blank
Lapas Semarang gencarkan razia blok hunian narapidana pada Selasa (28/4/2026) malam. Foto: Dok/Lapas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus memperkuat komitmennya dalam mencegah peredaran narkoba melalui berbagai langkah strategis yang dilakukan secara konsisten dan terukur.

Upaya ini menjadi bagian dari implementasi program Lapas Bersih dari Narkoba (Bersinar), guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan barang terlarang.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah melakukan razia atau  penggeledahan kamar hunian warga binaan (narapidana) secara rutin dengan sistem acak (random sampling). Kegiatan ini dilaksanakan minimal tiga kali dalam seminggu (18 kali dalam satu bulan) .

Kepala Lapas Kelas 1 Semarang, Ahmad Tohari menyebut, penggeledahan atau razia dilakukan di seluruh blok hunian, baik blok pidana umum, narkotika, maupun tindak pidana korupsi, tanpa pengecualian.

“Dalam razia melibatkan aparat penegak hukum (APH) seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kita juga lakukan tes urine secara acak kepada warga binaan maupun petugas, termasuk bagi warga binaan yang akan mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB), sebagai bentuk pengawasan ketat sebelum mereka kembali ke masyarakat,” jelas Kalapas, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, dalam razia petugas harus tetap mengedepankan sikap humanis, menghormati hak-hak warga binaan, tidak bertindak sewenang-wenang. Pendekatan humanis yang diimbangi dengan ketelitian menjadi kunci dalam memastikan penggeledahan berjalan efektif tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui keterlibatan seluruh unsur di dalam Lapas, mulai dari staf, regu pengamanan, hingga pejabat struktural. Penguatan dan sosialisasi terkait bahaya narkoba serta pentingnya menjaga integritas dilakukan secara rutin satu hingga dua kali setiap bulan.

Disampaikan, pengawasan terhadap layanan kunjungan juga diperketat. Pemeriksaan terhadap barang bawaan maupun badan pengunjung dilakukan secara teliti dengan tetap mengedepankan prinsip humanis, guna menutup celah masuknya barang terlarang ke dalam Lapas.

Menurut Tohari, berbagai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga lingkungan Lapas tetap bersih dari narkoba.

“Kami terus memperkuat pengawasan melalui razia rutin, tes urine, serta sinergi dengan aparat penegak hukum. Semua ini dilakukan untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan terkendal,” ujarnya.

Tohari berharap upaya yang telah dilakukan mampu memberikan hasil positif dan berkelanjutan. “Diharapkan komitmen ini terus terjaga dan semakin diperkuat, sehingga Lapas Kelas I Semarang menjadi lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bersih, aman, dan mendukung proses pembinaan yang optimal bagi warga binaan,” tandasnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, Lapas Kelas I Semarang menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas, profesional, dan bebas dari peredaran narkoba.

Ning S