JEPARA (SUARABARU.ID) – SEKARA (Seni Karawitan SMA Negeri 1 Jepara) akan menggelar pentas ketoprak milenial dengan cerita “Mythology of Yuyu Kangkang” yang diambil dari cerita Ande-Ande Lumut. Pentas yang melibatkan 50 siswa SMAN 1 Jepara tersebut digarap sutradara Achmad Pribadi, yang akrab di panggil mbah Pri.
Pementasan yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2026 pukul 19.00 di Aula SMA Negeri 1 Jepara. Pentas didukung penuh oleh kepala sekolah SMA Negeri 1 Jepara, Dra. Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd. Bahkan ia turun langsung beradu peran bersama siswa siswi Smansara dengan memainkan peran menjadi Ibu Dewi Sekartaji yang lebih dikenal dengan nama Kleting Kuning.

“ Ini akan menjadi kejutan bagi seluruh warga Smansara. Beliau ingin memberikan motivasi dan teladan bagi upaya pelestarian budaya lokal di Jepara,” ujarnya Catur Gilang Pamungkas, pembina karawitan SMAN 1 Jepara.
Menurut Puji Rahayu, pagelaran ini mengemban misi pelestarian budaya tradisional di tengah gempuran globalisasi yang menjadikan anak-anak muda semakin meninggalkan budaya dan tradisi lokal. “Namun melalui program ini terbukti siswa siswi Smansara tetap semangat dan aktif dalam berkarya, bergerak secara kolektif untuk menampilkan karya pertunjukan tradisi. Semoga mampu menumbuhkan minat, perhatian dan rasa cinta pada budaya lokal,” jelasnya
Sementara menurut Salma Solikhati, pimpinan pagelaran ini, teman-teman sangat enjoy dengan prosesnya. “Kami melaksanakan persiapan mulai dari pembuatan naskah, bedah naskah, seleksi pemain hingga proses latihan memakan waktu kurang lebih 5 bulan,” tuturnya.
Sedangkan Jelita Nur Aisyah, penulis naskah yang juga adalah siswa Smansara kelas XI menambahkan, kami melakukan bimbingan naskah dengan pembina kami mulai akhir Desember. dan alhamdulillah kami selesaikan pada pertengahan Januari
Menurut Catur Gilang Pamungkas pembina ekstrakurikuler SEKARA, kegiatan ini adalah satu langkah kecil yang dilakukan untuk Jepara. “Kami komitmen dengan program kami untuk tetap melestarikan budaya khususnya budaya tradisi daerah, karena Jepara adalah kota yang memiliki peraturan bupati terkait kesenian tradisional lewat Perbub no.57 tahun 2021. Dalam program kami di Sekara setidaknya punya komitmen akan menelurkan minimal 1 karya tiap tahunnya,” ujarnya.
Sementara untuk mendukung proses produksi dan pegelaran, pengunjung pagelaran disiapkan tiket dengan harga yang terjangkau. “ Ini juga pembelajaran, bagaimana cara kita menghidupkan seni tradisi,” pungkasnya
Hadepe













