WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Komunitas senam sehat PORPI Ranting Abiyasa, Kabupaten Wonogiri, Rabu (20/5/26). peduli memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) ini, dilaksanakan bersamaan acara senam bersama di halaman Gedung Olahraga (GOR) Giri Mandala Wonogiri.
Ketua dan Sekretaris PORPI Ranting Abiyasa, H Sugeng Driyanto dan KH Nur Hadi Safei, menyatakan, Baksos ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Dilaksanakan bersamaan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri. Untuk peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285 Tahun 2026, jumlah penerima santunan sebanyak 13 anak, masing-masing menerima Rp 300 ribu.
Penyerahannya masing-masing dilakukan oleh Penasehat PORPI Abiyasa, Bambang Tri Jatmiko SE, MM dan Drs Sukiyono MM, bersama Sugeng Driyanto dan Nur Hadi Safei. Ikut juga membagikan santunan, Bendahara PORPI Abiyasa Suparmi, dan tokoh Abiyasa, Siti Hatmini. Kepada penerima santunan, juga dibagikan bingkisan makanan ringan.
Sebelum penyerahan dilakukan, lebih dulu diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Nur Hadi Safei. Ketua PORPI Ranting Abiyasa, Sugeng Driyanto, berharap, anak-anak penerima santunan bersemangat untuk rajin belajar. ”Agar kalian sukses dalam menyongsong masa depan. Siapa tahu, kelak diantara kalian ada yang jadi Menteri,” ujar Sugeng Driyanto.
PORPI adalah singkatan dari Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia. Organisasi ini, merupakan induk olahraga masyarakat yang fokus pada senam kesehatan. Mereka memiliki semboyan “Sehat Tanpa Obat, Bugar Tanpa Alat.”
Mahabarata
Menurut sejarahnya, PORPI berdiri di Jakarta pada Tanggal 12 Oktober 1980. PORPI berkembang pesat ke seluruh pelosok Tanah Air dibawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Keberadaannya, mendapatkan respons masyarakat secara luas. Utamanya masyarakat yang menjadikan senam sebagai kebutuhan olahraga massal yang murah, mudah dan menyehatkan.
Di Kabupaten Wonogiri, PORPI berkembang di sejumlah lokasi. Untuk Ranting Abiyasa aktif berkegiatan di Halaman GOR Girimandala. Mereka rutin melakukan senam sehat bersama sepekan dua kali, yakni Hari Rabu dan Sabtu. Ranting lain, ada yang berkegiatan di Stadion Pringgondani dan di Joho.
Abiyasa adalah nama dari salah satu tokoh wayang bergelar Begawan, yang merupakan kakek dari keluarga Pandawa dan Kurawa. Abiyasa, putra dari Begawan Palasara, menjadi pertapa terkenal di Gunung Rahtawu. Ibunya, Dewi Durgandini, telah meninggal sejak Abiyasa masih usia bocah.
Setelah dewasa, Abiyasa, menjadi Raja di Astina bergelar Kresnadwipayana. Memiliki 3 putra, terdiri atas Drestarasta, Pandu Dewanata dan Yama Widura. Drestarata menurunkan trah (keluarga besar) Kurawa, Pandu menurunkan trah Pandawa, dan Yama Widura menjadi penasehat Kerajaan Astina.
Dalam Buku Ensiklopedi Wayang Indonesia, Kitab Mahabarata yang aseli, adalah mahakarya Begawan Abiyasa yang dituliskan bersama Batara Ganesa (Dewa berkepala gajah yang dikenal sebagai Dewa Ilmu Pengetahuan dan Seni Sastra). Kitab yang dianggap sebagai Buku Suci ini, terdiri atas 18 parwa dan 7.000 seloka.(Bambang Pur)












