GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) kembali digulirkan Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan penekanan pada penguatan data akurat.
Sekda Grobogan Anang Armunanto menegaskan, Program Desa Cinta Statistik menjadi fondasi penting dalam membangun Desa Cantik yang mampu merespons kebutuhan masyarakat secara tepat.
Program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik di Kabupaten Grobogan terus diperluas jangkauannya. Hal itu diungkapkan Anang Armunanto di Kantor Kecamatan Godong, Selasa (28/4/2026).
BACA JUGA : Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, 2 KA dari Daop 4 Semarang ke Jakarta Dibatalkan
Sekda Grobogan Anang Armunanto menyebut, Desa Cantik bukan sekadar program pendataan, melainkan langkah strategis membangun desa berbasis data yang terukur dan berkelanjutan.
Pembangunan desa yang tepat sasaran membutuhkan pijakan kuat yang salah satunya dimulai dari data akurat.
Dengan data yang baik, pemerintah desa mampu memetakan kebutuhan warga secara lebih rinci.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap situasi di lapangan.
Dengan kebijakan tersebut, maka pemerintah dapat menyusun program pembangunan dengan arah yang jelas dan terukur.
Pada tahun ini, Kecamatan Godong ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan program. Tiga desa utama yang menjadi sasaran yakni Guyangan, Tinanding, dan Rajek.
Selain itu, program juga menjangkau 24 desa tambahan di wilayah Kecamatan Godong. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas implementasi Desa Cantik.
Desa Jatilor yang menjadi lokus pada 2024 tetap dilibatkan. Keikutsertaan desa tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan program.
BACA JUGA : BJL Grup Memekarkan Diri, Rambah Dunia Pariwisata dengan BJL Travel dari Kota Semarang
Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif pembinaan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi perangkat desa dalam mengelola data statistik.
Melalui pendampingan teknis, desa didorong mampu memahami dan memanfaatkan data secara optimal. BPS juga membentuk agen statistik di tingkat desa sebagai penggerak utama.
Agen statistik tersebut diharapkan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan data lokal. Mereka berperan memastikan data yang dihasilkan berkualitas dan dapat digunakan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas statistik desa.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas tahun 2045.
Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa desa selama ini lebih sering menjadi objek pendataan. Sementara itu, kemampuan pengelolaan data masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, Program Desa Cantik mendorong desa menjadi subjek pembangunan. Desa tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memanfaatkannya.
Ia menambahkan, data memiliki peran penting dalam setiap tahapan pembangunan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
“Melalui Program Desa Cantik, desa didorong tidak hanya menghasilkan data yang lebih berkualitas, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai dasar perencanaan pembangunan,” ujarnya.
BACA JUGA : Sertijab 6 Kapolsek dan Kabaglog, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Tekankan Profesionalisme
Ia menilai penguatan kapasitas statistik akan membuat pembangunan lebih tepat sasaran. Program yang dijalankan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Tim Pembina dari BPS Kabupaten Grobogan dan dukungan BKAD Kecamatan Godong.
Selain itu, agen statistik dari masing-masing desa ikut berperan aktif. Mereka menjadi motor penggerak pengelolaan data di tingkat lokal.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem data desa yang terintegrasi. Dengan begitu, informasi yang dihasilkan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan statistik desa tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola desa yang lebih baik.
Ketika desa mampu membaca dan mengelola datanya sendiri, arah pembangunan menjadi lebih jelas. Program yang dijalankan pun semakin dekat dengan kebutuhan warga.
Pemerintah berharap desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan. Desa harus mampu menjadi subjek yang menentukan arah kemajuan.
BACA JUGA : Prabowo Kepincut Pengelolaan Sampah Banyumas, Jateng Kebut Wujudkan Zero Sampah 2028
Dari desa yang berdaya secara data, diharapkan lahir pembangunan yang lebih presisi. Manfaatnya pun dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Program Desa Cinta Statistik menjadi langkah konkret menuju Desa Cantik yang mandiri. Sekda Grobogan Anang Armunanto optimistis program ini akan memperkuat fondasi pembangunan desa.
Ke depan, Desa Cantik diharapkan menjadi model pembangunan berbasis data. Program Desa Cinta Statistik pun akan terus dikembangkan demi menciptakan desa yang lebih maju dan responsif.
TYA WIDYA













