blank
Para pencari kerja memadati stan-stan perusahaan penyedia kerja yang ikut dalam Job Fair tahun lalu. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Event Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan kembali menjadi harapan baru bagi para pencari kerja.

Kegiatan yang akan berlangsung pada 8-9 Juni 2026 tersebut disiapkan untuk mempertemukan pencari kerja dengan puluhan perusahaan yang membuka ribuan lowongan pekerjaan di Grobogan.

Job Fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) itu diproyeksikan menjadi salah satu agenda ketenagakerjaan terbesar tahun ini.

Ribuan pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan diperkirakan akan memadati lokasi kegiatan untuk mencari peluang karier yang sesuai.

BACA JUGA : Ahmad Luthfi Minta BPD Perkuat Ekonomi Daerah, Begini Caranya

Pelaksanaan Job Fair Grobogan 2026 akan dipusatkan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi selama dua hari.

Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut mampu memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja.

Sebanyak 25 perusahaan dipastikan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Perusahaan-perusahaan itu akan membuka stan dan menawarkan berbagai posisi pekerjaan kepada masyarakat.

Total sekitar 7.400 lowongan pekerjaan disediakan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu menjadi salah satu yang terbesar dalam penyelenggaraan Job Fair di Kabupaten Grobogan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Grobogan, Teguh Harjokusumo, mengatakan bahwa Job Fair merupakan agenda tahunan yang secara konsisten digelar untuk membantu masyarakat memperoleh pekerjaan.

Menurut Teguh, penyelenggaraan Job Fair tahun ini juga dibarengi target penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Disnakertrans Grobogan akan menggelar Job Fair pada 8-9 Juni 2026 di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi dengan 25 perusahaan hadir membuka lowongan pekerjaan dan totalnya ada sekitar 7.400 lowongan pekerjaan,” jelas Teguh.

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan yang dimiliki.

Berbagai posisi yang ditawarkan perusahaan dapat dilamar secara langsung oleh para peserta selama kegiatan berlangsung.

Teguh menilai, Job Fair menjadi sarana efektif untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

BACA JUGA : Lulus Ukomnas 100%, 774 Dokter Gigi FKG Unissula Mengabdi untuk Negeri

Selain itu, kegiatan tersebut juga memberi kesempatan kepada perusahaan untuk mendapatkan calon pekerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kesempatan yang tersedia tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi. Berbagai jenjang pendidikan dapat mengikuti proses rekrutmen yang dibuka oleh perusahaan peserta.

“Banyak lowongan pekerjaan untuk para pencari kerja dengan kualifikasi pendidikan mulai dari SMP hingga S1,” jelas Teguh.

Ia menambahkan, pelaksanaan Job Fair Grobogan 2026 membawa harapan besar bagi upaya penurunan angka pengangguran di daerah.

Saat ini, tingkat pengangguran di Kabupaten Grobogan tercatat berada pada angka 3,2 persen. Pemerintah daerah berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai program ketenagakerjaan, termasuk penyelenggaraan Job Fair.

Melalui kegiatan ini, Disnakertrans menargetkan penurunan angka pengangguran hingga mencapai 2,2 persen.

Target tersebut dinilai realistis mengingat jumlah lowongan yang tersedia cukup besar dan melibatkan berbagai sektor usaha.

Teguh berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

BACA JUGA : TKGS Terus Cair, Ribuan Guru Madrasah Berterima Kasih kepada Bupati Kudus

“Kalau bisa turun lebih banyak lagi atau bahkan tidak ada angka pengangguran di Kabupaten Grobogan dan semoga bisa terserap melalui Job Fair 2026 ini,” tambah Teguh.

Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Grobogan. Keikutsertaan perusahaan dari berbagai daerah diharapkan memperluas pilihan pekerjaan bagi masyarakat.

Sektor usaha yang terlibat juga sangat beragam. Mulai dari perusahaan manufaktur, perkebunan sawit, garmen, finance, fintech, provider telekomunikasi, akomodasi dan pelayanan, hingga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia.

Selain itu, terdapat pula perusahaan alih daya, sektor transportasi, kuliner, dan perbankan yang siap merekrut tenaga kerja baru selama kegiatan berlangsung.

Keberagaman sektor tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dengan berbagai keahlian dan latar belakang pendidikan.

BACA JUGA : Generasi Muda Mulai Kehilangan Kedekatan dengan Budaya Daerah Sendiri

Disnakertrans Grobogan optimistis penyelenggaraan Job Fair tahun ini mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang masih mencari pekerjaan sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja berkualitas.

Karena itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan mengajak para pencari kerja untuk memanfaatkan momentum Job Fair tersebut dengan menyiapkan berkas lamaran dan mengikuti proses rekrutmen yang tersedia.

“Kami berharap ribuan pencari kerja dapat berbondong-bondong datang ke Job Fair pada tanggal 8-9 Juni 2026 di Gedung Wisuda Budaya,” harap Teguh.

TYA WIDYA