JEPARA (SUARABARU.ID) – Ibarat memesan tiket menuju mesin waktu, membuka lipatan tenda di pesisir Pulau Panjang adalah cara instan bagi masyarakat urban untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk rutinitas.
Di pulau ini, deru mesin kendaraan berganti dengan simfoni ombak, dan gedung tinggi bertukar rupa menjadi tiang-tiang penyangga kain parasut yang menjadi rumah sementara bagi para pencari ketenangan.

Fenomena ini ditangkap apik oleh Ganung (35), pria yang sejak 2017 setia membentangkan “rumah-rumah kecil” melalui usaha penyewaan tenda Nak Camping. Bukan sekadar menyediakan tempat berteduh, Ganung melihat bisnisnya kini menjadi muara bagi mereka yang terpapar tren media sosial.
“Kebanyakan memang anak SMA sampai keluarga muda. Bisa dibilang mereka ini ‘korban TikTok’ yang akhirnya penasaran ingin merasakan sendiri sensasi bermalam di sini,” ungkap Mas Ganung sembari tersenyum saat berbincang dengan tim mahasiswa.
Meski terlihat sederhana, mengelola bisnis di atas pasir putih tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ganung harus berhadapan dengan alam yang tak bisa diajak kompromi.
Jika musim “Baratan” tiba, ombak laut bisa seketika menutup “pintu” menuju bisnisnya. Belum lagi urusan teknis seperti menyediakan lampu bertenaga aki karena nihilnya aliran listrik di pulau, hingga menghadapi kecerobohan penyewa yang terkadang membuat peralatan rusak akibat api pemanggang barbekyu.
Namun, tantangan itu terbayar dengan antusiasme pengunjung yang membludak setiap akhir minggu. Dengan tarif mulai dari Rp100.000 per malam, pengunjung sudah bisa mendapatkan satu unit tenda tanpa harus dipusingkan dengan biaya lahan tambahan.
“Untuk lahan itu bebas karena milik publik. Kami hanya menarik biaya sewa alat. Retribusi resmi sesuai aturan daerah hanya tiket masuk Rp8.000 saja. Kami tidak ingin ada pungli di sini,” tegasnya.
Bagi Mas Ganung, setiap tenda yang ia dirikan adalah saksi bisu perjalanan orang-orang dari luar kota yang ingin mencicipi potongan surga kecil di Jepara. Meski risiko alat rusak hingga tantangan cuaca selalu membayangi, ia tetap setia melayani para pengabdi konten dan pencari kedamaian yang datang silih berganti.
Bagi Anda yang ingin ikut “tersesat” dalam keindahan malam Pulau Panjang, layanan Nak Camping sudah bisa diintip melalui akun TikTok dan Instagram mereka. Namun ingat, pastikan Anda datang saat cuaca bersahabat, karena di laut, alamlah sang pemegang kendali utama.
Septiana W – Danang Maulana













