JEPARA (SUARABARU.ID) – Bupati Jepara Witiarso Utomo memberikan apresiasi terhadap aktivitas yang dilakukan oleh para pelestari ukir di Jepara Wood Carving Gallery di Pantai Kartini Jepara. Bahkan ia memerintahkan Kepala BPKAD Hasanudin Hermawan dan Kepala DPUPR Hery Yulianto untuk mengembangkan geleri tersebut sebagai ruang pamer karya perajin Jepara yang representatif. Sebab tingkat kunjungan wisata ke Karimunjawa yang terus meningkat, geleri ini memiliki prospek yang cerah untuk menjual hasil kerajinan masyarakat Jepara.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan Kartu Mebel Jepara dan membuka pelatihan ukir dan pengolahan limbah yang berlangsung di Gallery Jepara Wood Carving, Senin 22/6-2026 sore.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Jepara Farikha Ellida, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Anjar Jambore Widodo, Wakil Rektor Unisnu Miftah Arifin, Ketua Himki Jepara Raya Hidayat Hendra Sasmita, Kepala DPKAD Hasanudin Hermawan, Kepala DPMPTSP Arief Darmawan dan sejumlah undangan
Disamping itu ia juga minta agar agar menjadikan geleri tersebut sebagai pusat penanaman ketrampilan, minat dan kecintaan pelajar kepada seni ukir. “Lakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara agar kegiatan pelajar mengukir dapat berjalan dengan baik,” ujar Witiarso Utomo saat wawancara dengan media.

Terkait dengan kartu mebel Jepara menurut Witiarso Utomo bisa digunakan untuk asuransi BPJS dan pendidikan anak sampai perguruan tinggi mitra terutama di UNISNU Jepara” ujarnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo berharap program ini mampu meningkatkan daya saing industri mebel, memperkuat kesejahteraan para perajin, serta menjaga eksistensi Jepara sebagai Kota Ukir yang dikenal hingga mancanegara.

Kehadiran Kartu Mebel diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung bagi pelaku usaha dalam mengakses berbagai layanan, program pembinaan, promosi, maupun penguatan jaringan usaha yang berkaitan dengan industri mebel dan ukir.
Penyerahan kartu meubel diberikan secara simbolis kepada Rumini dan Budi Mulyo selaku pengrajin ukir Jepara.
Salah satu peserta pelatihan ukir Bagas Badar Muhammad menuturkan bahwa meubel dan ukir di Jepara patut untuk di dorong lebih maju lagi karena masih potensial untuk terus berkembang. “Saya sendiri pernah menjadi pionir untuk pembuatan meja beutycase pertama di Jepara” ungkapnya.
ia berharap semoga perindustrian meubel di Jepara semakin maju, dan banyak orang kembali mencari mata pencahariaan ke ukir dan meuble.
Acara peresmian ditutup secara simbolis dengan mengikuti demo mengukir dan penanaman pohon dewandaru di Wood Carving Pantai Kartini Jepara.
Ika Putri dan Eky Putri













