SEMARANG – SUARABARU.ID : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat layanan kesehatan mental dengan meluncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis), Kamis (2/7/2026). Program ini menjadi langkah jemput bola untuk memperluas akses konsultasi psikolog sekaligus mempercepat deteksi dini gangguan kesehatan jiwa, setelah sebanyak 2,13 juta warga menjalani skrining kesehatan jiwa dan terungkap masih rendahnya angka masyarakat yang mengakses pengobatan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, Logis merupakan layanan konsultasi psikolog gratis berbasis daring yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat. Program tersebut dihadirkan sebagai respons terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental, terutama yang dialami anak-anak dan pelajar.
“Ini adalah bentuk layanan online konsultasi psikolog gratis yang bisa diakses oleh masyarakat semuanya,” kata Ahmad Luthfi seusai peluncuran Logis di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, layanan tersebut dijalankan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, serta sektor pendidikan agar mampu menjangkau kelompok yang rentan mengalami persoalan psikologis, seperti stres, depresi, hingga menjadi korban perundungan.
“Ini kita gandeng Dinas Kesehatan maupun Kementerian Agama, bagi anak-anak dan pendidikan, bagi anak-anak kita yang mempunyai permasalahan-permasalahan psikologi. Contoh misalkan stres, bullying, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Luthfi menegaskan, Logis menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjemput bola penanganan kesehatan mental. Selama ini, menurutnya, banyak persoalan psikologis baru mendapat perhatian setelah berkembang menjadi kasus yang mencuat ke publik.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi secara privat dengan psikolog profesional sehingga persoalan yang dihadapi dapat ditangani lebih dini tanpa rasa takut maupun khawatir terhadap stigma.
“Tetapi dengan cara psikologi gratis ini diharapkan yang mengadu pun bisa dilindungi terkait dengan permasalahan yang ada,” katanya.
Ia juga meminta layanan Logis disosialisasikan secara luas hingga ke sekolah-sekolah, termasuk melalui kampanye zero bullying sebagai upaya mencegah perundungan sejak dini.
“Saya ingin Logis di masing-masing rumah sakit juga membuat slogan terkait zero bullying. Zero bullying ini menjadi upaya pencegahan agar mereka tidak menjadi korban,” ujar Luthfi.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, hingga Triwulan I 2026 sebanyak 2,13 juta penduduk dewasa telah mengikuti skrining kesehatan jiwa melalui Program Cek Kesehatan Gratis. Sementara itu, sekitar 14.600 orang dengan gangguan jiwa masih menjalani penanganan di puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, mengatakan, Logis merupakan program unggulan Pemprov Jateng di bidang kesehatan setelah Spelling. Layanan tersebut dirancang untuk mengatasi hambatan jarak, waktu, serta stigma yang selama ini membuat masyarakat enggan mencari bantuan psikologis.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar satu persen anak berusia di atas lima tahun mengalami depresi. Selain itu, ditemukan berbagai persoalan kesehatan mental, mulai dari percobaan bunuh diri, perundungan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri.
“Hanya 12,7 persen yang melakukan pengobatan. Artinya, masih ada sekitar 87 persen lebih yang belum tertangani,” kata Zulfachmi.
Menurutnya, Logis menjadi pintu masuk deteksi dini melalui konsultasi daring. Apabila ditemukan indikasi gangguan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, petugas kesehatan akan melakukan tindak lanjut, termasuk kunjungan ke rumah pasien.
“Hadirnya Logis ini untuk menjawab kendala jarak, waktu, dan rasa malu atau stigma. Layanan dilakukan secara privat seperti konsultasi psikologi. Kalau terindikasi medis, kami melakukan kunjungan rumah,” ujarnya.
Layanan Logis dapat diakses melalui aplikasi JNN Ext 2 setiap Senin-Kamis pukul 11.00-13.00 WIB dan Jumat pukul 10.00-12.00 WIB. Program ini didukung psikolog profesional dari delapan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan satu unit ambulans kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat pesisir.
“Kita memberikan ambulans kepada nelayan. Ini bentuk kecepatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya nelayan,” katanya.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Kendal, Triyono, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, ambulans akan sangat membantu nelayan saat menghadapi kondisi darurat, mengingat selama ini mereka harus menunggu koordinasi dengan rumah sakit ketika membutuhkan layanan evakuasi.
“Kalau nanti ada yang sakit atau meninggal, setidaknya bisa terbantu. Selama ini kami belum memiliki ambulans sendiri sehingga harus menunggu koordinasi dengan rumah sakit,” ujar Triyono. (*)













