<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arsene Wenger Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/arsene-wenger/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 05:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Arsene Wenger Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manager]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;// (Sajak “Meriam London”, 2026) TERASALAH, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561053 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Meriam London”, 2026)</strong></p>
<p><strong>TERASALAH</strong>, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim 2025-2026 ini Arsenal mampu mewujudkan mimpi.</p>
<p>Tahun 2003-2004 menjadi masa puncak Arsenal di bawah Arsene Wenger. Mereka juara dengan status “<em>invincible</em>”, tak tersentuh kekalahan di sepanjang musim. Namun setelah era emas itu, mereka selalu gagal memuncaki klasemen Liga Primer.</p>
<p>Lebih dari pecah telur setelah 22 tahun, kali ini Meriam London punya kesempatan membuktikan capaian lain. Pada pengujung bulan ini, mereka bakal bertarung di final Liga Champions melawan Paris St Germain. Andai memenangi duel pamungkas di Puskas Arena, Budapest nanti, itu adalah gelar Liga Champions pertama bagi Bukayo Saka dkk. Pada 2006, Arsenal takluk 1-2 di final dari Barcelona.</p>
<p>Gelar juara Liga Primer kali ini, yang dipastikan setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 dengan AFC Bournemouth, terasa lebih bermakna, karena dalam tiga musim sebelumnya Arsenal seperti tertakdirkan gagal di lap terakhir perpacuan. Baru pada kesempatan keempat setelah memimpin klasemen, Pasukan Arteta benar-benar mampu merengkuh trofi. Hingga pekan-pekan terakhir liga, The Citizens masih membayangi, sehingga perpacuan antara Tim Arteta dengan Tim Guardiola lebih mirip dengan adu mental.</p>
<p><strong>“Kutukan”?</strong><br />
Selama ini, sampai ternarasikan oleh media, Arsenal mengalami “sindrom <em>runner up</em>” dan terkena “kutukan” gagal meraih trofi di saat-saat akhir setelah kencang memimpin klasemen. Bahkan banyak pundit yang menyuarakan agar Mikel Arteta diganti karena tidak mampu menanamkan mental juara bagi Arsenal. Toh manajemen akhirnya memilih mempertahankan Arteta setelah sempat berniat memecatnya karena performa kurang meyakinkan pada 2021.</p>
<p>Pecah telur Arteta ini diperkirakan bakal menjadi perspektif berbeda dalam performa mentalitas anak-anak Arsenal. Mereka yang selama ini terkurung oleh inferioritas dan kecemasan dalam pembuktian diri, akan lebih percaya diri. Persaingan di level atas Liga Primer juga diperkirakan makin ketat dengan Arsenal, Manchester City yang diperkirakan akan berganti manajer dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca, Liverpool yang untuk sementara masih mempertahankan Arne Slot, Manchester United yang memberi status permanen bagi Michael Carrick hingga 2028, juga Aston Villa yang stabil di bawah Unai Emery dan baru saja meraih trofi Liga Europa.</p>
<p>Di final Liga Champions nanti, berbekal sukses di Liga Primer, diperkirakan Arsenal bakal bermain lebih lepas. Konfidensi menjadi bekal tambahan untuk menghadapi tim yang tak kalah atraktif dalam racikan Luis Enrique. Ini akan menjadi pertarungan taktik dua arsitek Spanyol: Luis Enrique vs Mikel Arteta,</p>
<p>Selama tiga musim sebelumnya, Arsenal sebenarnya tampil dengan performa yang khas Mikel Arteta, yakni permainan menyerang berintensitas tinggi dengan dominasi penguasaan bola yang biasa disebut media sebagai ”Arteta-ball”, namun musim ini mereka terasa lebih pragmatis, tidak seindah tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Banyak yang menyindir, ketika Arsenal tercatat mencetak 35 gol di semua ajang lewat bola-bola mati, dari <em>set piece</em> skema sepak pojok, sehingga mendapat predikat sinis sebagai “pasukan sepak pojok” atau “Arsenal Corner FC”.</p>
<p>Fokus ke sepak pojok itu dilatih secara intensif Nicolas Jover, asisten pelatih yang sangat berperan dalam merancang taktik ini sejak Juli 2021. Di tengah badai kritik, legenda Arsenal, Thiery Henry tidak memasalahkan taktik itu, karena dalam permainan yang dipentingkan adalah kemenangan.</p>
<p>Nyatanya, Arsenal tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Mereka kebobolan paling sedikit selama musim 2025-2026, yakni 26 gol dan 19 <em>cleansheet</em> dari 37 laga, atau dengan satu pertandingan tersisa. Ini mendekati cataran bersejarah mereka yang hanya kebobolan 17 gol pada musim 1998-1999. Musim ini, di tempat kedua, Manchester City kebobolan 33 gol.</p>
<p><strong>Manajer Kedelapan</strong><br />
Arteta menjadi manajer kedelapan yang membawa Arsenal juara, setelah Herbert Chapman (dua kali), Joe Shaw, George Alisson (2), Tim Whitaker (2), Bertie Mee, George Graham (2), dan Arsene Wenger (3). Arteta juga berpeluang menjadi orang pertama yang mengantar Meriam London meraih trofi Eropa apabila bisa menaklukkan PSG di Budapest nanti.</p>
<p>Mantan gelandang Arsenal dan asisten pelatih Manchester City itu menjadi manajer termuda (44 tahun 54 hari) yang juara, juga mencatat rekor sebagai pelatih dengan persentase tertinggi kemenangan, 212 dari 351 laga atau 60,4 persen.</p>
<p>Terlepas dari apa pun hasil di Budapest nanti, dengan trofi Liga Primer, sejarah bakal mencatatnya sebagai manajer dengan nama “Ar” yang bersenyawa dengan dua “Ar” lainnya, Arsenal dan Arsene Wenger&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud</strong>, <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Les Parisiens]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=470156</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?// (Sajak “Mr Arsenal”, 2025) MEMASTIKAN satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal? Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-470176 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?//</em><br />
<strong>(Sajak “Mr Arsenal”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MEMASTIKAN</strong> satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal?</p>
<p>Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, Martin Odegaard dkk menghentikan Real Madrid 2-1 (<em>agregat</em> 5-1) di Santiago Bernabeu untuk memastikan menantang Paris St Germain di empat besar, melengkapi kemenangan 3-0 di Stadion Emirates, pekan sebelumnya.</p>
<p>Sukses Mikael Arteta membawa Meriam London ke semifinal Eropa menjadi catatan tersendiri. Selama ini, Arsenal dikenal sebagai “tim nyaris” dalam bingkai “favorit yang gigit jari” untuk meraih trofi, baik di Liga Primer maupun di Liga Champions.</p>
<p>Arteta menggenapi “Ar” dalam “magika” Arsenal &#8211; Arsene Wenger &#8211; Mikael Arteta. Ya, secara kebetulan, predikat “Mr Arsenal” melekat pada Arsene Wenger, dan apabila Arteta mampu memberikan trofi dan membuka sejarah Arsenal, bukan tidak mungkin dia akan menjadi “Mr Arsenal” berikutnya.</p>
<p><strong>Identik</strong><br />
Arsene Wenger pernah sangat identik dengan Arsenal, klub London Utara yang punya jejak sejarah elite Liga Inggris. Selama 22 tahun mengarsiteki The Gunners dari 1 Oktober 1996 hingga 2018, tiga kali pria Prancis itu mempersembahkan trofi Liga Primer (1998, 2002, 2004).</p>
<p>Dalam perkembangannya, dari suasana bergelimang gelar di era Wenger, kini Arsenal seperti kesulitan untuk kembali meraih kejayaan. Dari 2018 hingga tahun ini, Arsenal telah tiga kali berganti pelatih, dari Unai Emery, Freddie Ljungberg, dan kini Mikel Arteta.</p>
<p>Arteta, yang secara teknis bisa mengembalikan performa Arsenal ke eksotika permainan ofensif, hingga musim 2024-2025 menghadapi “masalah” yang belum terpecahkan. Bagai lika-liku mencari “maqam”, di mana sebenarnya habitat yang paling pantas bagi mereka.</p>
<p>Dari musim ke musim Arsenal menemui realitas ini: impresif memimpin klasemen, namun gagal menuntaskan dengan klimaks sebagai juara. Dari musim 2022-2023, dan 2023-2024, Gabriel Martinelli dkk meraih posisi <em>runner up</em> di bawah Manchester City. Hanya sebagai penantang, dan Arsenal belum berhasil memuncaki klasemen akhir.</p>
<p>Ada-ada saja “gangguan” bagi Arteta, yang seperti Arsene Wenger juga mengetengahkan filosofi permainan rancak mengalir-indah. Musim ini, dia menghadapi problem cedera pemain sebagai kendala.</p>
<p>Arsenal bagai mengalami “sindrom nyaris” di tengah “rasa” yang mereka ekspresikan sebagai “penantang”. Dari musim 2020-2021, 2021-2022, dan 2022-2023, ketika bersiap-siap merayakan gelar, akhirnya mereka menyuram dengan cara menyakitkan.</p>
<p>Hingga pekan kemarin, setelah ditahan seri 1-1 oleh Brentford, mereka tetap berada di urutan kedua klasemen, namun makin sulit mendekat ke Liverpool yang &#8212; walaupun kalah 2-3 dari Fulham &#8212; tampaknya bakal sulit tergoyahkan hingga menjelang tujuh laga terakhir. Kemenangan 2-1 atas West Ham United memperkokoh The Reds di puncak.</p>
<p>Sementara itu, pada 9 April dinihari WIB lalu, Arsenal tampil kinclong di Stadion Emirates. Mereka menaklukkan Real Madrid 3-0 di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, lewat kampanye dua <em>free kick</em> indah Declan Rice, dan gol Mikel Merino. Mereka membuat Real Madrid kesulitan di <em>leg</em> kedua, Kamis kemarin. Madrid kalah 1-2.</p>
<p>Pertanyaan yang selalu menimbulkan penasaran, mengapa jagoan London itu selalu terpeleset di saat-saat menentukan?</p>
<p><strong>Mentalitas?</strong><br />
Belum lama ini, berlangsung perdebatan sengit antara dua pandit, Roy Maurice Keane dan Jamie Redknapp, setelah Arsenal bermain imbang 1-1 dengan Manchester United di Old Trafford, 9 Maret 2025 (<em>bola.net</em>, 10-3-2025).</p>
<p>Keane, dengan gaya sinisnya yang khas, meragukan kemampuan Mikel Arteta untuk membawa Arsenal meraih gelar juara Liga Primer, musim depan. Sebaliknya, Redknapp optimistis Meriam London bisa bersaing jika mendapatkan amunisi striker elite.</p>
<p>Jika periode ini Arsenal akhirnya kembali menduduki <em>runner up</em>, atau untuk kali ketiga berturut-turut, menurut Roy Keane, tanpa perubahan signifikan musim depan akan kesulitan bersaing di level elite.</p>
<p>Keane tidak yakin, Mikel Arteta mampu membawa Arsenal meraih gelar juara. “Tidak ada bukti bahwa Arteta dan skuadnya saat ini memiliki mental juara”.</p>
<p>Keane menyoroti kekuatan Manchester City dan Liverpool yang diperkirakan tetap tangguh musim depan. “Arsenal sudah mendekati gelar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi City akan kuat lagi tahun depan, juga Liverpool,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, Arsenal perlu merekrut striker dan memperbaiki mentalitas tim. “Mana buktinya grup pemain ini bisa meraih gelar? Mereka terlihat gelisah setiap kali kalah,” tuturnya.</p>
<p>Sedangkan Redknapp percaya Arsenal hanya membutuhkan satu striker berkualitas untuk kembali menjadi penantang gelar.</p>
<p>Dia optimistis Arsenal bisa menjadi kandidat juara musim depan. Kuncinya, merekrut striker elite yang bisa mencetak gol secara konsisten, sambil mencontohkan jumlah gol striker Liverpool Mohamed Salah sebagai standar yang harus dicapai.</p>
<p>“Apakah striker mereka bisa mencetak 20 gol per musim? Itu yang harus dicari. Dengan stabilitas defensif yang dimiliki, mereka akan sangat dekat musim depan,” ujarnya.</p>
<p>Musim ini, Arsenal dihantam badai cedera. Sejumlah penyerang kunci seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard absen dalam berbagai momen penting. Bahkan, Arteta terpaksa memainkan Mikel Merino sebagai striker setelah Kai Havertz absen.</p>
<p>Keane lebih menyoroti mentalitas tim. “Saya melihat mentalitas mereka, di mana itu?” katanya.</p>
<p>“Arsenal telah membuat kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi langkah selanjutnya adalah yang tersulit. Apa gunanya finis kedua jika Anda ingin memenangkan gelar?”</p>
<p>Menunggu dari musim 2003-2004 untuk mahkota Liga Primer sejak terakhir kali meraih trofi Piala FA pada 2014, terasa betapa menjadi “kesuntukan” yang konsisten. Panjang, dan lama&#8230;</p>
<p>Lagi-lagi, musim kini, secara realistis tampaknya berat bagi Arsenal dalam tujuh pekan tersisa mengejar Liverpool yang kokoh memuncaki klasemen.</p>
<p>Tentulah fokus kini dialihkan ke Liga Champions. Mampukah mereka menuntaskan langkah di ajang Eropa ini, dengan melewati adangan PSG di semifinal, 29 April dan 6 Mei mendatang? Patut dicatat, dalam perjalanan ke empat besar, Les Parisiens mengalahkan dua klub Inggris, Liverpool dan Aston Villa.</p>
<p>Nah, dengan kenyataan ini, bagaimana mewujudkan harapan, suatu ketika, Mikel Arteta akan menerusi Arsene Wenger sebagai “Mr Arsenal” Jilid II?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Pelatih, Batas Tipis Trofi dan Ancaman Pemecatan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/26/dunia-pelatih-batas-tipis-trofi-dan-ancaman-pemecatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Mancini]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=443146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mereka bagai berjalan/ di titian serambut dibelah tujuh/ itukah dunianya?/ berada di antara trofi dan ancaman suksesi/ senyaman apakah bergerak/ di dunia yang penuh spekulasi itu?// (Sajak “Dunia Pelatih”, 2024) BARU saja, Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (KFA) mengumumkan pemecatan pelatih nasional Roberto Mancini. Ya, akhirnya&#8230; Seharusnya, pelatih asal Italia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/26/dunia-pelatih-batas-tipis-trofi-dan-ancaman-pemecatan">Dunia Pelatih, Batas Tipis Trofi dan Ancaman Pemecatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-443151 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mereka bagai berjalan/ di titian serambut dibelah tujuh/ itukah dunianya?/ berada di antara trofi dan ancaman suksesi/ senyaman apakah bergerak/ di dunia yang penuh spekulasi itu?//</em><br />
<strong>(Sajak “Dunia Pelatih”, 2024)</strong></p>
<p><strong>BARU</strong> saja, Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (KFA) mengumumkan pemecatan pelatih nasional Roberto Mancini. Ya, akhirnya&#8230;</p>
<p>Seharusnya, pelatih asal Italia itu bertugas sampai 2027, namun hasil kurang meyakinkan dalam kualifikasi Piala Dunia Grup C Zona Asia mempercepat keputusan KFA.</p>
<p>Mancini, yang pernah sukses bersama Manchester City, Internazionale Milan, dan memberi trofi Euro 2020 kepada Italia, mencatat tujuh kemenangan, lima kali seri, dan enam kekalahan selama menangani The Green Falcon. KFA pun memutuskan untuk memecat Mancini lebih cepat.</p>
<p>Saat menukangi timnas Arab Saudi, dia menjadi pelatih termahal dunia dalam sejarah dengan gaji Rp 413 miliar per musim. Artinya, KFA harus mengompensasi hak Mancini sebelum masa kontraknya selesai.</p>
<p>Baca Juga :<a href="http://Masih Adakah Peluang bagi Jay Idzes dkk Lolos ke 2026?"><span style="font-size: 10pt;">Masih Adakah Peluang bagi Jay Idzes dkk Lolos ke 2026?</span></a></p>
<p>Sementara itu, di Liga Primer, Erik Ten Hag makin dekat dengan pemecatan dari Manchester United. Hasil seri 1-1 melawan Fenerbahce di Liga Europa, dua hari lalu memperkuat kemungkinan itu. Tinggal menunggu hari-hari manajemen MU menetapkan, bahwa tidak ada jalan yang lebih tepat untuk membuat penyegaran selain dengan memberhentikan pelatih asal Belanda itu.</p>
<p>Ten Hag benar-benar sudah di ujung tanduk. Hingga sejauh ini, performa The Red Devils belum kunjung berkembang. “Bedah jantung” yang pernah disampaikan pelatih sebelumnya, Ralf Rangnick, sudah diterjemahkan manajemen MU dengan merombak skuad, namun labilitas permainan Manchester Merah masih menjadi persoalan yang belum mendapat kunci jawaban sejak dari 2013, ketika Alex Ferguson memutuskan pensiun. Berganti-ganti manajer belum mendatangkan perbaikan bagi Setan Merah.</p>
<p><strong>Batas Tipis</strong><br />
Persoalan Mancini dan hari-hari yang dihadapi Erik Ten Hag adalah gambaran yang menegaskan, pelatih berada dalam posisi spekulasi, batas tipis antara “aman” dan “tidak aman”, antara cocok dan tidak cocok, atau antara sukses meraih trofi atau gagal menunjukkan daya saing.</p>
<p>Apakah ”dunia pelatih” seperti ini adalah bentuk lain dari risiko profesionalitas? Atau ini hanya konsekuensi dari spekulasi-spekulasi ketika dia menerima pinangan untuk menangani klub tertentu? Menemukan atau tidak menemukan <em>chemistry</em> dalam menerapkan filosofi dan taktik permainan?</p>
<p>Buktinya, kita mengenal Arne Slot, yang tampak segera cocok begitu dipercaya untuk meneruskan tugas Juergen Klopp di Liverpool. Mikael Arteta juga terlihat pas melanjutkan kiprah Unai Emery bersama Arsenal sejak 2019.</p>
<p>Kecocokan pelatih yang langsung ber-<em>chemistry</em> dengan klub juga dirasakan oleh Hansi Flick, pengganti Xavi Hernandez di Barcelona.</p>
<p>Blaugrana kembali menjelma menjadi kekuatan di La Liga. Barca sungguh meyakinkan. Raphinha dkk baru sekali kalah dari 10 laga di liga. Penampilan di Liga Champions ketika melibas Bayern Muenchen 4-1 empat hari lalu, menunjukkan mereka sebagai raksasa Eropa.</p>
<p>Menjelang El Clasico melawan Real Madrid, hasil meyakinkan ketika mengalahkan Bayern menjadi modal penting. Konsistensi taktik Hansi Flick akan diuji oleh kematangan Carlo Ancelotti.</p>
<p>Sementara itu, Alex Ferguson, ketika mulai meracik MU dari 1986, baru pada 1990 meraih gelar, lalu meraih sukses dan bertahan hingga 2013. Juga Jose Mourinho, yang membersamai Chelsea dalam rekatan kimiawi dari 2003.</p>
<p>Yang agak berbeda adalah Pep Guardiola. Selepas meninggalkan Barcelona pada 2012 dengan membukukan 14 trofi, dia menangani Bayern Muenchen dengan raihan tiga gelar Bundesliga, dua Piala Jerman, satu Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub. Lalu bersama Manchester City hingga sekarang Pep meraih 17 piala.</p>
<p>Dia tercatat sebagai manajer yang paling lama bertahan di klub Premier League saat ini. Pelatih asal Spanyol itu datang ke Manchester Biru pada 2016, ketika di Liga Primer masih ada “datuk-datuk” Arsene Wenger (Arsenal), Jose Mourinho (Manchester United), dan Juergen Klopp (Liverpool).</p>
<p>Di The Citizens, Pep boleh dibilang tidak pernah dirongrong ancaman pemecatan. Ya, karena City betul-betul stabil di level utama, ketika tim-tim rival seperti Arsenal, MU, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur berkutat dengan problem stabilisasi permainan.</p>
<p>Dalam wawancaranya dengan <em>Sky Sports</em> sebagaimana dikutip <em>detik.com</em> (24/10-2024), manajer 53 tahun itu menguraikan, “Ketika Anda sudah sembilan tahun (di pekerjaan ini), Anda jadi yang terlama. Di dalam sepak bola, jika Anda tidak juara, atau Juergen pensiun, ketika Anda tidak menang, maka Anda mengganti manajernya. Inilah dunia kami”.</p>
<p>“Jawaban sederhananya, saya masih di sini karena kami juara. Kalau tidak, saya tidak akan di sini &#8212; bahkan rasa hormat dan kepercayaan yang kami miliki satu sama lain tidak ada pada hierarki dengan saya, dan saya dengan hierarki &#8212; saya tidak akan berada di sini. Anda memang harus juara di dalam bisnis ini. Ini adalah satu-satunya pekerjaan ketika orang-orang sangat menuntut untuk mendepak Anda. Di dalam profesi kami, Anda harus menerimanya,” ungkap Pep.</p>
<p><strong>Syarat Kesiapan</strong><br />
“Kesadaran posisi” itu, bagaimanapun adalah bukti bahwa salah satu syarat pelatih adalah kesiapan untuk berjalan dengan segala kemungkinan: antara terus dipercaya, atau menerima kenyataan diberhentikan.</p>
<p>Roberto Mancini boleh jadi sukses di luar tugasnya sekarang, namun <em>chemistry</em>-nya dengan The Green Falcon boleh jadi tidak dalam kondisi “pas”, dan dia gagal membawa tim ke performa terbaik untuk lolos ke Piala Dunia 2026.</p>
<p>Sedangkan Erik Ten Hag, seperti deretan pelatih pasca-Alex Ferguson, belum berhasil membentuk MU dalam kekuatan yang mampu bersaing di level elite Liga Primer musim ini.</p>
<p>Kecocokan, <em>timing,</em> juga formula yang tepat acapkali menjadi penentu kesuksesan seorang pelatih. Kita pasti dibuat berpikir dengan penuh spekulasi, siapa pun nanti pengganti Mancini, Ten Hag, atau yang lainnya.</p>
<p>Tak semata-mata suar karena nama besar&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h ==</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/26/dunia-pelatih-batas-tipis-trofi-dan-ancaman-pemecatan">Dunia Pelatih, Batas Tipis Trofi dan Ancaman Pemecatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siklus Rindu Sepak Bola Indah: dari Michels, Pep, hingga Arteta</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/21/siklus-rindu-sepak-bola-indah-dari-michels-pep-hingga-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arrigo Saccho]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Camp Nou]]></category>
		<category><![CDATA[Fabio Capello]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[Rinus Michels]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tele Santana]]></category>
		<category><![CDATA[Xavi Hernandez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=376210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // raciklah irama serancak orkestrasi bunyi/ ia akan menghasilkan melodi/ suntiklah dengan ideologi/ ia akan menghadirkan kesetiaan/ pada elok rasa dan indah hati/ tunggulah waktu/ yang akan membawa rindu/ mengharu-biru&#8230;// (Sajak “Sepak Bola Indah”, 2023) PERCAYAKAH Anda, sepak bola indah adalah produk kreatif perputaran siklus? Dia romantisme yang tak sembarang ditemui [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/21/siklus-rindu-sepak-bola-indah-dari-michels-pep-hingga-arteta">Siklus Rindu Sepak Bola Indah: dari Michels, Pep, hingga Arteta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-376216 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// raciklah irama serancak orkestrasi bunyi/ ia akan menghasilkan melodi/ suntiklah dengan ideologi/ ia akan menghadirkan kesetiaan/ pada elok rasa dan indah hati/ tunggulah waktu/ yang akan membawa rindu/ mengharu-biru&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Sepak Bola Indah”, 2023)</strong></p>
<p><strong>PERCAYAKAH</strong> Anda, sepak bola indah adalah produk kreatif perputaran siklus? Dia romantisme yang tak sembarang ditemui pada setiap musim; bahkan dengan kendali para genius yang punya jejak reputasi untuk menyajikan eksotika dari wayang-wayang yang mereka mainkan.</p>
<p>Bukankah kini Pep Guardiola tak sepenuhnya menghadirkan sepak bola seni di Manchester City? “Muridnya”, Xavi Hernandez yang gilang-gemilang mentransformasi <em>tiki-taka</em> saat menukangi Al Sadd di Liga Qatar, belum pula menghasilkan simfoni estetis di Camp Nou, seelok masa emas Barcelona.</p>
<p>Lalu siapa? Juergen Klopp-kah, Mikael Arteta, Eddie Howe, atau nama baru yang mencuat: Roberto De Zerbi?</p>
<p>Pep dengan “pasukan <em>exellent</em>” memang membentuk The Citizens sebagai tim yang siap menguasai Inggris, Eropa, dan dunia. Akan tetapi, setarakah perfeksionitas permainan Kevin de Bruyne dkk dengan keindahan Barcelona pada masa-masa emasnya?</p>
<p>Barca 2007-2012 boleh dibilang sebagai “karya agung sepak bola indah”. Pep sukses meraciknya sebagai padu padan kemampuan para pesepak bola unggul menjadi melodi nan elok “<em>merak ati</em>”.</p>
<p>Masa-masa emas Blaugrana memang bergelimang cahaya bintang. Dengan sederet nama fantastis seperti Ronaldinho, Deco, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Lionel Messi, Sergio Busquets, Carles Puyol, Dani Alves, David Villa, Gerard Pique, Jordi Alba, juga Cesc Fabregas dan Pedro Gonzales, kejayaan itu masih berlanjut ketika sederet pelatih menjadi suksesor, yang berpuncak ke pengulangan <em>treble</em> di era manajer Luis Enrique pada 2014-2015.</p>
<p><strong>City-nya Pep</strong><br />
Pada 2013, Pep mengusung gaya sepak bola indahnya yang posesif &#8212; menekankan dominasi penguasaan bola &#8212; ke Bayern Muenchen, namun tidak maksimal menjadi filosofi yang memberi kejayaan Eropa. Rupanya, ada penghayatan karakter yang tak bisa dipertemukan secara kultural di Bundesliga.</p>
<p>Di Manchester City, sejak 2016, dia membangun tim dengan keleluasaan rekrutmen bintang-bintang yang dia butuhkan. Dan, baru pada musim 2022-2023 menghasilkan trofi Eropa dalam romantisme <em>treble</em> yang akan selalu dikenang dalam kebesaran sejarah klub.</p>
<p>Hanya, apabila ditanya apakah City versi Pep memainkan sepak bola secantik Barcelona produk kejeniusannya, saya memilih menyimpulkan, “Tak semudah itu menjajari performa Barca pada masanya, ketika gairah, keindahan, dan kekuatan filosofi disatukan oleh kejeniusan menjadi ideologi&#8230;”</p>
<p>Maka, ketika City yang seperkasa itu pun tak bisa dibilang menghadirkan eksotika yang artistik, klub mana pula yang menjadi alternatif untuk menyimak aplikasi keindahan skematika di kanvas permainan?</p>
<p>Atau memang sepak bola indah tak bisa dijamin muncul dalam siklus waktu tertentu?</p>
<p>Sejak musim kemarin, dari “pemagangan” di Liga Qatar, Xavi Hernandes membawa Barcelona dalam pemulihan tradisi kemenangan di La Liga, namun “Barca Xavi” masih jauh dari sepak bola merangsang dengan gairah <em>tiki-taka</em>. Padahal sejatinya, filosofi ini melekat dalam penjiwaan pelatih yang berjejuluk “The Puppet Master” itu. Xavi pernah disebut-sebut sebagai sosok yang sangat memahami sepak bola indah itu.</p>
<p>Kalau dulu, Pep membawa Barca dalam sikap “menang saja tak cukup, melainkan harus dengan cara indah”, kini Xavi masih bergerak di level “kulit” – “apa pun, yang penting menang dulu”. <em>Mindset</em> yang agaknya juga ditempuh Pep dalam petualangannya di Liga Primer.</p>
<p>Pendekatan berbeda ditempuh dua pelatih di Liga Primer, yakni Mikael Arteta yang menukangi Arsenal, dan Roberto De Zerbi yang mengarsiteki Brighton Hove and Albion. Arteta membawa Meriam London ke mode bermain rancak nan indah, sedangkan De Zerbi memadukan gairah dan kecepatan bermain The Seagull yang merepotkan konsolidasi setiap lawan.</p>
<p>Di samping Eddie Howe yang mengawal kebangkitan Newcastle United, nama lain yang kini mencuat adalah Ange Pastecoglou. Arsitek asal Australia yang kini membawa Tottenham Hotspur ke pucuk klasemen ini mendoktrin timnya dengan spartanitas permainan menyerang.</p>
<p>Tanpa kapten dan bintangnya, Harry Kane yang hijrah ke Bayern Muenchen, Spurs dia bentuk menjadi kekuatan konsisten dengan permainan cepat, di bawah kepemimpinan Son Heung-min, mesin gol asal Korea yang semakin matang.</p>
<p>Haruskah kita menunggu raihan trofi liga Arsenal bersama Arteta untuk mengklaim kembalinya sepak bola indah? Atau Pep akan memformulasikan City perlahan-perlahan menjadi kekuatan eksotis?</p>
<p>Lalu Barcelona, akankah seniman sekelas Xavi mandek pada kemenangan-kemenangan yang tanpa menyajikan kembali eksepsionalitas cara bermain bola?</p>
<p>Pada akhirnya, elok sepak bola indah adalah kerinduan. Seni cantik menyajikan skema taktik adalah kejeniusan. Pertunjukan karakter para aktor hebat adalah “bahasa ideologis” yang mengalir sebagai darah dalam nadi sepak bola.</p>
<p>Akankah dalam sisa hari-harinya Pep mewujudkan tontonan yang berbeda? Atau musim ini sang penguasa panggung itu adalah Mikael Arteta?</p>
<p>Inilah siklus pergulatan tesis, antitesis, dan sintesis yang menandai perjalanan sepak bola indah sejak Brazil 1970, Belanda 1974, Brazil 1982, Brazil 1986, dan Spanyol 2012.</p>
<p>Catat pula sederet “klub indah” dari Ajax-nya Rinus Michels, Sao Paulo-nya Tele Santana, AC Milan-nya Arrigo Saccho dan Fabio Capello, Arsenal-nya Arsene Wenger, hingga Barcelona-nya Pep Guardiola.</p>
<p>Makin ditunggu, waktu makin membawa rindu mengharu-biru&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/21/siklus-rindu-sepak-bola-indah-dari-michels-pep-hingga-arteta">Siklus Rindu Sepak Bola Indah: dari Michels, Pep, hingga Arteta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Arteta-Ball&#8221; dalam Senyawa Meriam London</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/29/arteta-ball-dalam-senyawa-meriam-london</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2022 10:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[Mikael Arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=288164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // rindukanlah keabadian/ ketika Arsenal kau kenang/ rindukan keindahan/ saat kau hayati Sang Meriam/ impikan elok sepak bola/ saat kau tafsiri kehidupan// (Sajak &#8220;Arsenal, Arsene, dan Arteta&#8221;, 2022) PASTILAH hanya kebetulan ketika dua nama berawalan &#8220;Ar&#8221; &#8212; Arsene, dan Arteta &#8212; berurusan dengan Ar&#8221; lainnya, Arsenal; namun takdir sepak bola seolah-olah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/29/arteta-ball-dalam-senyawa-meriam-london">&#8220;Arteta-Ball&#8221; dalam Senyawa Meriam London</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-288175 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// rindukanlah keabadian/ ketika Arsenal kau kenang/ rindukan keindahan/ saat kau hayati Sang Meriam/ impikan elok sepak bola/ saat kau tafsiri kehidupan//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Arsenal, Arsene, dan Arteta&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>PASTILAH</strong> hanya kebetulan ketika dua nama berawalan &#8220;Ar&#8221; &#8212; Arsene, dan Arteta &#8212; berurusan dengan Ar&#8221; lainnya, Arsenal; namun takdir sepak bola seolah-olah mempertemukan ketiganya sebagai &#8220;DNA&#8221; dalam kedahsyatan senyawa.</p>
<p>Di bawah Arsene Wenger, pada sebagian musim 1996-2018 Arsenal menemukan masa-masa kejayaan dengan tiga trofi liga dan tujuh Piala FA. Dan, setelah era pelatih Unay Emery lalu Freddie Ljungberg, baru pada periode 2020 hingga 2022 The Gunners merajut lagi harapan meraih gelar, di bawah &#8220;Ar&#8221; lainnya, Mikael Arteta.</p>
<p>Yang luar biasa, pada musim 2022-2023 Liga Primer dengan laju ketat ini, Arsenal menjadi tim paling konsisten. Dua kekuatan utama, Manchester City dan Liverpool pun bahkan berada di bawah posisi klasemen The Gunners.</p>
<p>Sejauh ini, baru Manchester United yang mampu menghentikan laju tak terkalahkan Arsenal-nya Arteta. Konsistensi dan performa impresif Meriam London itu, tak pelak memicu diskusi: siapa Arteta yang mampu membawa Arsenal ke status &#8220;wow&#8221; saat ini?</p>
<p>Baru tiga musim ini dia melatih klub secara mandiri, setelah sebelumnya menjadi tangan kanan Pep Guardiola di Manchester Biru. Jauh hari, Pep sudah memujinya, &#8220;Arteta punya etos kerja sangat hebat. Dia memiliki talenta spesial untuk menganalisis apa yang terjadi dan kemudian menemukan solusinya&#8221;.</p>
<p>Sorotan terhadap kinerja legenda Arsenal (2011-2016) ini lebih beraksen respek terhadap kejeniusannya. Arteta adalah pemuja keindahan bermain, seperti rata-rata alumni Akademi La Masia yang terdoktrin filosofi sepak bola ofensif Rinus Michels dan Johan Cruyff. Dia menambahkan &#8220;aspek pragmatis&#8221; yang tidak bergantung pada taktik dan situasi lawan.</p>
<p>Tentu ideologi sepak bola ekspresif dan menghibur yang dia tuangkan tidak bisa dibandingkan dengan pragmatisme ala Jose Mourinho dan Rafael Benitez. Dua tokoh itu, tak jarang bersikap &#8220;seburuk apa pun permainan, yang penting menang&#8221;.</p>
<p><strong>Sepak Bola Ekspresif</strong><br />
Lantaran perjalanan kepelatihan Arteta yang bersentuhan dengan Pep Guardiola, maka tidaklah berlebihan membandingkan Manchester City dan Arsenal, musim ini.</p>
<p>Kedua tim sama-sama mengusung karakter atraktif, ekspresif, menghibur, sekaligus &#8220;kejam menghukum gawang lawan&#8221;. Dua arsitek di belakang dua penguasa pucuk klasemen ini tampak punya kesamaan <em>mindset</em> tentang keindahan sepak bola.</p>
<p>Ketika masih mendampingi Pep, para pemain City mengakui Mikael Arteta sebagai eksekutor brilian dari ide-ide sang mentor.</p>
<p>Artinya, kedua pelatih sudah saling mengisi dari penghayatan yang sama tentang pilihan sikap taktik. Tinggal penajaman spesifik seperti apa yang kemudian dituang sebagai kunci strategi bermain, baik untuk City maupun Arsenal.</p>
<p>Kepergian Patrick-Emerick Aubameyang ke Barcelona (kini berlabuh di Chelsea), tidak mengurangi daya gedor Arsenal yang kini bertumpu pada Gabriel Jesus dan Bukayo Saka.</p>
<p>Arteta juga sukses membangkitkan kembali potensi Granit Xhaka dan memantapkan peran Gabriel Martinelli. Anda nikmati pulalah betapa impresif dan penuh kegembiraan bermain Martin Odegaard, Kieran Tierney, Oleksandr Zinchenko, Marquinhos, dan Takeshiro Tomiyasu sebagai kunci-kunci taktik Arteta.</p>
<p>Racikan pria Spanyol itu mampu menghadirkan &#8220;DNA&#8221; permainan yang mengalir rancak ala &#8220;sepak bola sexy&#8221; Arsene Wenger pada masa-masa kejayaannya.</p>
<p>Ketika itu Wenger dikelilingi para &#8220;penari&#8221; David Seaman, Thierry Henry, Denis Bergkamp, Cesc Fabregas, Emmanuel Petit, Robert Pires, Freddie Ljungberg, Marc Overmars, Robin van Persie, Patrick Vieira, William Gallas, dan Tony Adams.</p>
<p><strong>&#8220;Arteta-Ball&#8221;</strong><br />
&#8220;Arteta-ball&#8221;, demikianlah fans Arsenal menyebut gaya bermain ekspresif ala Mikael Arteta. Passing cepat, efisien, dan mulai membangun serangan dari belakang. Dia konfiden untuk tidak terikat pada cara bermain yang bergantung pada taktik lawan.</p>
<p>Dengan performa sejauh ini, laju positif dan &#8212; kata Arteta &#8212; &#8220;Permainan yang kami mau&#8221;, Arsenal harus membuktikan konsistensi ketika musim masih panjang. Pastilah bukan &#8220;tanpa modal apa-apa&#8221; mereka berada dalam posisi sekarang.</p>
<p>Setidak-tidaknya, kebekuan kompetisi tercairkan oleh atraktivitas Granit Xhaka cs, untuk menepis fenomena <em>status quo</em> &#8220;City lagi, City lagi, Liverpool lagi&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/29/arteta-ball-dalam-senyawa-meriam-london">&#8220;Arteta-Ball&#8221; dalam Senyawa Meriam London</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>