JEPARA, (SUARABARU.ID) – Warga RW 05 Dukuh Jrakahsari, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara menggelar selametan manganan dalam rangka menyambut malam 1 Suro, Senin malam (15/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di pelataran dan sepanjang jalan sekitar Masjid Darussaadah tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, selametan manganan malam 1 Suro diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, dilanjutkan kirab selametan, ruwatan oleh Ki Dalang Hendro Suryo Kartiko, serta tahlil, doa bersama dan dilanjut dengan ular-ular suro.

Dalam sesi ular-ular Suro, Ki Dalang Hendro Suryo Kartiko memberikan penjelasan mengenai makna dan sejarah berbagai atribut yang dibawa dalam kirab. Di antaranya dupa, kendi, kupat lepet, bendera, jajan pasar, serta berbagai perlengkapan lain yang memiliki filosofi sebagai simbol rasa syukur, persatuan, dan pengingat nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur.
Kegiatan yang digagas oleh panitia Krayahan Bubur Suro tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua yang bersama-sama mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dewi Salah seorang warga mengaku senang tradisi yang baru memasuki tahun kedua tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
“Alhamdulillah, meskipun baru tahun kedua, warga sangat kompak. Kegiatan seperti ini membuat kami bisa berkumpul, berdoa bersama, dan saling mempererat persaudaraan. Semoga tahun-tahun berikutnya semakin meriah dan tetap membawa keberkahan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama yang diikuti seluruh warga. Hidangan yang dibawa masing-masing keluarga disantap bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi masyarakat RW 05 Desa Jambu Timur, selametan manganan malam 1 Suro bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga menjadi ruang untuk merawat tradisi dan memperkuat ikatan sosial antarmasyarakat agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Diyan Ni’matus Sa’adah













