SEMARANG (SUARABARU.ID) – Selama periode Januari hingga Juni 2026, sebanyak 34 perjalanan kereta api keberangkatan awal dari wilayah Daop 4 Semarang berhasil mencatatkan tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) yang nyaris mencapai 100 persen.
Ke-34 perjalanan tersebut melayani berbagai tujuan utama di Pulau Jawa, antara lain, 12 perjalanan menuju Jakarta, seperti KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, KA Argo Merbabu, KA Gunungjati, KA Menoreh, KA Tawang Jaya Premium, KA Tawang Jaya, dan KA Tegal Bahari.
Selanjutnya 2 perjalanan menuju Surabaya menggunakan KA Ambarawa Ekspres pagi dan siang, 3 perjalanan menuju Purwokerto dan Cilacap melalui KA Kamandaka, 7 perjalanan menuju Tegal, Brebes dan Cirebon Prujakan menggunakan KA Kaligung.
Selain itu 2 perjalanan menuju Solo menggunakan KA Banyubiru, 4 perjalanan KA lokal yaitu KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol – Ngrombo, 2 perjalanan menuju Cepu menggunakan KA Blora Jaya, serta 1 perjalanan menuju Bandung melalui KA Ciremai.
Secara keseluruhan, KAI Daop 4 Semarang juga mencatat kinerja ketepatan waktu yang sangat baik sepanjang Semester tahun I 2026. Untuk perjalanan kereta api penumpang, tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 95,83 persen.
Sementara itu, pada layanan kereta api barang, OTP keberangkatan mencapai 97,65 persen dan OTP kedatangan sebesar 98,06 persen.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari disiplin operasional yang konsisten, serta sinergi seluruh insan KAI dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api.
“Keberhasilan 34 perjalanan KA keberangkatan awal Daop 4 Semarang mencatatkan ketepatan waktu yang nyaris 100 persen merupakan bukti nyata komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” ungkap Luqman, Selasa (28/7/2026).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa koordinasi dan disiplin operasional di seluruh lini berjalan sangat baik, mulai dari petugas pengatur perjalanan kereta api, masinis, petugas stasiun, hingga tim perawatan sarana dan prasarana.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan tingkat ketepatan waktu tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang terus dilakukan KAI Daop 4 Semarang.
Koordinasi antara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop), petugas stasiun, dan masinis terus diperkuat agar pengaturan perjalanan berlangsung lebih efektif dan responsif terhadap berbagai kondisi di lapangan.
Selain itu, pemeliharaan sarana dan prasarana perkeretaapian dilakukan secara berkala dan terjadwal, disertai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meminimalkan potensi gangguan perjalanan.
KAI Daop 4 Semarang juga memanfaatkan sistem pemantauan secara real-time untuk memonitor kondisi lintas sehingga potensi hambatan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Evaluasi operasional pun rutin dilakukan sebagai upaya penyempurnaan prosedur serta peningkatan pengendalian keterlambatan.
Luqman menambahkan, tingginya tingkat ketepatan waktu memberikan manfaat nyata bagi pelanggan karena menciptakan kepastian dalam merencanakan aktivitas maupun perjalanan lanjutan.
Ning S













