MAGELANG (SUARABARU.ID) — Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi pihak yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, AI merupakan teknologi yang diciptakan manusia, sehingga penggunaannya harus tetap berada dalam kendali manusia.
Hal itu disampaikan Damar saat menghadiri kegiatan Sosialisasi AI yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Magelang, di Kafe Lokal Folk Magelang, Kamis (4/6).
Damar menjelaskan, terdapat perbedaan mendasar antara manusia dan AI. Meski mampu membantu berbagai pekerjaan, AI tidak memiliki aspek kemanusiaan yang dimiliki manusia.
“AI ini buatan manusia. Manusia itu bukan buatan AI. Ini yang fundamental, kita kendalikan AI,” pintanya.
Pemahaman mengenai AI perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Masyarakat harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak, tanpa kehilangan kendali atas penggunaannya.
Jika dimanfaatkan dengan benar, lanjut Damar, AI dapat membuka berbagai peluang mulai dari peningkatan wawasan bisnis, kolaborasi hingga pengembangan usaha.
“Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang sudah menggunakan ini. Kita terlambat memahami hal tersebut,” ujarnya.
Pemerintah Kota Magelang, tambah, sudah mulai memanfaatkan AI dan teknologi informasi dalam berbagai aspek pemerintahan. Mulai dari pelaporan keuangan, penguatan indikator akuntabilitas hingga pengelolaan media sosial dan sarana komunikasi internal.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, guna meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.
Ketua APINDO Kota Magelang Edi Sutrisno menilai, pesan yang disampaikan Wali Kota Magelang menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat, untuk segera beradaptasi dengan perkembangan AI.
Menurut Edi, AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan telah menjadi paradigma baru yang mengubah cara berpikir dan cara bekerja di berbagai sektor kehidupan.
“Apa yang disampaikan Pak Wali Kota sangat luar biasa. AI menjadi sebuah instrumen untuk direnungkan bersama. Realitasnya, AI adalah paradigma. Mau tidak mau harus dikuasai untuk mengubah mindset,” kata Edi.
Ia menegaskan, transformasi harus dilakukan di semua tingkatan, baik dalam sektor ekonomi, bisnis, pendidikan maupun dunia kerja.
Menurutnya, inovasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah percepatan perkembangan teknologi. (prokompimkotamgl)













