blank
Kepala Kanwi Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo. Foto: Dok/Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kanwil Kemenkum Jawa Tengah mendukung peningkatan jumlah permohonan dan kualitas paten dalam negeri melalui Layanan Workshop Substantif Paten di Daerah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Kepala Kanwi Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo menyampaikan apresiasi kepada Polines atas komitmennya dalam mendukung pengembangan paten dan inovasi di lingkungan akademik.

“Kolaborasi antara Kementerian Hukum dengan dunia akademisi dan perguruan tinggi sangat penting agar hasil invensi tidak hanya berhenti sebagai penelitian di kampus, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Heni.

Ia menambahkan, Kanwil Kemenkum Jawa Tengah terus mendorong seluruh perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk aktif mendaftarkan hasil invensinya sebagai paten. Menurutnya, penguatan layanan kekayaan intelektual menjadi salah satu prioritas dalam mendukung kemajuan inovasi dan industri nasional.

“Kami berharap setelah kegiatan ini tidak hanya Polines, tetapi juga kampus-kampus lain di Jawa Tengah semakin aktif menghasilkan dan mendaftarkan paten sehingga tidak lagi mengalami kendala dalam proses pelindungannya,” tambahnya.

Sementara itu, Pemeriksa Paten Utama, Zulhemi Yunus mewakili Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, menjelaskan bahwa paten memberikan hak eksklusif kepada inventor dalam jangka waktu tertentu sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap hasil invensi.

Menurutnya, peningkatan jumlah dan kualitas paten anak bangsa menjadi penting untuk mendukung lahirnya produk bernilai ekonomi tinggi. Ia juga mengapresiasi langkah Polines yang dinilai telah mengimplementasikan penguatan ekosistem paten melalui berbagai inovasi dan penelitian terapan.

“Paten bukan hanya bentuk pelindungan hukum, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi nasional. Kami berharap Polines dapat menjadi pusat unggulan berbasis paten dan role model bagi perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya.

Direktur Polines, Dr. Garup Lambang Goro, menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong hasil penelitian untuk dapat dihilirisasi menjadi kekayaan intelektual yang berdampak bagi masyarakat.