blank
Sekda Grobogan Anang Armunanto saat memberikan arahannya dalam Rakor Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Dinas Kesehatan, beberapa waktu lalu. Foto: dok Protkopim Setda Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Grobogan terus diperkuat dengan kerja sama yang kuat antar instansi di wilayah ini.

Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program stunting agar setiap intervensi yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Komitmen menekan angka stunting tersebut kembali mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting serta tindak lanjut Surat Edaran Intervensi Stunting Serentak Tahun 2026 yang digelar di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Rabu (17/6/2026).

BACA JUGA : Munas-Konbes Ploso Kediri dan Menakar Arah Muktamar PBNU

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, memimpin langsung pengarahan dalam Rakor Pencegahan dan Perecepatan Penurunan Stunting di Aula Dinas Kesehatan Grobogan.

Hadir pula Kepala Bapperida, Ketua TP PKK Kabupaten Grobogan Suyatun Setyo Hadi, para dokter, nutrisionis, perangkat daerah terkait, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.

Dalam kesempatan itu, Anang mengingatkan bahwa Kabupaten Grobogan menargetkan prevalensi stunting sebesar 17,65 persen pada 2026.

Pemerintah daerah juga menargetkan penurunan angka tersebut hingga mencapai 14,90 persen pada akhir periode RPJMD.

Menurut Anang, target tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang kuat antarinstansi serta evaluasi berkelanjutan terhadap program yang telah berjalan.

Ia menilai evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas intervensi sekaligus menemukan berbagai hambatan yang masih terjadi di lapangan.

Anang menegaskan bahwa data yang valid merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan program percepatan penurunan stunting.

Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memastikan bantuan dan intervensi benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

“Kita analisis bersama. Apa yang perlu diperbaiki, apa tantangan yang dihadapi di lapangan, dan bagaimana memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

BACA JUGA : Nasib Malang Menimpa Pemilik Elf, Kendaraan Ludes Terbakar di Somosari: Kerugian Ditaksir Capai Rp. 500 Juta

Selain kualitas data, Anang juga menyoroti pentingnya menjaga mutu pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita.

Ia meminta seluruh pihak melakukan evaluasi berkala terhadap sarana pendukung, metode pengukuran, hingga cakupan pemantauan agar hasil yang diperoleh semakin akurat.

Menurutnya, berbagai kendala yang muncul di lapangan harus menjadi bahan pembelajaran untuk menyusun strategi yang lebih efektif.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu membuka ruang diskusi dan identifikasi masalah secara terbuka sehingga solusi yang dihasilkan sesuai kebutuhan setiap wilayah.

Anang juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia bahkan membuka peluang keterlibatan sektor swasta untuk mendukung berbagai program yang telah berjalan.

BACA JUGA : Diduga Berkedok Penataan Lahan, Aktivitas Galian Tanah di Ngabul Dihentikan Tim Gabungan

Dalam arahannya, Anang meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menyusun standar pelayanan edukasi stunting yang dapat digunakan oleh kader di lapangan.

Standar tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama bagi kader kesehatan maupun Tim Penggerak PKK sehingga informasi yang diterima masyarakat lebih seragam dan mudah dipahami.

Rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian kebijakan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan tanya jawab.

Para peserta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui selama menjalankan program intervensi di wilayah masing-masing.

Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Grobogan.

Sinergi Lintas Sektor

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dr Djatmiko menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak dapat dibebankan kepada sektor kesehatan semata.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan lintas program yang saling mendukung.

Ia menyebut rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat verifikasi dan validasi data secara berkala.

Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana memastikan setiap intervensi berjalan sesuai standar serta meningkatkan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.

BACA JUGA : Keluarga Mbah Kandek Bangkit dari Musibah, BAZNAS Jepara Perkuat Semangat Gotong Royong

“Data yang akurat dan pelaksanaan yang benar menjadi kunci agar intervensi yang diberikan tepat sasaran. Pendampingan juga perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, Dakhlan Choeron.

Ia memberikan penguatan kepada peserta terkait pelaksanaan berbagai intervensi stunting di daerah agar lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan kualitas data, serta kolaborasi lintas sektor, Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan optimistis target penurunan stunting dapat tercapai sesuai rencana.

Ke depan, Grobogan berharap seluruh program stunting yang dijalankan Dinas Kesehatan semakin tepat sasaran sehingga mampu menciptakan generasi anak yang sehat, berkualitas, dan tumbuh optimal di seluruh wilayah Grobogan.

TYA WIDYA