blank
Perwakilan Paguyuban Pedagang Sayur Pasar Bitingan saat mengajukan surat ke Pemkab Kudus. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Ratusan pedagang sayur Pasar Bitingan meminta Pemerintah Kabupaten Kudus membangun pasar sayur baru sebagai lokasi relokasi menyusul pembangunan Gedung Kudus Sehat dan rencana pengembangan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang diajukan Paguyuban Pedagang Sayur Pasar Bitingan kepada Bupati Kudus dan DPRD Kudus.

Ketua Paguyuban Pedagang Sayur Pasar Bitingan, Kunarto, mengatakan keberadaan pasar sayur yang selama ini menjadi pusat perdagangan hortikultura terbesar di wilayah eks Karesidenan Pati terancam terdampak proyek pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

“Kami mendukung pembangunan Gedung Kudus Sehat maupun pengembangan rumah sakit. Namun kami berharap pemerintah juga memperhatikan nasib para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di Pasar Bitingan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Kunarto, sedikitnya 800 pedagang sayur beraktivitas setiap hari di kawasan Pasar Bitingan. Mereka menempati pelataran pasar, area eks rel kereta api, Jalan Mayor Basuno, hingga Jalan dr Loekmono Hadi.

Aktivitas perdagangan tersebut, lanjutnya, menghasilkan perputaran ekonomi yang sangat besar. Nilai transaksi yang terjadi setiap hari diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.

“Pasar Bitingan bukan sekadar tempat jual beli. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar ini, mulai pedagang, kuli angkut, sopir, tukang ojek, hingga juru parkir,” katanya.

Baca juga:

Proyek Gedung Kudus Sehat Rp91,4 Disorot, Sewa Lahan PT KAI Ternyata Belum Tuntas

Proyek Gedung Kudus Sehat Rp 91,4 M Dimulai, Dibangun 7 Lantai, Dilengkapi Mall dan Hotel

Selain menjadi pusat perdagangan sayur terbesar di Kudus, pasar tersebut juga memasok kebutuhan sayuran ke berbagai pasar tradisional di Kabupaten Kudus dan daerah sekitar. Bahkan, para pedagang turut mendukung penyediaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kunarto menjelaskan, kekhawatiran pedagang muncul setelah adanya proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat yang nilainya mencapai sekitar Rp91 miliar. Di sisi lain, terdapat pula rencana pengembangan RSUD dr Loekmono Hadi yang disebut akan menggunakan sebagian kawasan Pasar Bitingan dengan anggaran sekitar Rp40 miliar.

Jika tidak disiapkan solusi sejak dini, menurutnya, para pedagang berpotensi kehilangan ruang usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Karena itu, Paguyuban Pedagang Sayur Pasar Bitingan meminta Pemkab Kudus segera menyiapkan Pasar Sayur Kabupaten Kudus sebagai lokasi relokasi yang representatif dan mampu menampung seluruh pedagang terdampak.

“Kami berharap pemerintah membuka ruang dialog dan musyawarah dengan para pedagang. Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami juga membutuhkan kepastian tempat usaha agar tetap bisa mencari nafkah,” tegas Kunarto.

Melalui permohonan tersebut, para pedagang berharap pembangunan infrastruktur kesehatan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang selama ini menjadi bagian penting dari roda perekonomian Kabupaten Kudus.

Ali Bustomi