SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto mengatakan, Pemprov Jateng menyambut positif keputusan Maluku Utara United (Malut United), yang memilih Semarang sebagai markas barunya.
”Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami berikan apresiasi atas keputusan itu. Hal ini agar persepakbolaan di provinsi ini makin bergairah. Dengan kedatangan Malut United yang memilih Jatidiri sebagai homebase, tentu akan menjadi kebahagiaan bagi kami,” kata Aria.
Hal itu seperti yang diungkapkannya, usai acara dialog yang digelar Asprov PSSI Jateng bersama Pemprov, Manajemen Malut United, PSIS Semarang, serta perwakilan suporter Panser Biru dan Snex, di Hotel Grand Candi Semarang, Selasa (30/6/2026).
BACA JUGA: Jumlah Pemilih TMS Tercatat Sebanyak 7.066 Orang
Menurut Aria, keberadaan Malut United yang kabarnya akan berganti nama menjadi Jateng United itu, akan membuat Stadion Jatidiri lebih optimal untuk dimanfaatkan.
Saat ini, stadion itu hanya digunakan PSIS yang musim ini masih berlaga di kompetisi Championship atau kasta kedua, sehingga intensitas pemakaiannya berkurang.
”Yang pertama, stadion kami ada yang memanfaatkan. Kemudian tentu akan membawa warna baru bagi sepak bola Jateng. Selain itu, PAD juga akan bisa meningkat,” imbuhnya.
BACA JUGA: Ternyata Pria Gondrong ini Anggota Polres Kudus yang Berprestasi
Sementara itu, Plt Wakil Ketua PSSI Jateng, Kairul Anwar menilai, kehadiran Malut United akan memberikan dampak positif, terhadap pembinaan sepak bola di daerah.
Dengan kedatangan Malut United ini, diharapkan menghadirkan sinergi positif dengan PSIS, sebagai ikon atau tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang, serta kualitas pembinaan pemain muda semakin meningkat.
”Harapan kami, Malut nanti bisa mengambil anak-anak Jateng untuk dibina. Sehingga mereka menjadi pemain yang produktif, dan nantinya bisa memperkuat Timnas Indonesia. Sepak bola Jateng akan lebih hidup, dan pendapatan daerah juga meningkat,” ujarnya.
BACA JUGA: Menteri Hukum Buka Rakor Pengendalian Kinerja Semester I Tahun 2026
Sedangkan perwakilan Manajemen Malut United, Sofyan Lestaluhu, yang menjabat sebagai Presiden Klub mengungkapkan, pemilihan Semarang sebagai kandang dilakukan, usai melihat potensi besar sepak bola di Jateng, serta dukungan dari sejumlah pihak.
”Kami memilih Semarang, karena bagi kami ini kota yang aman, bersahabat, dan potensi sepak bolanya sangat luar biasa. Meski akan bermarkas di Semarang, manajemen memastikan klub tidak akan menggunakan nama ‘Semarang’, agar tetap menghormati identitas PSIS,” tutur dia.
Sebelumnya dikabarkan, nama yang diajukan kepada PSSI Pusat adalah Jateng United, meski masih menunggu pengesahan dalam Kongres PSSI. Ada pula opsi lain, Java United.
Manajemen juga memastikan, proses perpindahan domisili sedang berjalan secara administratif, dan ditargetkan rampung sebelum kompetisi musim 2026/2027 dimulai.
Apabila proses perpindahan disahkan, Malut United akan menjadi wakil kedua Jateng di BRI Super League 2026/2027 bersama Persijap Jepara, sekaligus menjadikan Stadion Jatidiri kembali rutin menggelar pertandingan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dalam kesempatan itu, hadir pula ketua umum dari dua elemen suporter PSIS, masing-masing Kepareng (Ketua Umum DPP Panser Biru), dan Freddy Chandra (Ketua Umum Snex). Mereka menyebut, tak mempermasalahkan kehadiran Malut United di Kota Semarang, namun menegaskan, tak boleh memakai identitas yang identik dengan marwah PSIS Semarang.
Riyan













