SRAGEN (SUARABARU.ID) – Bupati Sragen Sigit Pamungkas, meninjau sejumlah situs bersejarah Senin (6/7/2026) yang akan menjadi destinasi kunjungan Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi warisan sejarah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan berdirinya Kabupaten Sragen. Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan 27 Mei 1746 dan disetujui DPRD menjadi Perda No 4 Tahun 1987.
Empat lokasi yang dikunjungi Bupati bersama rombongan meliputi Pendopo Petilasan Mangkubumi di Desa Pandak dan Gua Mangkubumi di Desa Gebang, Kecamatan Masaran. Petilasan Sentono di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, serta Sendang Sumberan di Desa Japoh, Kecamatan Jenar.
“Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Goa Mangkubumi di Desa Gebang. Situs tersebut diyakini menjadi salah satu tempat persinggahan Pangeran Mangkubumi sebelum kelak dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono I, pendiri Keraton Yogyakarta,” tutur Bupati Sigit Pamungkas didampingi Sekda Hargiyanto dan Kades Gebang Jumanto.
Saat meninjau lokasi, Bupati Sigit menjelaskan Goa Mangkubumi memiliki nilai sejarah yang tinggi karena terbagi menjadi tiga kawasan dengan fungsi yang berbeda pada masa perjuangan.
“Di Desa Gebang inilah merupakan Petilasan Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono I, pendiri Keraton Yogyakarta,” terang orang nomor satu di Kabupaten Sragen itu.
Menurutnya, kawasan Goa Mangkubumi terdiri atas tiga zona, yakni area yang dahulu digunakan sebagai markas, tempat tinggal, dan beristirahat para pejuang. Ada juga goa yang digunakan Pangeran Mangkubumi untuk bersemedi, serta kompleks makam para pengikut Pangeran Mangkubumi yang gugur dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.
Tiga Zona Gua
“Goa Mangkubumi memiliki tiga zona, yaitu markas tempat istirahat dan tinggal, goa untuk semedi atau menenangkan diri, serta kompleks makam para pengikut Pangeran Mangkubumi yang saat itu berjuang melawan Belanda,” jelasnya.
Bupati berharap keberadaan situs-situs bersejarah tersebut semakin dikenal masyarakat dan menjadi tujuan wisata edukasi sejarah di Kabupaten Sragen.
“Tempatnya asri dan nyaman,” tuturnya berpromosi. Dikatakan Warga Sragen maupun masyarakat luar dapat menapaktilasi jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi di Kabupaten Sragen, khususnya yang ada di Desa Gebang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 yang akan dihadiri Sri Sultan Hamengkubuwono X, dijadwalkan Kamis (9/7/2026).
Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat ikatan sejarah antara Sragen dan Kesultanan Yogyakarta sekaligus mendorong pelestarian situs-situs bersejarah sebagai aset budaya dan destinasi wisata edukatif.
anind













