SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Keutamaan menghadiri majelis ilmu, ibarat memperoleh payung rahmat dari langit dan sejumlah berkah lainnya. Karena juga mendapatkan berkah ketenangan (sakinah), diberi rahmat kasih sayang, derita sakitnya diangkat dan dibukakan pintu rezekinya oleh Allah SWT.
Demikian dikemukakan Ustadz Abdurrahim dari Ikatan Remaja Masjid (Irmas), saat memberikan materi pengajian di Masjid Al-Falah, Kampung Madyorejo, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Begug SW serta Muhammad Anis selaku Bidang Dakwah dan Pendidikan Masjid Al-Falah, menyatakan, gelar pengajian dilakukan dalam rangka menyambut Hari Asyura Tanggal 1 Muharam 1448 H (2026 M). Materi pengajian ini, disesuaikan dengan Asyura yang menjadi adalah salah satu momen paling utama untuk membahas sejarah para Nabi.
”Insha Allah, kalau hati jamaah ada yang gelisah karena banyak utang dan anak rewel karena sakit, pulang dari pengajian hatinya menjadi adem, karena sakinah dari Allah,” tandas Ustadz Abdurrahmin. ”Bukan karena ustadznya hebat, tapi karena Allah yang berkenan menurunkan berkahnya,” ujar Ustad.
Kepada para jamaah, dijelaskan mengenai rahmat atau kasih sayang khusus. Berkaitan ini, maka pintu rezeki dibuka, sakit diangkat, masalah dimudahkan. Mengapa ? Karena majelis ilmu itu ibarat payung rahmat dari langit. Yang keberadaannya senantiasa dikelilingi para malaikat.
Malaikat mencari dimana digelar majelis dzikir dan ilmu. Mereka duduk melingkar, sayapnya nutupi jamaah sampai ke langit dunia sebagaimana dijelaskan dalam Hadist HR. Bukhari Muslim. Kehadiran para malaikat ikut mendoakan, agar para jamaah mendapatkan ampunan dan dirahmati Allah
Pahala
Dalam kajian ilmu tersebut, Ustadz Abdurrahim mengangkat tema ”Keutamaan Menghadiri majelis ilmu/pengajian.” Disebutkan, menghadiri majelis ilmu, adalah salah satu amalan utama yang mendatangkan pahala besar. Berdasarkan sumber-sumber Islam, keutamaannya meliputi dimudahkan jalan menuju surga, didoakan ampunan oleh malaikat, diturunkannya ketenangan (sakinah), dikelilingi rahmat dan dicatat sebagai ibadah bernilai tinggi.
Dalam salah satu hadis disebutkan: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitabullah dan mempelajarinya bersama, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya (HR. Muslim 2699).
Kehadiran para jamaah, menjadi mulia karena namanya disebut Allah di langit : “Lihat hamba-Ku itu, dia tinggalkan kerjaannya demi ngaji”. Datang di majelis ilmu, juga menjadi salah satu jalan menuju surga. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim 2699).
Langkah kaki ke masjid atau majelis ilmi, menjadi langkah menuju surga, langkah untuk menghapus dosa, langkah naik derajat. Tentang pahala, Nabi berkata, perginya seseorang untuk mempelajari satu ayat Al-Qur’an, menjadi lebih baik baginya daripada shalat 100 rakaat sunnah (HR Ibnu Majah Hasan). Berkait ini, maka ahli majelis ilmu akan menjadi ahli surga. Yang akan dipanggil malaikat masuk surga tanpa hisab.
Umat yang dipanggil menjadi kaget: “Apakah karena kami sebagai ahli puasa ? Ahli shalat ?.” Malaikat menjawab: “Tidak, kalian itu adalah orang yang kalau dengar majelis ilmu, datang dan kalian langsung duduk.(HR Thabrani). Acara pengajian menyambut Asyura ini ditandai dengan acara buka bersama di Masjid Al-Falah.(Bambang Pur)













