blank

SEMARANG — SUARABARU.ID :  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terus memberikan perhatian khusus kepada korban kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) Jalan Kokrosono, Kota Semarang yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab mengatakan setelah ada instruksi dari Gubernur Ahmad Luthfi, pihaknya langsung melihat kondisi terkahir korban di rumah sakit. Dari tiga korban kecelakaan tersebut dua orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu HRA (9) dan Rujito (45). HRA meninggal dunia saat tiba di rumah sakit sedangkan Rujito meninggal dunia saat dilakukan tindakan medis di rumah sakit.

“Korban yang berusia 12 tahun (ZIA) kondisi kurang bagus dan masih dirawat di Ruang PICU RSUP Dr Kariadi. Kami berikan atensi dan support maksimal terkait pembiayaan rumah sakit,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 21 Juli 2026.

Zulfachmi menjelaskan, atensi yang diberikan dari Pemprov Jateng tersebut selain pembiayaan yang ditanggung oleh Jasa Raharja. Dinas Kesehatan juga akan terus memantau kondisi korban luka berat dan terus melakukan pendampingan kepada keluarga korban.

“Atensi dan pendampingan kepada keluarga juga kami lakukan. Kebetulan ibu dari korban adalah pegawai puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sebagai informasi, kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono tersebut terjadi pada Senin, 20 Juli 2026, sekira pukul 07.00. Saat itu korban Rujito yang mengendarai sepeda motor Honda Supra mengantar dua keponakannya ke sekolah. Sepeda motor tersebut kemudian tertabrak kereta barang yang melaju dari arah Barat menuju Timur.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi yang mengetahui kejadian tersebut sempat melayat ke rumah duka di Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Luthfi mengatakan, peristiwa tersebut sangat mengetuk hati, terlebih terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal serta kesembuhan bagi dua korban yang masih dirawat.

“Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan. Rumah sakit saya perintahkan untuk kita bantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” kata Luthfi.

Luthfi meminta peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Masyarakat diminta tidak menerobos ketika petugas telah memberikan peringatan maupun ketika sirene perlintasan berbunyi.

“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti. Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” katanya. (*)