blank
Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani bersama Wakil Bupati Sugeng Prasetyo dan perwakilan Disnakertrans Grobogan, Kemenaker dan IM Japan berfoto bersama ratusan peserta Seleknas di Joglo Santosa Toroh. Foto: Tya Widya/Dok.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani, menghadiri pembukaan Seleknas Pemagangan ke Jepang yang digelar di Joglo Santosa, Kecamatan Toroh, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi ratusan pemuda yang berjuang meraih kesempatan mengikuti program pemagangan di Jepang.

Acara pembukaan Seleknas Pemagangan ke Jepang itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani turut memasang tanda nomor peserta secara simbolis sebagai penanda dimulainya tahapan seleksi.

BACA JUGA : Gara-gara Api Bludukan, Kandang Sapi Ludes Terbakar

Suasana pembukaan berlangsung penuh semangat. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi dengan harapan dapat melanjutkan proses seleksi hingga tingkat nasional.

Lusia Indah Artani mengaku bangga karena Kabupaten Grobogan dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan seleksi nasional yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan IM Japan, Disnaker Jawa Tengah, serta Disnakertrans Grobogan.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Grobogan memiliki komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program-program strategis.

Sebanyak 223 peserta laki-laki dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti tahapan seleksi. Mereka datang dengan harapan dapat menjadi bagian dari tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Lusia menilai program pemagangan ke Jepang bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi generasi muda.

Ia menegaskan bahwa para peserta yang lolos nantinya akan membawa nama baik daerah sekaligus menjadi calon pahlawan devisa bagi Indonesia.

“Ini sebuah langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang kompeten, disiplin, dan siap bersaing dengan dunia kerja internasional,” jelas Lusia.

BACA JUGA : Pembinaan Disiplin dan Etos Kerja ASN DPK Madrasah, Kepala KanKemenag Jepara Dorong Ekosistem Pendidikan Bertumbuh

Ia mengatakan program tersebut menjadi peluang berharga bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter profesional melalui pengalaman bekerja di Jepang.

Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program di Jepang diyakini akan menjadi bekal penting ketika peserta kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia kerja maupun dunia usaha.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, peserta juga akan memperoleh pengalaman beradaptasi dengan budaya kerja yang dikenal disiplin dan produktif.

Lusia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sejak proses seleksi berlangsung.

“Semoga seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan semangat, integritas dan memberikan hasil yang terbaik,” tambah dia.

Menurut Lusia, keberhasilan peserta dalam mengikuti program tersebut akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, daerah, dan bangsa.

Ia juga berharap program pemagangan ke Jepang mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, memiliki daya saing global, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.

Pelaksanaan Ketat

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh menjelaskan bahwa seluruh peserta akan menjalani serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat.

Peserta yang berhasil melewati seluruh proses hingga tahap akhir akan memperoleh kesempatan mengikuti program pemagangan sekaligus bekerja di Jepang.

“Jumlah peserta yakni 223 orang yang semuanya laki-laki. Mereka nanti akan mengikuti tahapan seleksi seperti pemeriksaan administrasi, tes kesamaptaan atau kemampuan fisik, tes matematika, wawancara, kesehatan, serta tahapan lain sesuai ketentuan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Japan,” jelas Teguh.

Ia menambahkan setiap tahapan dirancang untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memenuhi standar kompetensi dan kesiapan yang telah ditetapkan.

BACA JUGA : Pria Asal Demak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Jati Kulon Kudus

Menurut Teguh, program pemagangan ke Jepang merupakan salah satu bentuk investasi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di perusahaan Jepang, tetapi juga memahami budaya kerja yang mengedepankan kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, produktivitas, serta kerja sama tim.

“Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang, melainkan juga belajar mengenal budaya kerja yang mengutamakan kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, produktivitas dan kerja sama,” pungkasnya.

TYA WIDYA