pneumonia pada anak dan jangan abai.</p>
<p>“Jangan sampai menunggu anak terkulai lemas untuk memastikan bahwa anak memang sakit,” kata Atikoh Ganjar Pranowo, dalam video edukasi mengenai bahaya pneumonia pada anak yang disampaikan secara daring di Semarang, Selasa (12/1/2021).</p>
<p>Atikoh mengingatkan, peran orang tua sangat dibutuhkan. Tidak hanya ibu, tetapi juga peran seorang ayah. Karena bagaimanapun, ayah berperan besar dalam tumbuh kembang dan kehidupan seorang anak.</p>
<p>Ayah sebagai kepala keluarga harus mampu memastikan kesehatan anggota keluarganya, khususnya dalam melindungi dan mencegah anak terkena pneumonia.</p>
<p>Selain memberikan gizi yang cukup, pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berumur 6 bulan akan menguatkan daya imun tubuh anak dalam melawan penyakit.</p>
<p>“Hal penting lainnya adalah imunisasi. Imunisasi adalah cara efektif mencegah pneumonia. Jangan biarkan pneumonia pada anak menyebabkan kondisi yang lebih serius. Jaga kebersihan dan penuhi kebutuhan nutrisi anak dan jangan lupa memberikan imunisasi sesuai jadwal,” ujar Atikoh.</p>
<h6><strong>Pentingnya Imunisasi</strong></h6>
<p>Beberapa hal yang dilakukan seorang ayah dalam melindungi anak dari pneumonia adalah, mengikuti perkembangan anak sesuai tahapannya. Mendukung ibu ketika memberikan ASI eksklusif. Memastikan anak mendapatkan imunisasi, membantu mengingatkan serta menemani ketika imunisasi.</p>
<p>Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, karena anak termasuk kelompok berisiko tinggi terkena penyakit ini. Semua tak lepas dari sistem kekebalan tubuh yang masih lemah.</p>
<p>“Di sinilah peran seorang Ayah memiliki andil besar dalam mengambil keputusan dan panutan keluarga,” jelasnya.</p>
<p>Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jateng dr. Fitri Hartanto, mengatakan, pneumonia berbahaya karena menyerang saluran nafas. Penularannya bisa ditulari orang lain maupun ketika menghirup bahan berbahaya.</p>
<p>“Pencegahannya bisa dilakukan secara umum melalui ASI, makanan pendamping ASI dan perbaikan gizi, serta pencegahan spesifik lewat imunisasi,” katanya.</p>
<p>Imunisasi pneumonia harus dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, bisa menjadi barisan pertahanan bagi anak untuk terhindar dari serangan bakteri maupun virus yang membuat anak terpapar pneumonia.</p>
<p>Selain imunisasi wajib, ada juga imunisasi pilihan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk imunisasi pneumonia ini.</p>
<p>Menurut Survey BPS Jateng terkait Sosial Demografi Dampak Covid19 di Jateng tahun 2020, tercatat sekitar 18,4% dari 10.570 responden warga Jateng yang disurvei saat ini memiliki pendapatan rumah tangga di atas Rp4,8 juta.</p>
<p>Dengan kemampuan ekonomi tersebut, artinya imunisasi pilihan seperti pneumonia pelaksanaannya memungkinkan dilakukan secara mandiri.</p>
<p>Psikolog Unika Soegijapranata Semarang Lita Widyo Hastuti, menuturkan, kesehatan menjadi kebutuhan utama kehidupan anak, sehingga menjadi prioritas bagi orangtua.</p>
<p>Peran ayah sebagai bagian integral dalam perkembangan anak memiliki ruang lapang untuk terlibat dalam masalah-masalah kesehatan anak.</p>
<p>Ia menambahkan, para ayah yang terlibat dalam kesehatan anak dengan mendorong pola makan dan olahraga yang sehat, memantau kesejahteraan dan perkembangan anak, dan memahami kebiasaan-kebiasaan anak sehingga tahu kapan anak sehat dan kapan anak sakit.</p>
<p>“Kejadian-kejadian penting menyangkut kesehatan anak, peran ayah menjadi cukup sentral karena bersama dengan ibu dituntut menyikapi situasi dan mengambil keputusan,” jelasnya.</p>
<h6><strong>Figur Ayah Berperan Besar</strong></h6>
<p>Sementara itu Medical Manager PT Pfizer Indonesia, Dr Carolina Halim menuturkan, peran dari seorang ayah dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat, sangat menentukan pondasi sebuah keluarga, termasuk dalam hal menjaga kesehatan. Dimana imunisasi bayi dan balita juga termasuk di dalamnya.</p>
<p>Dengan imunisasi, imunitas mereka bisa terpenuhi, serta cukup untuk menanamkan pertahanan kesehatan diri.</p>
<p>Salah satunya adalah upaya imunisasi yang saat ini dibutuhkan masyarakat kita terkait pencegahan pneumonia, dimana ini menjadi salah satu dari penyakit penyebab kematian tertinggi bagi bayi dan balita.</p>
<p>Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 mencatat 468.172 kasus pneumonia balita, di mana 551 meninggal dunia. Namun balita yang terpapar risiko pneumonia diperkirakan berjumlah 885.551 atau 3.55 % dari jumlah balita di Indonesia.</p>
<p>Sementara untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri mencatat 2.652.751 jumlah balita dan prevalensi pneumonia pada balita diperkirakan 3.61%. Realisasi penemuan penderita pneumonia pada 2019 sebanyak 50.263 balita.</p>
<p>“Gejala pneumonia pada balita dan anak-anak terkadang sulit untuk dikenali karena mirip dengan gejala infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti flu dan bronkitis. Secara umum, gejala pneumonia bisa diketahui dan ditangani sejak dini. Di samping peran ibu, butuh visi dari seorang ayah untuk bisa memahami bagaimana ancaman pneumonia bagi anak ini bisa diantisipasi dengan imunisasi,” katanya.</p>
<p>Bagi keluarga yang mampu secara mandiri dalam arti mampu melaksanakan imunisasi untuk penyakit pneumonia, seorang ayah tetaplah menjadi nahkoda yang berperan penting bagi keluarganya.</p>
<p>Ayah diharapkan mampu mengambil keputusan penting. Termasuk keputusan manajemen finansial untuk kesehatan keluarga, dimana ini akan sangat menentukan masa depan anaknya. Keputusan tepat untuk memastikan mereka senantiasa sehat dan terlindung dari penyakit.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/pneumonia-anak-bisa-dicegah-dengan-imunisasi-dan-peran-besar-ayah">Pneumonia Anak Bisa Dicegah Dengan Imunisasi dan Peran Besar Ayah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dikira Kena Covid-19, Seorang Bocah Dibunuh Ayahnya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/10/08/dikira-kena-covid-19-seorang-bocah-dibunuh-ayahnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2020 15:11:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[covid]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=118473</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Kejadian menggemparkan terjadi di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kamis (8/10). Seorang ayah berinisial EG (48), diduga nekat membunuh anaknya berinisial IIM (12), karena mengira tertular Covid-19. Sementara, pada akhirnya EG juga berusaha bunuh diri dengan memotong nadinya dengan pisau. Si anak IIM akhirnya tewas sementara EG dalam kondisi kritis setelah berhasil [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/08/dikira-kena-covid-19-seorang-bocah-dibunuh-ayahnya">Dikira Kena Covid-19, Seorang Bocah Dibunuh Ayahnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Kejadian menggemparkan terjadi di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kamis (8/10). Seorang ayah berinisial EG (48), diduga nekat membunuh anaknya berinisial IIM (12), karena mengira tertular Covid-19. Sementara, pada akhirnya EG juga berusaha bunuh diri dengan memotong nadinya dengan pisau.</p>
<p>Si anak IIM akhirnya tewas sementara EG dalam kondisi kritis setelah berhasil dievakuasi oleh warga dan tim medis ke RS.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika isteri EG dan anak pertamanya pulang ke rumah pada petang hari. Betapa terkejutnya mereka saat melihat EG dan IIM sudah tergeletak di ruang tamu rumah dengan kondisi bersimbah darah.</p>
<p>“Posisi EG saat itu tergeletak dengan bersimbah darah dan disampingnya ada pisau. Sementara IIM dalam kondisi terlilit lehernya dengan kain sarung,”ungkap Ani, salah seorang tetangganya.</p>
<p>Menurut saksi, saat dirinya datang ke lokasi kejadian bersama warga lain, belum ada petugas kepolisian dan medis yang tiba ke lokasi. Hingga akhirnya, dia berinisiatif untuk menelepon petugas BPBD.</p>
<p>Saat dievakuasi ke RS, EG masih dalam keadaan hidup. Sementara, sang anak sudah dalam keadaan tidak bernyawa.</p>
<h4><strong>Surat Wasiat</strong></h4>
<p>Mengenai motif tindakan EG tersebut, diduga dia depresi karena mengira si anak tertular Covid-19.</p>
<p>Kepala Desa Ngembal Kulon, Khanafi mengungkapkan, berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, yang bersangkutan memang sering datang ke Puskesmas dan meminta agar anaknya diswab karena khawatir tertular Covid-19. Si anak yang memang menderita penyakit pernafasan juga sudah menjalani swab.</p>
<p>“Dari keterangan Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, yang bersangkutan (EG) sering tanya status anaknya apakah positif atau tidak. Dan si anak yang memang menderita penyakit sesak nafas, juga pernah diswab meski hasile negatif,”kata Khanafi.</p>
<p>Saat ini, kata Khanafi, kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.</p>
<p>Di tempat kejadian,  juga ditemukan dua sobekan kertas yang diduga merupakan tulisan EG. Dalam kertas tersebut tertulis &#8220;maafkan kami semoga bisa berkumpul lagi&#8221; dan pada sobekan lain bertuliskan &#8220;makamkan kami dalam satu liang dengan protokol Covid-19&#8221;.</p>
<p>Berdasarkan penuturan para tetangga, keluarga EG sejauh ini cenderung tertutup. Si bocah IIM yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir, saat ini baru duduk di kelas VII SMP.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/08/dikira-kena-covid-19-seorang-bocah-dibunuh-ayahnya">Dikira Kena Covid-19, Seorang Bocah Dibunuh Ayahnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>