SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), menggelar kampanye edukasi seksual bertajuk ‘Tubuhku Milikku: Belajar Kenal, Jaga, dan Lindungi Diri’. Kampanye ini dilakukan di SD Kanisius, Tlogosari Kulon, Semarang, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini diikuti 71 siswa kelas 5 SD, dengan tujuan memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya mengenali tubuh, menjaga privasi diri, serta berani melindungi diri dari situasi yang tidak aman.
Wakil Kepala SD Kanisius, Sugeng menyampaikan, pentingnya edukasi sejak dini bagi anak-anak, mengenai masa pertumbuhan dan menjaga diri. Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para siswa, dalam memahami pentingnya menjaga diri sejak dini.
BACA JUGA: 98 Mahasiswa FTP USM Perkuat Literasi Pangan
”Anak-anak perlu mengenal masa remaja, sebelum mereka melaluinya. Kami berharap, para siswa memahami hal ini,” kata Sugeng.
Kampanye edukatif ini dikemas secara interaktif dan ramah anak, melalui pemaparan materi, permainan, diskusi ringan, serta sesi tanya jawab, agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
”Melalui kampanye ini, kami ingin mengajarkan kepada anak-anak, mereka berhak menjaga tubuh dan batasan dirinya sendiri. Edukasi ini penting diberikan sejak dini, agar mereka lebih berani berkata Tidak, terhadap tindakan yang membuat mereka tidak nyaman,” ujar Seliy, selaku panitia kegiatan.
BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye ‘Laki-laki Peduli, Perempuan Berdaya, Masyarakat Setara’

Salah satu pemateri, Agmy menyebutkan, tubuh yang sudah diberikan Tuhan harus dikenali, disayangi, dan dilindungi. Anak-anak juga perlu memahami, mereka memiliki hak untuk mengatakan ‘Ya’ maupun ‘Tidak’, terhadap sesuatu yang membuat mereka nyaman atau tidak nyaman.
”Siswa juga diberikan pemahaman mengenai privasi diri dan pentingnya menjaga batasan, termasuk kepada orang-orang terdekat. Peserta diajak memahami, mereka memiliki hak penuh atas tubuhnya sendiri, dan dapat menentukan apa yang boleh maupun tidak boleh dilakukan orang lain terhadap dirinya,” jelasnya.
Kegiatan ini turut membahas edukasi sederhana, mengenai perubahan tubuh saat masa pertumbuhan, baik pada laki-laki maupun perempuan. Hal ini agar para siswa lebih memahami perkembangan dirinya secara sehat dan positif.
BACA JUGA: Himalika FTIK USM Sosialisasi ke Siswa SMA dan SMK di Kota Semarang
Mereka juga diingatkan, pentingnya menjaga privasi. Seperti tidak membagikan foto pribadi secara sembarangan, menolak sentuhan yang tidak aman, serta lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.
Salah satu siswa kelas 5 bernama Kenzy, mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru dari kegiatan itu. ”Saya juga belajar, bagian mana yang tidak boleh disentuh orang lain. Sebenarnya tubuh kita tuh berharga, makanya kita harus jaga,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, para siswa juga menyampaikan kesan dan pesan mereka. Sebagian besar peserta merasa senang, karena materi disampaikan dengan cara yang seru, mudah dipahami, dan membuat mereka lebih berani menjaga diri, serta berbicara ketika merasa tidak aman.
Riyan













