blank
Beberapa koleksi batik yang dipamerkan di Museum Batik Kota Pekalongan. Foto: Dinkominfo

KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) – Museum Batik Kota Pekalongan memperingati 20 tahun berdirinya dengan menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Batik Membumi, Generasi Peduli”. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya generasi baru pembatik yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kepala Museum Batik Kota Pekalongan, Nurhayati Sinaga menjelaskan, tema tersebut menjadi wujud komitmen museum dalam menjaga keberlanjutan batik melalui regenerasi. Menurutnya, pembatik muda memiliki peran penting dalam membawa perspektif baru tanpa meninggalkan nilai dan filosofi batik.

“Kami ingin memunculkan bibit-bibit baru di dunia batik agar regenerasi terus berjalan. Anak-anak muda ini kami harapkan membawa kebaruan dalam motif sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Jadi batiknya lestari, buminya juga tetap terawat,”jelasnya pada pembukaan pameran tersebut, Rabu (22/7/2026).

Ia menambahkan, pesan pelestarian lingkungan juga diterapkan dalam penyelenggaraan kegiatan dengan meminimalkan penggunaan kardus dan plastik serta memanfaatkan tanaman sebagai suvenir. Langkah tersebut diharapkan dapat menunjukkan bahwa pelestarian batik dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.

“Harapannya batik semakin dikenal luas, tetapi persoalan limbah batik juga dapat diatasi bersama sehingga budaya dan lingkungan dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Nur Muktiadi