blank
Wali Kota Damar Prasetyono (tengah) bersama Wakil Wali Kota dr Sri Harso (kopiah) dan Sudaryano R. Lamangkona Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga di Kementerian KUMKM bersama-sama memotong untaian melati tanda dibukanya Magelang Fair 2026. (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kota Magelang menggelar Magelang Fair 2026 sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Wali Kota Damar Prasetyono mengatakan,  keberadaan event menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan UMKM, karena mampu menghadirkan pasar dan meningkatkan transaksi ekonomi.

 

“UMKM ditopang oleh event. Tanpa event yang terstruktur, UMKM tidak bisa tumbuh. Karena itu, Kota Magelang terus berupaya menciptakan event-event yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Damar saat membuka Magelang Fair 2026, di Alun-alun Kota Magelang beberapa hari lalu.

 

Pembukaan kegiatan juga dihadiri Sudaryano R. Lamangkona Staf AhliBidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga di Kementerian KUMKM, dan sejumlah pejabat Forkopimda setempat.

 

Magelang Fair tahun ini menghadirkan pameran produk unggulan daerah, business matching, serta fasilitasi pembiayaan usaha melalui kerja sama dengan sektor perbankan.

 

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, perbankan dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memperkuat daya saing UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja.

 

Damar menyebut, pertumbuhan ekonomi Kota Magelang saat ini mencapai sekitar 5,96 persen, atau berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Tengah.

 

blank
Wali Kota Damar Prasetyono didampingi Wakil Wali KOta dr Sri Harso saat berkunjung ke stan kerajinan. (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

“Saya berharap Magelang Fair menjadi tempat bertemunya pelaku usaha dengan investor, kreativitas dengan pasar, serta melahirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kota Magelang,” ungkapnya.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Magelang, Syaifullah, mengatakan Magelang Fair 2026 diikuti sekitar 120 stan yang diisi organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Magelang, kementerian dan lembaga pemerintah pusat, pelaku UMKM, perguruan tinggi, hingga perusahaan/peserta dari sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Jawa.

 

“Magelang Fair menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus memperluas jejaring usaha dan kolaborasi antarpelaku ekonomi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Magelang,” kata Syaifullah.

 

Kemudian ragam kegiatan juga dihadirkan, di antaranya pameran nasional produk unggulan daerah, pameran UMKM, industri, pendidikan hingga startup dan sebagainya.

 

Selain itu, terdapat pelayanan publik, Magelang Food Festival, pentas seni budaya, sosialisasi KUR perbankan, temu usaha Koperasi Desa Merah Putih, program UMKM Cerdas Digital, hingga sosialisasi program kementerian/lembaga yang terlibat. (prokompimkotamgl)