blank
Tim SAR saat melakukan pencarian dua anak yang diduga tenggelam di saluran irigasi Singomerto, Desa Kalibenda. Foto: dok/basarnas

BANJARNEGARA (SUARABARU.ID)– Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengabarkan, telah memberangkatkan satu tim untuk melaksanakan operasi pencarian dua anak yang dilaporkan tenggelam di saluran irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, pada Rabu (15/7/2026).

Saat ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang melalui Pos SAR Wonosobo, terus melakukan pencarian dua anak itu. Pihaknya berharap, dua anak yang diduga tenggelam itu, segera ditemukan

”Kami menerima informasi, ada dua bocah yang diduga tenggelam di saluran irigasi Singomerto, Kalibenda. Saat ini sudah kami berangkatkan satu tim, untuk melakukan pencarian,” kata Budiono, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).

BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Jateng Bekali Peserta MPLS di Tiga Sekolah dengan Penyuluhan Kesadaran Hukum

Disampaikan dia, berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu terjadi pada Rabu sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

Saksi atas nama Sahid (40) sebelumnya masih melihat kedua korban, Muhammad Fadli Al Fayad (10), warga Dusun Bantarsari RT 02/RW 02, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, dan Zafran (12), warga Desa Kalibenda RT 01/RW 02, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, sedang bermain di sekitar Irigasi Singomerto.

Namun tak lama, saksi tak lagi melihat kedua anak itu, yang sebelumnya berada di bawah jembatan kalibenda. Diduga keduanya terpeleset hingga tercebur dan tenggelam, di saluran irigasi yang berkedalaman kurang lebih 1,5 meter itu.

BACA JUGA: Polsek Gubug Sebar Personel ke SD-SMP, Bentengi Siswa Baru dari Bahaya Bullying dan Narkoba

”Warga sekitar sudah berupaya melakukan pencarian secara mandiri, setelah kejadian. Namun karena cukup dalam, dan airnya juga cukup keruh, hingga malam kedua korban belum ditemukan. Akhirnya warga melaporkan kejadian itu,” ungkap Budiono.

Tim SAR Gabungan kini tengah melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian, dengan melakukan penyisiran pada aliran irigasi. Selain itu, pencarian dilakukan di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam. Tim pencarian juga melakukan penyelaman di titik-titik terdalam, dimana diduga korban berada.

”Hari ini cuaca cerah, dan arus juga sudah tidak ada, karena kemarin pintu air irigasi sudah ditutup. Semoga kedua korban bisa segera ditemukan tim,” pungkas Budiono.

Riyan