JEPARA (SUARABARU.ID) – Bupati Jepara Witiarso Utomo meresmikan Rumah Produksi Gula Aren di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Selasa (12/5), sebagai langkah nyata dalam mendukung pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Momentum peresmian Rumah Produksi Gula Aren ini juga selaras dengan semangat Hari Bumi, yang mengajak seluruh pihak untuk semakin peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Pengembangan potensi lokal berbasis aren dinilai memiliki nilai penting, karena tidak hanya memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga sejalan dengan upaya menjaga kelestarian alam melalui penanaman dan konservasi kawasan penyangga sumber air.

Dalam pengembangan Desa Tanjung, PLN UIK Tanjung Jati B melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) turut memberikan dukungan melalui program Konservasi DAS Desa Tanjung. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan 700 pohon aren, 200 pohon alpukat, 200 pohon kluwak, dan 200 pohon jambu sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Bantuan tanaman tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan menjaga keberlanjutan sumber mata air, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat yang saling terhubung dengan pengembangan komoditas unggulan desa, termasuk gula aren. Dengan demikian, pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara beriringan.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa dukungan terhadap Desa Tanjung merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“PLN UIK Tanjung Jati B mendukung upaya pemberdayaan masyarakat Desa Tanjung melalui penguatan potensi lokal yang berpijak pada keberlanjutan. Bantuan konservasi DAS berupa pohon aren, alpukat, kluwak, dan jambu diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air, tetapi juga memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan Rumah Produksi Gula Aren dan konservasi lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Potensi desa akan tumbuh lebih kuat apabila didukung oleh ekosistem alam yang tetap terjaga, terutama pada kawasan yang memiliki keterkaitan dengan daerah resapan air dan sumber mata air.
Peresmian Rumah Produksi Gula Aren ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan desa yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, Desa Tanjung diharapkan mampu berkembang sebagai desa yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari produk lokal, tetapi juga kuat dalam aspek pelestarian lingkungan.
PLN UIK Tanjung Jati B akan terus mendukung program-program yang mampu mengoptimalkan potensi desa serta menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Hadepe – Septiana Wibowo













