blank
Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo saat menggelar up grading dengan Komite Sekolah SMP di SMPN 1 Mojotengah. Foto : SB/dok Dewan Pendidikan

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Upgrading Komite Sekolah SMP Se-Kabupaten Wonosobo pada Sabtu (30/5/2026) di Aula SMP Negeri 1 Mojotengah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengurus Komite Sekolah SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonosobo sebagai upaya memperkuat peran strategis komite dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan menghadirkan narasumber Prof Dr Sri Haryanto, MPd, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo, yang memberikan penguatan mengenai transformasi peran komite sekolah di era modern.

Sri Haryanto menyampaikan bahwa Komite Sekolah tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelengkap administrasi sekolah, tetapi menjadi mitra strategis yang mampu memberikan pertimbangan, dukungan, pengawasan, serta menjembatani aspirasi masyarakat demi kemajuan pendidikan.

Melalui tema “Menguatkan Kolaborasi, Menumbuhkan Kepedulian, Menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

“Nilai-nilai utama yang perlu dikembangkan meliputi kepedulian, kolaborasi, inovasi, integritas, dan orientasi pada dampak nyata bagi peserta didik,” ujar Prof Sri, yang juga Wakil Rektor I Unsiq Jateng di Wonosobo itu.

Prof bidang Psikologi Pendidikan Islam itu mengajak peserta diajak memahami berbagai isu strategis pendidikan Kabupaten Wonosobo tahun 2026, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kedisiplinan digital, perluasan akses pendidikan, serta integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran.

Tantangan Pendidikan

blank
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo Prof Sri Haryanto, MPd menjadi pemateri dalam up grading dengan Komite Sekolah SMP di SMPN 1 Mojotengah. Foto : SB/dok Dewan Pendidikan

Selain itu, dibahas pula tantangan pendidikan masa kini yang berkaitan dengan era digital, budaya literasi, kesehatan mental peserta didik, dan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai penguatan kapasitas organisasi komite sekolah, termasuk strategi penggalangan sumber daya secara mandiri, transparan, dan akuntabel.

Berbagai pendekatan seperti kemitraan dengan dunia usaha, penguatan jejaring alumni, serta pengembangan kolaborasi berbasis potensi lokal diperkenalkan sebagai alternatif untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tanpa membebani masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan Wonosobo menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah secara sendiri.

“Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat melalui komite sekolah yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kepentingan terbaik peserta didik,” katanya.

Komite Sekolah, lanjut dia, diharapkan menjadi penggerak perubahan yang mampu membangun budaya pendidikan yang inklusif, partisipatif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan upgrading ini, Dewan Pendidikan Wonosobo berharap seluruh komite sekolah semakin memahami peran strategisnya sebagai mitra sekolah dalam mewujudkan generasi Wonosobo yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Semangat kolaborasi yang dibangun kami harapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan visi “Wonosobo Cerdas 2026” melalui pendidikan yang bermutu dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa,” tandasnya.

Muharno Zarka