blank
Pasar Bangsri ketika malam hari, menjadi pusat kegiatan UMKM dan rekreasi warga. Foto: Eky Putri

JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana malam hari di Pasar Baru Bangsri kini tidak hanya identik dengan aktivitas jual beli kebutuhan pokok. Ketika matahari mulai tenggelam, kawasan pasar berubah menjadi pusat aktivitas ramai yang dipenuhi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menawarkan beragam macam kuliner, minuman, hingga wahana permainan anak.

Setiap malam, masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Bangsri dan sekitarnya datang untuk menikmati suasana pasar yang ramai. Pengunjung yang memasuki area Pasar Baru Bangsri dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 2.000,00 per kendaraan di pintu masuk kawasan pasar.

blank
Ketika matahari mulai tenggelam, kawasan pasar berubah menjadi pusat aktivitas ramai yang dipenuhi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menawarkan beragam macam kuliner, minuman, hingga wahana permainan anak.. Foto: Eky Putri

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung kegiatan ekonomi malam di Pasar Baru Bangsri adalah Widya. Perempuan berasal dari Desa Banjaran ini sehari-hari berjualan minuman dan aneka camilan ringan itu mengaku bahwa keramaian pasar pada malam hari memberikan dampak positif terhadap pendapatan para pedagang.

“Kalau malam, pengunjungnya cukup banyak, apalagi kalau weekend, banyak keluarga yang membawa anak-anak. Alhamdulillah, dagangan minuman dan camilan juga cukup ramai,” ujar Widya saat ditemui di lapaknya (3/6).

Selain berjualan aneka camilan dan minuman, Widya bersama suaminya, Riki juga menyediakan wahana permainan anak yang diberi nama “Tempat Penitipan Anak”. Permainan tersebut berupa alat mini yang menyerupai cakruk atau eskavator yang dapat dimainkan anak-anak dengan system sewa.

blank
Setiap malam, masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Bangsri dan sekitarnya datang untuk menikmati suasana pasar yang ramai. Foto: Eky Putri

Menurut Widya, permainan ini menjadi salah satu daya tarik yang cukup diminati pengunjung. Meski berjudul Tempat Penitipan Anak, permainan ini juga diminati oleh gen milenial dan gen Z. Dengan tarif Rp. 10.000,00, pengunjung dapat memainkan wahana tersebut selama 15 menit.

“Banyak orang tua yang mampir karena anaknya ingin mencoba permainan ini. Terkadang juga ada orang tua yang ikut mencoba permainan sambil menungggu anaknya bermain. Tarifnya Rp. 10.000,00 untuk 15 menit bermain. Lumayan membantu menambah penghasilan sekaligus memberikan hiburan bagi anak-anak,” jelasnya.

Di balik ramainya aktivitas perdagangan, para pelaku UMKM juga memiliki kewajiban membayar retribusi harian. Widya mengatakan setiap pedagang yang berjualan di Kawasan Pasar Baru Bangsri dikenakan biaya sebesar Rp. 11.000,00 per hari.

blank
Permainan anak menjadi salah satu lapak yang ramai di kunjungi warga. Foto: Eky Putri

“Kami membayar retribusi atau biaya harian sebesar Rp11.000 setiap hari. Meski begitu, kami tetap bersyukur karena pengunjung cukup ramai sehingga masih bisa membantu menutup biaya operasional dan mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Keramaian Pasar Baru Bangsri pada malam hari menunjukkan bagaimana ruang publik dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran para pelaku UMKM tidak hanya memberikan pilihan kuliner dan hiburan bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar.

Bagi Widya dan para pedagang lainnya, Pasar Baru Bangsri bukan sekadar tempat berjualan. Lebih dari itu, pasar menjadi ruang pertemuan masyarakat yang menggerakkan roda perekonomian lokal setiap malamnya.

“Harapannya semoga Pasar Baru Bangsri semakin ramai, fasilitasnya semakin baik, dan para pedagang bisa terus berkembang sehingga pengunjung juga semakin nyaman saat berkunjung,” pungkas Widya.

Dengan deretan lapak UMKM yang terus bertambah dan antusiasme masyarakat yang tinggi, Pasar Baru Bangsri kini menjelma menjadi salah satu destinasi malam favorit warga Bangsri yang menawarkan perpaduan antara kuliner, hiburan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Hadepe – Eky Putri