blank
Foto bersama peserta kegiatan Narasumber dan didampingi pimpinan LKP evolution. Foto: FR.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bersama LKP Evolution mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui pelatihan keterampilan sablon dan kewirausahaan pada Rabu (8/7/2026).

Program pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung selama empat hari itu membekali peserta dengan kemampuan teknis sekaligus pengetahuan membangun usaha secara berkelanjutan.

“Peserta tidak hanya mempelajari teknik sablon, tetapi juga mengikuti materi pengembangan ide bisnis, legalitas usaha, penyusunan profil produk, branding, packaging, pemasaran, investasi modal kerja, penyusunan business plan, hingga pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia,” ujar Pimpinan LKP Evolution, Muhammad Fu’ad, S.Pd.

Ia juga menyampaikan pelatihan tersebut dirancang agar masyarakat mampu melihat sablon sebagai peluang usaha, bukan sekadar keterampilan teknis.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi memperkuat kualitas pelatihan karena peserta memperoleh pendampingan dari sisi manajemen usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan usaha yang lebih siap bersaing dan berkelanjutan.

Dosen Program Studi Akuntansi FEB Unisnu Jepara, Fatchur Rohman, juga menilai banyak pelaku usaha pemula masih berfokus pada produk tanpa memperhatikan identitas usaha. Karena itu, ia mengajak peserta memahami pentingnya branding, kemasan, dan legalitas.

“Produk yang baik harus didukung identitas usaha yang jelas. Konsumen juga mempertimbangkan nama usaha, kemasan, hingga legalitas sebelum membeli,” katanya.

Sementara itu, dosen Program Studi Manajemen FEB Unisnu Jepara, Eko Nur Fuad, mengarahkan peserta agar mampu menyusun strategi pemasaran yang tepat. Ia juga membimbing peserta menyusun business plan sehingga usaha memiliki target dan arah pengembangan yang jelas.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mempelajari cara menentukan pasar, menetapkan harga, menjaga kualitas layanan, hingga merencanakan kebutuhan modal dan strategi promosi.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik maupun diskusi. Sebagian peserta ingin membuka usaha sablon mandiri, sedangkan lainnya berencana memanfaatkan keterampilan tersebut untuk mendukung usaha keluarga, komunitas, maupun UMKM di lingkungan mereka.

Melalui program ini, FEB Unisnu Jepara berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengubah keterampilan menjadi usaha produktif sehingga ikut memperkuat ekonomi kreatif di Kabupaten Jepara.

Septiana W. – Fatchur Rohman