SEMARANG (SUARABARU.ID) – Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar Pengajian Akbar di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Semarang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan diikuti oleh ratusan warga binaan muslim dari berbagai blok hunian serta jajaran petugas pendamping, yang dimeriahkan penampilan Tim Hadroh Al-Badas Lapas Kelas I Semarang.
Lantunan shalawat yang dibawakan para warga binaan (narapidana) menghadirkan nuansa religius, menambah semangat kebersamaan dalam menyambut datangnya tahun baru Islam.
Pengajian dipimpin oleh Ustadz KH. Duri Azhari dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, bersama jajaran pejabat struktural.
Dalam tausiyahnya, KH. Duri Azhari menyampaikan pesan tentang pentingnya memanfaatkan momentum 1 Muharram sebagai sarana introspeksi dan memperbaiki diri.
KH. Duri Azhari mengulas lima amalan yang dapat menjadi penghapus dosa, yakni taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT, menjaga pelaksanaan salat lima waktu, menjalankan puasa Ramadan dengan penuh keimanan, memperbanyak perbuatan baik dan sedekah, serta memperbanyak dzikir melalui kalimat-kalimat thayyibah seperti istighfar, tasbih, dan tahmid.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari menyampaikan, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan karena perubahan yang berkelanjutan harus dimulai dari perubahan pola pikir dan hati setiap individu.
“Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi pengingat bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui kegiatan pengajian ini, kami ingin menghadirkan ruang pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter, penguatan nilai keimanan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Tohari.
Ia menyebut, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih siap kembali dan diterima di tengah masyarakat.
Tohari berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi titik awal perubahan positif bagi seluruh warga binaan.
“Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dari pengajian ini tidak berhenti di dalam kegiatan seremonial saja, tetapi benar-benar menjadi bekal untuk memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, dan membangun optimisme dalam menjalani proses pembinaan,” ujarnya.
Pihaknya berharap saat kembali ke masyarakat nanti, warga binaan bisa hadir sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan memiliki semangat untuk memulai kehidupan baru.
Ning S













