GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Tiga rumah di Tegowanu terbakar hebat pada Rabu (17/6/2026) malam. Peristiwa yang terjadi di Dusun Ngamblek, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan itu menyebabkan kerugian Rp105 juta.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari salah satu rumah warga dan kemudian menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Insiden tiga rumah di Tegowanu terbakar tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api yang cepat membesar membuat dua rumah ludes terbakar.
BACA JUGA : Seorang Kakek Penjalan Kaki Meninggal Tertabrak Mobil
Sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dinding. Akibat kejadian itu, kerugian Rp105 juta ditaksir harus ditanggung para korban.
Kronologi
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang melihat munculnya api segera berupaya mencari bantuan sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB.
Rumah milik Karnoto (44), warga Desa Tunjungharjo, diduga menjadi titik awal munculnya api. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar daerah untuk menjenguk orang sakit.
Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir menjelaskan bahwa seorang warga pertama kali melihat kobaran api dari dalam kamar rumah korban ketika berada di depan rumahnya.
“Saksi yang melihat api langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun saat hendak masuk ke dalam rumah, pintu dalam keadaan terkunci karena pemilik rumah sedang berada di luar daerah untuk menjenguk orang sakit,” ujar AKP Abdul Kadir.
BACA JUGA : Wayangan Suran Lakon Gatutkaca Winisuda, Asmoro Bumi dan Wahyu Kamulyan
Teriakan saksi segera mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk dievakuasi.
Namun upaya tersebut tidak berjalan mudah. Sebagian besar bangunan yang terbakar menggunakan material kayu sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian rumah.
Selain itu, jarak antarbangunan yang berdekatan membuat kobaran api semakin mudah menjalar ke rumah-rumah yang berada di sekitar titik awal kebakaran.
Dalam waktu singkat, api merambat ke bangunan yang berada di sebelah timur lokasi kejadian. Warga pun kesulitan mengendalikan kobaran api sebelum bantuan petugas datang.
Akibat kebakaran tersebut, dua rumah milik Karnoto dan satu rumah milik Suhardi (49) yang sebagian besar berbahan kayu terbakar habis.
Sementara itu, rumah milik Abdul Wakop (47) mengalami kerusakan pada bagian dinding kayu akibat terkena jilatan api yang merambat dari bangunan di sekitarnya.
BACA JUGA : RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo Siap Operasikan Layanan Radioterapi
Selama menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran, warga melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api meluas ke permukiman lain.
Tak lama kemudian, petugas gabungan dari Polsek Tegowanu, Damkar Kabupaten Grobogan, Damkar Kabupaten Demak, serta masyarakat setempat bergerak menuju lokasi kejadian.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar agar tidak membahayakan warga yang menyaksikan proses penanganan kebakaran.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran milik Kabupaten Grobogan dan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Demak diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya.
Usai pemadaman, aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab munculnya kebakaran.
Korsleting Listrik
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menduga kebakaran berasal dari korsleting listrik yang terjadi di salah satu kamar rumah milik Karnoto.
“Berdasarkan hasil olah TKP sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar rumah korban dan kemudian menjalar ke bangunan lain di sekitarnya,” terang AKP Abdul Kadir.
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sisa kabel listrik sepanjang kurang lebih tujuh meter yang ditemukan dalam kondisi terbakar di lokasi kejadian.
BACA JUGA : Polres Purworejo Siap Kirim 2 Tim Esport Kapolda Jateng Cup 2026
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi para pemilik rumah.
AKP Abdul Kadir mengapresiasi kesigapan warga yang ikut membantu proses pemadaman sehingga api tidak meluas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, petugas pemadam kebakaran, PLN, dan kepolisian menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kejadian tersebut.
TYA WIDYA













