KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Keren, berkat pengelolaan wisata alam Rahayu River Tubing, mampu mendongkrak pendapatan asli desa (PADes) Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kebumen.
Bahkan Desa Rahayu yang semua agak pelosok, kini makin moncer dengan destinasi wisata alam susur sungai yang menantang. Potensi wisata itu mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Kebumen.
Rahayu River Tubing berada bawah Waduk Wadaslintang. Pihak desa menangkap potensi daj peluang wisata alam yang kini diminati banyak warga sehingga perlahan bisa mengubah wajah desa menjadi mandiri dan produktif.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin bulanan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Kebumen yang dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, Kamis (30/4) 2026.
Pertemuan bertempat di lokasi wisata Rahayu River Tubing, diikuti sekitar 56 perwakilan Pokdarwis se Kaupaten Kebumen.

Kepala Desa Rahayu Paiman mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan desa yang kini mampu mandiri.
Menurutnya, keberadaan river tubing telah menyerap sekitar 60 hingga 70 tenaga kerja lokal, termasuk para pelajar SMK yang turut membantu operasional saat waktu luang.
“Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp 400 juta, dan kami optimistis bisa menyentuh angka Rp 500 juta seiring meningkatnya fasilitas,”terang Paiman.
Namun Paiman juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Sendangdalem menuju Rahayu yang masih membutuhkan pengaspalan untuk mempermudah akses wisatawan.h
Senada dengan hal tersebut Ketua FK Pokdarwis Kebumen Taufiq Hidayat, memberikan apresiasi atas rencana pembangunan infrastruktur pariwisata yang masuk dalam prioritas RPJMD 2027.
Taufiq berharap janji pemerintah untuk “membangun dari pinggiran” dapat segera terealisasi melalui perbaikan akses jalan di wilayah perbatasan seperti Padureso.
“Jika tidak ada river tubing, mungkin masyarakat luas belum mengenal Desa Rahayu dan Sendangdalem. Kami sangat mendukung program pemerintah untuk terus memajukan pariwisata daerah,”kata Taufiq.
Bupati Lilis Nuryani memberikan apresiasi tinggi kepada para pengelola wisata. Mengingat Kabupaten Kebumen baru saja menyabet predikat sebagai daerah dengan kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah pada libur Lebaran lalu.
Bupati berpesan agar prestasi ini tidak membuat para pelaku wisata cepat puas.”Saya doakan PADes Rahayu bisa mencapai Rp 1 miliar. Namun, perhatikan detail fasilitas, terutama kebersihan toilet. Itu kunci kenyamanan pengunjung,”ujar Lilis.
Bupati pun menyarankan pembangunan restoran di pinggir sungai sebagai potensi pendapatan tambahan. Apalagi penunjung dan wisatawan tentu juga butuh kuliner sebagai pelengkap wisata.
Bupati menegaskan, sektor pariwisata adalah tulang punggung ekonomi yang memberikan efek domino bagi UMKM, transportasi, hingga penginapan.
Pemerintah Kabupaten Kebumen, lanjut Lilis, berkomitmen untuk terus mendukung melalui perbaikan infrastruktur, penataan kawasan, dan promosi digital yang lebih masif.
“Mari kita rawat setiap potensi yang ada. Jika pengunjung puas, mereka akan kembali dan menjadi promotor gratis bagi keindahan Kebumen,”tandas Bupati
Komper Wardopo













