blank
Guru pertama sekaligus kepala Madrasah Ibtidaiyah Matholi’ul Huda 01 Troso adalah KH. Djoefri Alwi.

Oleh : Muhammad Fikri Haikal

Perjalanan pendidikan Islam di Desa Troso telah dimulai sejak tahun 1947. Pada masa itu, para tokoh, sesepuh, dan kiai Desa Troso mendirikan sebuah madrasah tingkat dasar yang berlokasi di Kampung Krajan. Madrasah tersebut dipimpin oleh Bapak Husain, putra dari Bapak Abdul Hamid dan Ibu Khuzaimah binti Nur Ihsan. Adapun pengurus pertama yang mengelola madrasah adalah Mbah Abdur Rohman dan Mbah Abdul Hamid.

Pada tahun 1954, madrasah dipindahkan ke sebuah gedung yang sebagian bangunannya masih digunakan sebagai gudang penyimpanan padi. Gedung tersebut merupakan tanah wakaf milik Bapak Abdul Ghoni (H. Zainuri). Hingga saat ini, lokasi tersebut menjadi tempat berdirinya MI Matholi’ul Huda 01 Troso.

Sekitar tahun 1958, setelah wafatnya Bapak Husain, kepemimpinan madrasah dilanjutkan oleh KH. Djoefri Alwi sebagai Kepala Madrasah dengan Bapak H. Ridwan sebagai Ketua Pengurus.

Perkembangan pendidikan Islam di Troso terus berlanjut. Pada tahun 1965 didirikan pendidikan tingkat menengah pertama Muallimin yang pertama kali menempati gudang kain milik Bapak Sudar. Setelah berjalan sekitar dua hingga tiga tahun, Muallimin dipindahkan ke Kampung Krajan. Namun karena situasi politik yang kurang kondusif saat itu, pada tahun 1971 Muallimin dipindahkan ke Pecangaan dan menjadi cikal bakal Yayasan Walisongo Pecangaan.

blank
Upacara hari Senin, 5 Mei 2018 di MI MH 01Troso

Nama “Walisongo” sendiri merupakan usulan KH. Abdul Jalil Al Hafidz. Hampir seluruh pendiri lembaga tersebut berasal dari Troso, kecuali KH. Mahfudz Asymawi dari Pecangaan Kulon.

Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang lebih luas, berbagai lembaga pendidikan kemudian didirikan dan berkembang di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso.

RA Matholi’ul Huda Troso

Dalam upaya memperkuat pendidikan Islam sejak usia dini, pada tahun 1988 didirikan Raudlatul Athfal (RA) Matholi’ul Huda Troso atas prakarsa para pengurus Muslimat NU Desa Troso.

RA Matholi’ul Huda Troso berdiri di atas tanah wakaf milik Bapak Karmisan dan Ibu Darmi. Setelah berjalan beberapa tahun, pengelolaan RA dilimpahkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso sehingga menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan yayasan.

Sejak berdiri hingga saat ini, RA Matholi’ul Huda Troso terus berkomitmen memberikan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan karakter Islami sejak usia dini sebagai bekal bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

blank
KH. Abdul Jalil Al Hafidz saat membuka jalan sehat Sewindu MA MH TROSO tahun 2011.
[
MI Matholi’ul Huda 01 Troso

Madrasah Ibtidaiyah Matholi’ul Huda 01 Troso merupakan cikal bakal lahirnya lembaga-lembaga pendidikan yang saat ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso.

Lembaga ini dirintis sejak tahun 1944 dengan nama Madrasah Athfaliyah Matholi’ul Huda (MAMH). Dalam perkembangannya, madrasah ini beberapa kali mengalami perubahan nama, yaitu Madrasah Wajib Belajar Matholi’ul Huda (MWBMH), Sekolah Rakyat Islam (SRI), dan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU).

Pada tahun 1947, nama lembaga resmi menjadi Madrasah Ibtidaiyah Matholi’ul Huda (MIMH) 01 Troso dan digunakan hingga saat ini.

Perintis utama berdirinya madrasah ini adalah H. Zainuri yang saat itu menjabat sebagai Petinggi Desa Troso dan merupakan putra dari Abdul Ghoni. Pada masa awal berdiri, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di rumah H. Zainuri yang dikenal masyarakat sebagai “Petinggen”.

Guru pertama sekaligus kepala madrasah pertama adalah KH. Djoefri Alwi. Berkat perjuangan beliau bersama para tokoh masyarakat, madrasah terus berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat.

Untuk menunjang keberlangsungan pendidikan, H. Zainuri mewakafkan tanah yang berada di Jalan Bugel Raya KM 1,9 Desa Troso RT 05 RW 01 yang hingga kini menjadi lokasi permanen MI Matholi’ul Huda 01 Troso.

Djoefri Alwi lahir pada 15 Desember 1925 di Desa Troso Kidul. Setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Matholi’ul Falah Kajen pada tahun 1944, beliau mengabdikan diri dalam bidang pendidikan dan dakwah serta memimpin madrasah hingga tahun 1990.

Dalam perjalanan sejarahnya, MI Matholi’ul Huda 01 Troso pernah dipimpin oleh KH. Djoefri Alwi, Noor Hadi Djoefri, Misbahul Anam, S.Pd.I., dan Fadloli, S.Pd.I.

Hingga saat ini, MI Matholi’ul Huda 01 Troso tetap menjadi salah satu lembaga pendidikan dasar Islam yang dipercaya masyarakat dengan status swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso dan telah memperoleh Akreditasi A.

blank
KH. Abdul Jalil Al Hafidz saat acara Istighosah 2012

Madrasah Diniyah Awaliyah dan Wustha

Pada awal tahun 1990-an, Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso bersama para tokoh, sesepuh, dan kiai Desa Troso mendirikan Madrasah Diniyah Awaliyah dan Wustha.

Kehadiran madrasah diniyah ini bertujuan memperkuat pendidikan agama Islam bagi generasi muda sekaligus melestarikan tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang telah berkembang di lingkungan masyarakat Troso.

Madrasah Diniyah Awaliyah dan Wustha memberikan pendidikan keagamaan yang meliputi pembelajaran Al-Qur’an, fikih, tauhid, akhlak, bahasa Arab, dan berbagai disiplin ilmu agama lainnya sebagai pelengkap pendidikan formal.

MTs Matholi’ul Huda Troso

Perkembangan pendidikan di bawah naungan yayasan terus berlanjut dengan berdirinya MTs Matholi’ul Huda Troso pada tahun 1996. Pada masa awal, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di Gedung Muslimat NU yang disekat menjadi tiga ruang kelas.

MTs Matholi’ul Huda Troso hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam tingkat menengah pertama yang terjangkau, berkualitas, dan mudah diakses. Berlokasi sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Jepara dan berada di jalur strategis Kecamatan Pecangaan, madrasah ini menjadi pilihan masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.

Dalam perjalanan kepemimpinannya, MTs Matholi’ul Huda Troso pernah dipimpin oleh Drs. H. Sobari, kemudian Drs. H. Nur Kholis Syam’un, dilanjutkan Karwadi, S.Ag. pada periode 2009–2015, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. pada periode 2015–2021, dan sejak tahun 2021 dipimpin oleh Dra. Wafiroh.

Seiring berjalannya waktu, MTs Matholi’ul Huda Troso berkembang pesat baik dari segi jumlah peserta didik, kualitas pembelajaran, maupun sarana dan prasarana. Berbagai prestasi akademik dan nonakademik berhasil diraih sebagai bukti komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Salah satu ciri khas MTs Matholi’ul Huda Troso adalah penguatan keterampilan peserta didik melalui program-program unggulan seperti Keterampilan Grafis (Komputer), Pramuka, Bahasa Inggris Praktis, Nasyid, dan Keterampilan Berpidato (Khitobah). Program tersebut dirancang sebagai bekal keterampilan hidup bagi peserta didik di tengah masyarakat.

Seluruh proses pendidikan berorientasi pada visi madrasah, yaitu “Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi”

MA Matholi’ul Huda Troso

Sebagai jenjang lanjutan pendidikan menengah, MA Matholi’ul Huda Troso didirikan pada tahun 2003.

Sejak awal berdiri, MA Matholi’ul Huda Troso memiliki visi dan misi yang jelas dalam membangun karakter peserta didik melalui nilai-nilai Pancajiwa Madrasah, yaitu Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Jiwa Penolong, dan Ukhuwah Islamiyah.

Untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut, MA Matholi’ul Huda Troso mengembangkan konsep pendidikan yang dikenal dengan istilah “Madzhab Pergerakan”. Konsep ini menekankan bahwa seluruh unsur madrasah harus bergerak bersama dalam menciptakan generasi yang maju, dinamis, dan siap berkhidmah kepada masyarakat.

Budaya religius menjadi bagian penting dalam kehidupan madrasah. Setiap hari peserta didik dibiasakan melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an, Asmaul Husna, Shalawat Nariyah, doa bersama, serta melaksanakan shalat Zuhur berjamaah. Selain itu terdapat pula berbagai amaliah mingguan seperti Tasrifan, Tahlilan, Istighasah, Al-Barzanji, Yasinan, dan pembacaan surat-surat pilihan Al-Qur’an.

Dalam bidang keterampilan, MA Matholi’ul Huda Troso memberikan berbagai program muatan lokal seperti Keterampilan Grafis, Tata Boga, Tata Busana, Bahasa Inggris Praktis, Muhadatsah, Nasyid, Pramuka, dan Muhadlarah.

Berbagai kegiatan pengembangan diri juga menjadi budaya madrasah, seperti Lomba Dekorasi Kelas dan 5K, Emha Variety Show (EVS), Class Meeting, Lomba Keterampilan Penegak (LKP), serta Morning Fun (Shobah Farhah) yang menyediakan beragam pilihan kegiatan sesuai minat dan bakat peserta didik.

Seluruh kegiatan tersebut berorientasi pada motto madrasah, yaitu “Maju untuk Berkhidmah”, sebagai upaya mencetak generasi yang aktif, kreatif, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso

Sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter dan keagamaan peserta didik, Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso mendirikan Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso pada tahun 2021.

Pondok pesantren ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso dan dipimpin oleh Drs. H. Nur Kholis Syam’un.

Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso diperuntukkan bagi siswa-siswi MTs dan MA Matholi’ul Huda Troso yang ingin memperdalam ilmu agama Islam melalui sistem pendidikan pesantren yang terpadu dengan pendidikan formal.

Dalam pelaksanaannya, pondok pesantren mengembangkan dua program utama, yaitu Program Tahfidzul Qur’an dan Program Kitab Kuning. Melalui kedua program tersebut, para santri dibimbing untuk menghafal Al-Qur’an sekaligus mendalami khazanah keilmuan Islam klasik yang diwariskan para ulama.

Di bawah kepemimpinan Drs. H. Nur Kholis Syam’un, pondok pesantren terus berupaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Hadis tersebut menjadi inspirasi dan pedoman dalam setiap proses pendidikan dan pembinaan santri di Pondok Pesantren Matholi’ul Huda Troso.

Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi

Dari RA, MI, Madrasah Diniyah, MTs, MA, hingga Pondok Pesantren, seluruh lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi’ul Huda Troso memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Dengan berpegang teguh pada visi “Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi” dan motto “Maju untuk Berkhidmah,” YPI Matholi’ul Huda Troso terus melanjutkan pengabdian para pendiri dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Penulis adalah Mahasiswa KPI Unisnu Jepara yang mengikuti program magang di Suarabaru.id