blank
bersama Kajari Kabupaten Jepara, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Jepara beserta pengurus, dan Atlit Difabel Jepara

JEPARA ( SUARABARU. ID) – Suasana hangat bercampur haru menyelimuti Aula Kejaksaan Negeri Jepara, Senin (20/7/2026), saat Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kabupaten Jepara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-XXVI dengan cara berbeda. Tidak hanya menjadi ajang perayaan organisasi, momentum tersebut diwujudkan melalui kegiatan berbagi dan pemberian apresiasi kepada para atlet difabel berprestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Jepara di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, Ketua IAD Kabupaten Jepara Ida Ayu Putu Saskariani, jajaran keluarga besar Kejaksaan Negeri Jepara, Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Jepara, pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jepara, dan para atlet difabel.

blank
Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, di dampingi ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Jepara Ida Ayu Putu Saskariani menyampaikan sambutan

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, menegaskan bahwa peringatan HUT IAD tahun ini sengaja diarahkan menjadi wujud nyata kepedulian kepada penyandang disabilitas yang telah membuktikan kemampuan dan prestasinya di berbagai ajang olahraga. “Prestasi yang diraih para atlet difabel bukan sesuatu yang datang begitu saja. Di balik setiap medali terdapat perjuangan panjang, disiplin latihan, pengorbanan waktu, hingga tantangan biaya dan akomodasi yang tidak ringan. Karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan penghargaan atas dedikasi mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberhasilan para atlet difabel telah menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Justru semangat pantang menyerah yang mereka miliki menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. “Kami ingin menyampaikan bahwa cinta kasih dan perhatian ini merupakan bentuk penghormatan kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak, kesempatan, dan martabat yang sama sebagai warga negara,” katanya.

blank
Ketua IAD Kabupaten Jepara, Ida Ayu Putu Saskariani saat memberi apresiasi kepada Atlit Difabel

Lebih lanjut, Agung menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Jepara untuk ikut mengawal pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan di Kabupaten Jepara perlu terus didorong agar memenuhi ketentuan mengenai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan ikut mengawal agar hak penyandang disabilitas benar-benar mendapatkan perhatian, termasuk implementasi kewajiban perusahaan dalam menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kesempatan yang setara merupakan bagian dari keadilan yang harus diwujudkan bersama,” tegasnya.

blank
Atlet tunanetra, Najwa Aulia Syafa, menghipnotis seluruh tamu melalui alunan lagu

Suasana haru semakin terasa ketika Ketua IAD Kabupaten Jepara, Ida Ayu Putu Saskariani, atau yang akrab disapa Dayu Saska Kusimantara, menyampaikan sambutan. Dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca, ia beberapa kali berhenti sejenak menahan haru hingga membuat seluruh ruangan terdiam.

Menurut Dayu, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi maupun berkarya. “Saya percaya bahwa keterbatasan tidak pernah membatasi seseorang untuk menjadi luar biasa. Justru dari mereka kita belajar tentang arti ketekunan, semangat, dan rasa syukur. Keterbatasan mampu menembus segala batas ketika disertai tekad yang kuat,” ungkapnya.

blank

Ucapan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari seluruh tamu yang hadir. Sejumlah atlet maupun keluarga yang mendampingi tampak terharu mengikuti jalannya acara.

Ketua NPCI Kabupaten Jepara, Asrori, menyampaikan apresiasi atas inisiatif IAD dan Kejaksaan Negeri Jepara yang memberikan ruang penghormatan kepada atlet-atlet difabel. Menurutnya, perhatian seperti ini memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar pemberian bantuan.

“Kegiatan seperti ini mampu membuka cara pandang masyarakat, khususnya para orang tua yang masih memiliki anak berkebutuhan khusus. Mereka akan melihat bahwa anak-anak difabel mampu berprestasi, mampu mandiri, bahkan mampu mengharumkan nama daerah apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan yang tepat,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak lembaga pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Jangan pernah ragu mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kemampuan luar biasa apabila diberikan kesempatan,” tambahnya.

Puncak acara ditutup dengan penampilan musik yang memukau dari para atlet tunanetra. Aqila Athfah Ummu Syarifah, Najwa Aulia Syafa, dan Agoes berhasil menghipnotis seluruh tamu melalui alunan lagu Terpaksa yang dipopulerkan Rhoma Irama. Penampilan yang dibawakan dengan penuh penghayatan tersebut mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan panjang dari para hadirin.

Perayaan HUT ke-XXVI Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Jepara akhirnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya penghargaan terhadap prestasi, kesetaraan kesempatan, serta kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Jepara yang semakin inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan ruang yang sama bagi setiap warganya untuk berkarya serta berprestasi.

Hadepe