JEPARA (SUARABARU.ID) – 30 karyawan blending rokok di perusahaan rokok Jepara selesai mengikuti pelatihan blending yang berlangsung Senin hingga Kamis tanggal 8 s/d 11 Juni 2026. Pelatihan yang berlangsung di Gedung Jepara Trade and Tourism Center ( JTTC ) Desa Rengging Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara ini ditutup oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Jepara, yang diwakili Kabid Perindustrian Dhaula Patta Raya, ST,. Sedangkan dananya berasal dari penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau tahun 2026
Kepada peserta pelatihan Dhaula Patta Raya minta agar jangan berhenti setelah latihan berakhir. “Terapkan keterampilan yang di dapat dari para instruktur di perusahaan rokok masing-masing. Harapannya Jepara kedepan dapat menghasilkan rokok legal yang berkualitas dan diracik dengan tembako berbagai varian rasa dan aroma”.pintanya

Menurut Dhaula, industri tembakau di Jepara merupakan salah satu sektor industri yang memiliki kontribusi penting dalam perekonomian daerah. “Selain menciptakan lapangan kerja, juga menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan,” terangnya. Karena itu disamping legalitas usaha, para pengusaha dituntut untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Sebab persaingan usaha industri tembagau sangat ketat,” ujarnya. Salah satu peluang yang dapat dilakukan adalah mengembangkan adalah membuat rokok rempah atau herbal, pungkasnya

Pelatihan meracik tembakau ini menghadirkan dua instruktur yaitu Aris Nugroho dari PT.PANEN Boyolali dan Tarno dari Perusahaan Rokok Racikan Mbako Energi Kabupaten Sragen. Sedangkan materi yang disampaikan adalah Blending Tembakau Siap Giling (TSG) untuk Pembuatan Rokok Rempah/Herbal DAN Rokok Herbal Berkualitas.
Kedua narasumber juga mempratikkan 4 langkah untuk menghasilkan rokok herbal berkualitas mulai dari blending tembakau, blending cengkeh, casing tembakau dan top saus rempah.
Rokok rempah atau herbal menurut Aris Nugroho memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. “ Saat ini orang mulai sadar pentingnya kesehatan. Namun mereka belum bisa meninggalkan kebiasaan lamanya. Dalam kondisi seperti ini rokok herbal atau rempah menjadi alternatif,” pungkasnya
Hadepe – Riza Munawaroh













