blank
Pegiat literasi Jepara Den Hasan kembali terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya penguatan budaya baca dan pengembangan ruang belajar masyarakat di Kabupaten Jepara kembali berlanjut. Setelah menjalankan berbagai program literasi sepanjang 2025, Den Hasan kembali terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Terpilihnya kembali sebagai Relima 2026 menjadi kelanjutan dari berbagai kerja literasi yang telah dilakukan bersama jejaring komunitas, sekolah, perpustakaan, dan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Jepara. Selama tahun 2025, berbagai kegiatan dilakukan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan membaca, tetapi juga membangun jejaring, memperluas akses literasi, dan memetakan ekosistem literasi daerah.

Dalam bidang advokasi, Den Hasan aktif melakukan koordinasi dan pertemuan dengan berbagai pihak mulai dari dinas terkait, DPRD, pemerintah desa, forum, hingga komunitas untuk memperkuat dukungan terhadap gerakan literasi masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini dilakukan agar kegiatan literasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak.

blank

Sementara pada kegiatan berbasis masyarakat, Relima Jepara berhasil melaksanakan sebanyak 48 kegiatan literasi yang tersebar di 20 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Jepara. Berbagai kegiatan tersebut menjangkau sekitar 2.400 peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum melalui kegiatan membaca nyaring, dongeng, kelas kreatif, lapak baca, diskusi komunitas, dan berbagai aktivitas literasi lainnya.

Selain kegiatan lapangan, proses inventarisasi dan pemetaan ekosistem literasi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Hingga akhir program, Relima Jepara berhasil menjangkau dan memetakan sekitar 150 komunitas literasi, mulai dari perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat (TBM), pojok baca tempat ibadah, hingga perpustakaan pesantren. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan jejaring dan pengembangan program literasi yang lebih tepat sasaran.

blank

Menurut Den Hasan, capaian yang telah dilakukan menjadi modal penting untuk memperluas dampak gerakan literasi pada tahun berikutnya.

“Literasi perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melalui buku, tetapi juga melalui ruang belajar, kolaborasi, dan kegiatan yang membuat masyarakat merasa terlibat. Karena itu, gerakan literasi perlu dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut terpilihnya kembali menjadi Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026, Den Hasan menyiapkan penguatan gerakan literasi berbasis kolaborasi bersama komunitas literasi, sekolah, perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan berbagai ruang belajar masyarakat selama enam bulan ke depan.

Program yang akan dijalankan difokuskan pada enam kategori utama kegiatan, yaitu membaca dan apresiasi bacaan, diskusi dan komunitas literasi, pembelajaran literasi melalui pelatihan dan workshop, pendampingan literasi, produk dan kampanye literasi, serta penguatan akses dan pemanfaatan bahan bacaan. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan literasi diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas partisipasi warga dalam ruang belajar bersama.

Ke depan, Relima Kabupaten Jepara berharap gerakan literasi tidak hanya hadir sebagai kegiatan sesaat, tetapi mampu tumbuh menjadi budaya belajar yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Hadepe