blank
H. Suwarno Johan Lautan bersama istri dan para pelestari ukir . Foto: Maslim

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kendati kondisi fisiknya telah semakin lemah karena usia dan penyakit parkinson yang dideritanya, namun wajah H. Suwarno Johan Lautan nampak “sumringah” ketika menerima para  pelestari ukir Jepara yang “sowan” kerumahnya di Tahunan Jepara, Minggu 28 Juni 2026.

Ia juga masih ingat saat nekad melakukan pameran tunggal di Belanda, Jerman dan Belgia  tahun 1982 dengan uang pribadinya sebesar Rp. 30 juta. “Saat itu harga satu gram emas  sekitar Rp. 9000,-,” ujar Hj, Eny Lestari, istri H. Suwarno yang turut mendampingi bersama putrinya,  Daula Patta Raya.

Tujuannya untuk mempromosikan  seni ukir Jepara seperti yang dilakukan oleh R.A. Kartini yang telah mengirimkan karyanya dalam Pameran Karya Wanita di Den Haag   Juli –  September 1898. “Saya berusaha meneruskan perjuangan R.A. Kartini,” ujar H. Suwarno Johan Lautan penuh semangat

blank
H. Suwarno bersama Hadi Priyanto, Ali Afendi dan H. Maslim dari Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Foto: Dok

Mereka yang silaturahmi diantaranya Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto, Bendahara Umum H. Maslim dan Wakil Ketua Ali Afendi dan Sutrisna, serta Ketua Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara yang datang bersama 13 anggotanya. Juga ada Sutarno dari Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara.

Kepada para pegiat seni ukir Jepara, Suwarno juga berpesan untuk tidak berhenti melestarikan seni ukir. Teruslah latih anak-anak ketrampilan ukir  “  Jika tidak kalian siapa lagi. Semoga ke depan ada peningkatan kesejahateraan atau upah pengukir Jepara,” ujar Suwarno penuh harap.

Kunjungan tersebut menurut H. Maslim adalah sebagai bentuk penghargaan kepada H. Suwarno yang telah berjuang memasarkan seni ukir ke pasar internasional. “Semoga jika ada museum ukir kelak, nama beliau juga tercatat dalam deretan nama – nama tokoh yang turut berjasa dalam pengembangan seni ukir,” ujar Ali Afendi, Wakil Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara

Sementara Rumini, mengucapkan terima kasih kepada H. Suwarno yang telah menjadi salah satu tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan pengembangan seni ukir.

Dalam kunjungan tersebut mereka juga melihat  hasil karya H. Sowarno Johan Lautan.  

Septiana Wibowo