blank
Peserta wisuda warga belajar PKBM Prospek Wonosobo pada periode sebelumnya. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Pemandangan yang berbeda akan terlihat di Atrium Pasar Induk Wonosobo pada Kamis (9/7/2026).

blank
Peserta wisuda warga belajar PKBM Prospek Wonosobo pada periode sebelumnya. Foto : SB/Muharno Zarka

Di tengah aktivitas perdagangan dan lalu lalang masyarakat, PKBM Prospek Wonosobo menyelenggarakan acara “Wisuda Peduli”, sebuah inovasi perayaan kelulusan pendidikan kesetaraan yang memadukan prosesi wisuda dengan aksi kepedulian sosial.

Direktur PKBM Prospek Wonosobo menjelaskan mengusung tema “Dari Pasar, Menyalakan Harapan”, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata PKBM Prospek terhadap Gerakan Mayo Sekolah di Kabupaten Wonosobo.

“Yakni sebuah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus belajar dan memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang pernah terputus dari pendidikan,” katanya.

Berbeda dengan prosesi wisuda yang lazim dilaksanakan di gedung atau hotel, PKBM Prospek sengaja memilih Atrium Pasar Induk Wonosobo sebagai lokasi kegiatan.

Menurut pria bergelar Doktor (S3) Pendidikan Luar Sekolah dari Unnesa Surabaya itu, pemilihan lokasi pasar bukan tanpa alasan. Pasar merupakan ruang publik tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat.

“Melalui momentum ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan harus hadir di tengah kehidupan masyarakat dan dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang ekonomi,” tegas dia.

Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, lanjutnya, PKBM Prospek mengukuhkan 282 lulusan pendidikan kesetaraan, yang terdiri atas Paket A (setara SD) 8 lulusan, Paket B (setara SMP) 61 lulusan dan Paket C (setara SMA) 213 lulusan

“Proses pembelajaran diselenggarakan melalui tiga pusat layanan pendidikan, yaitu Pokjar Desa Bener, Kepil, Pokjar Mandiri Maju Desa Pecekelan, Sapuran dan Kampus Induk PKBM Prospek Gondang Watumalang,” terangnya.

Luluskan 4.118 Warga Belajar

blank
Direktur PKBM Prospek Wonosobo, Dr H A Mukholis, SPd MM Pd. Foto : SB/Muharno Zarka

Sejak meluluskan angkatan pertama pada tahun 2007, kata Dr Kholis, PKBM Prospek telah mengantarkan 4.118 warga belajar menyelesaikan pendidikan melalui jalur pendidikan kesetaraan, terdiri atas, Paket A 122 alumni, Paket B 1.307 alumni dan Paket C 2.689 alumni

“Jumlah tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pendidikan Kesetaraan telah memberikan kesempatan kedua bagi ribuan warga Wonosobo untuk memperoleh pendidikan yang layak,” akunya.

Sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian, para lulusan tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga melaksanakan aksi sosial dengan membagikan 100 Paket Harapan kepada anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan.

Setiap Paket Harapan berisi, perlengkapan alat tulis sekolah, buku inspiratif “Jalan Kesetaraan” dan Surat Semangat yang ditulis oleh para lulusan

Melalui aksi tersebut, PKBM Prospek ingin mengajak masyarakat untuk memandang kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi sebagai awal pengabdian kepada masyarakat.

Dr H A Mukholis, SPd MM Pd, menyampaikan bahwa konsep Wisuda Peduli lahir dari keinginan menghadirkan makna baru dalam perayaan kelulusan.

“Kami percaya bahwa kelulusan bukanlah garis akhir pendidikan. Kelulusan adalah awal untuk menghadirkan manfaat. Karena itu, para lulusan kami tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga berbagi harapan kepada masyarakat,” katanya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang sesungguhnya adalah pendidikan yang melahirkan kepedulian,” imbuh dia.

PKBM Prospek berharap model Wisuda Peduli dapat menjadi inspirasi bahwa perayaan kelulusan dapat dilaksanakan secara sederhana, bermakna, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PKBM Prospek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Gerakan MAYO SEKOLAH, memperluas akses Pendidikan Kesetaraan, serta membangun budaya belajar sepanjang hayat di Wonosobo.

Muharno Zarka