JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kerajinan terus dilakukan di Kabupaten Jepara. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan limbah kayu yang dikolaborasikan dengan seni resin bagi para pengrajin mebel yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Yayasan Pelestari Ukir Jepara dan DPC Gekraf Kabupaten Jepara..
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelatihan Profesional untuk Pengrajin Mebel dan Serah terima Kartu Mebel Jepara diserahkan langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo kepada para pengrajin yang mengikuti pelatihan yang dilaksanakan sebelumnya di Jepara Wood Carving Galeri (21/06/2026).

Keesokannya bertempat di Workshop Kasateka, Jalan Kyai Ronggo Mulyo, Jepara (22/06/2026). Pelatihan pengolahan kayu limbah menghadirkan narasumber sekaligus instruktur pendamping Ulil Mulia Resin yang memberikan materi dan praktik langsung kepada para peserta.
Dalam pelatihan ini, peserta diajak memanfaatkan limbah kayu yang selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi tinggi menjadi produk kerajinan kreatif dengan sentuhan resin modern. Kombinasi material kayu dan resin dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar karena mampu menghasilkan produk dengan nilai estetika tinggi dan desain yang lebih eksklusif.
Berbagai materi diberikan kepada peserta, mulai dari pengenalan bahan resin, teknik pencampuran, pembuatan resin blok, hingga teknik finishing resin agar menghasilkan produk yang berkualitas dan siap bersaing di pasaran.

Instruktur pendamping dari Ulil Mulia Resin menjelaskan bahwa kerajinan resin di Jepara saat ini masih belum banyak dikembangkan secara maksimal. Padahal, peluang pasarnya cukup terbuka lebar, terutama untuk produk-produk interior, dekorasi rumah, souvenir, hingga furnitur artistik yang memiliki ciri khas unik.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan gambaran peluang baru kepada para pengrajin mebel di Jepara. Limbah kayu yang sebelumnya kurang dimanfaatkan bisa dikolaborasikan dengan resin menjadi produk bernilai tinggi dan memiliki daya tarik pasar,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi dalam dunia kerajinan sangat penting agar para pengrajin mampu mengikuti perkembangan tren pasar yang terus berubah. Resin menjadi salah satu material yang saat ini cukup diminati karena mampu memberikan tampilan modern, elegan, dan artistik pada produk kerajinan kayu.
Selain memberikan materi praktik, pelatihan juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan wawasan terkait teknik finishing resin yang tepat agar hasil produk lebih maksimal dan tahan lama. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan karena teknik yang diajarkan dinilai dapat menjadi tambahan keterampilan baru dalam proses produksi mereka.
Disperindag Kabupaten Jepara berharap pelatihan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung kemajuan ekonomi kreatif daerah sekaligus meningkatkan daya saing pengrajin mebel Jepara di tengah perkembangan industri kreatif modern.
Septiana W













