WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Waduh, sungguh malang nasib Satriya (15). Sebab, dua mata pancing menancap di kepalanya. Kejadian ini, menimpa diri pemancing di Lingkungan Kedungringin RT 3/RW 13, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Karena rekan sesama pemancing dan pihak keluarga kesulitan melakukan pengambilan mata pancing yang menancap di kepalanya, Senin sore (6/6/26), Satriya dibawa ke Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri. Harapannya, personel fire fighter Damkar yang piket, dapat memberikan pertolongan mencopotkan mata pancing yang menancap di kepalanya.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, semalam, menyatakan, ini termasuk kejadian yang tergolong aneh. Karena untuk pertama kalinya, petugas Damkar diminta pertolongannya mencabut mata pancing yang nancap di kepala pemancing.
Kedatangan korban di Markas Induk, diterima oleh Komandan Regu (Danru)-2 Suparno bersama personel Mulyanto, Arie, Dwiky, Aldaka dan Kukuh. Untuk penanganan lebih lanjut, korban segera dibawa ke RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri.
Medis
Tujuannya, agar proses pencopotan dua mata pancing yang menancap di kepala, dapat dilakukan secara medis. Yakni dengan lebih dulu mendapatkan obat pati rasa, supaya saat dilakukan pencabutan, korban tidak merasakan sakit yang berlebihan. Sekaligus, setelah pencabutan, yang bersangkutan memperoleh pengobatan secara medis, agar bekas lukanya tidak infeksi dan segera mengering sembuh.
Kasus dua mata pancing yang menancap di kepala pemancing ikan ini, menjadi perbincangan hangat. Sebab, mestinya, mata pancing nyanthol di mulut ikan. Tapi mengapa malah nancap di kepala pemancing ? Ada dugaan, Satriya yang mancing memakai mata pancing gombyok (mata pancing dalam jumlah banyak), kurang berhati-hati saat melemparkan pancingnya ke perairan. Sehingga nyasar dan menancap di kepalanya.
Terlepas dari bagaimana proses itu sampai terjadi, pihak Damkar Wonogiri mengimbau kepada masyarakat, utamanya kepada para pemancing, agar berhati-hati ketika memancing. Khususnya saat melemparkan pancingnya ke perairan, jangan sampai nyangkut di kepala.
Tugas pokok fungsi (Tupoksi) Damkar adalah memberikan bantuan pemadaman saat terjadi musibah kebakaran. Tapi, banyak masyarakat yang meminta bantuan di luar Tupoksi Damkar. Seperti mencopot cincin yang melekat pada jari tangan, penebang pohon yang pingsan di pucuk dahan, membebaskan jari tangan yang terjepit alat pelumat sambal, mengevakuasi hewan kurban yang beringas dan terperosok ke parit. Juga melakukan pengambilan ternak kambing, anjing dan kucing piaraan yang tercebur ke dalam sumur. Berikut menangkap biawak dan ular, serta mengunduh sarang lebah yang keberadaannya membahayakan warga.(Bambang Pur)













