KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Para petani Desa Tlogowulung di Kecamatan Alian Kebumen kini sukses mengubah lahan desa yang mengandalkan tadah hujan menjadi sentra pertanian produktif.
Hal tersebut terbukti deri panen raya bawang merah yang dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran pemerintah daerah, Jumat (24/7) 2026.
Keberhasilan budidaya di lahan seluas 3 hektare (ha)yang tersebar di beberapa titik ini menjadi pencapaian tersendiri bagi warga setempat.
Apalagi komoditas bawang merah dinilai mampu memberikan hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan tanaman padi konvensional yang sebelumnya menjadi andalan warga dataran tinggi tersebut.
Bup

ati Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), para penyuluh pertanian, serta seluruh petani yang telah bekerja keras mengembangkan sektor ini.
Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa sinergi yang baik mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini mungkin seumur hidup saya baru panen bawang merah, biasanya panen padi. Tapi sekarang panen bawang merah yang hasilnya menggembirakan, bagus, besar-besar, dan tentunya saya sangat bangga Desa Tlogowulung yang ada di pegunungan hasilnya memuaskan,”ujar Lilis Nuryani.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Kabupaten Kebumen. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir mendukung kemajuan sektor ini, termasuk membantu menyelesaikan kendala infrastruktur pertanian seperti ketersediaan pasokan air yang menjadi catatan penting dalam kunjungan tersebut.
“Tadi Bapak Kepala Desa menyampaikan kekurangan air. Tolong Pak Kepala Dinas Pertanian dibantu dan difokuskan, karena ini bawang merahnya bagus. Pemerintah Kabupaten Kebumen akan terus hadir mendukung kemajuan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur, layanan penyuluhan, hingga akses permodalan,”imbuhnya.
Kepala Desa Tlogowulung Turyono, mengungkapkan, terobosan menanam bawang merah ini berawal dari evaluasi panjang terhadap efektivitas penanaman padi di wilayah pegunungan yang membutuhkan biaya pengolahan tanah tinggi setiap musimnya.
Belum lagi kendala ketersediaan air saat musim kemarau. Melalui program ketahanan pangan desa, pihaknya kemudian memberikan stimulan bantuan bibit kepada warga.
“Alhamdulillah dari 1 kilogram bibit bisa menghasilkan hingga 25 kilogram saat panen perdana. Saat ini sudah ada sekitar 61 petani yang menanam di lahan seluas kurang lebih 3 hektare. Ini menjadi alternatif luar biasa untuk membantu dan meningkatkan ekonomi masyarakat pegunungan karena hasilnya jauh lebih menjanjikan dibanding padi,”ungkap Turyono.
Kades Turyono juga memaparkan inovasi pendukung lainnya. Seperti pembuatan kolam penampungan air mini dan pengembangan produk turunan sabut kelapa oleh warga setempat untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Dengan capaian produktivitas yang tinggi serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kebumen, program pengembangan bawang merah di Tlogowulung diharapkan bisa menyejahterakan petani setempat.
Bahkan mampu menginspirasi desa-desa pegunungan lainnya di Kecamatan Alian untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Komper Wardopo













