WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Ketua Tim Asistensi (TA) Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Idham Cholid, memberikan klarifikasi tegas terkait ramainya pemberitaan yang menyebut Bupati Afif Nurhidayat terjebak atau terkena prank saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD II Partai Golkar Wonosobo pada Minggu (10/5/2026).
Idham menegaskan bahwa kehadiran Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam acara tersebut murni didasarkan pada etika jabatan dan penghormatan terhadap undangan resmi, bukan karena ketidaktahuan.
Dia menjelaskan bahwa posisi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat harus dilihat dari kacamata sebagai Kepala Daerah yang memiliki kewajiban mengayom seluruh elemen masyarakat dan kekuatan politik di Wonosobo.
“Bupati itu posisinya sebagai kepala daerah yang harus mengayomi semuanya, termasuk menempatkan seluruh kekuatan politik di Wonosobo secara proporsional,” katanya.
Apalagi, lanjut dia, Golkar adalah partai besar yang pada periode sebelumnya juga merupakan pendukungnya. Maka kehadiran Bupati Wonosobo pada acara penting di Partai Golkar merupakan suatu hal yang wajar.
Tidak Ada Pemberitahuan

Menanggapi tudingan bahwa kegiatan Musda Partai Golkar tersebut ilegal sehingga Bupati dianggap terjebak, Idham mengungkapkan fakta bahwa hingga saat acara berlangsung, pihak Pemkab Wonosobo tidak menerima surat resmi dari manapun yang menyatakan kegiatan itu tidak sah.
“Sejauh yang kita tahu, tidak ada satu pun surat pemberitahuan kepada Bupati yang menyatakan bahwa kegiatan Musda kemarin itu ilegal,” ujarnya.
Dikatakan, baik dari DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah maupun DPP Partai Golkar di Jakarta tidak ada yang bersurat untuk melarang atau menyatakan bahwa Musda ke-XI DPD II Partai Golkar Wonosobo tidak resmi.
Menurut Idham, selama tidak ada dasar hukum atau surat resmi yang melarang, adalah sebuah kewajaran dan bentuk penghormatan bagi seorang Bupati untuk hadir memenuhi undangan partai politik yang ada di wilayahnya.
Karena tidak ada surat pelarangan dan Bupati sedang ada di Wonosobo, katanya, maka saat diundang itu merupakan kehormatan bagi Bupati Afif untuk hadir dan membuka acara tersebut.
“Justru kalau ada undangannya dan beliau tidak hadir tanpa alasan yang jelas, itu malah akan menjadi tanda tanya besar. Kenapa seorang Bupati, tidak menghadiri acara partai?,” pungkasnya.
Muharno Zarka













