blank
Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, kiri atas loko KA Argobromo yang rusak parah, suasana kejadin tadi malam (kanan atas), Presiden Prabowo didampingi Dirut PT KAI Bobby Rasyidin memberikan keterangan pada wartawan di RSU Bekasi (kanan bawah), dan taksi mobil listri yang mogok di perlintasan (kiri bawah). Foto: Tangkapan layar youtube.

BEKASI (SUARABARU.ID) – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban kecelakaan kereta api, yang dirawat di RSUD Bekasi, Selasa pagi 28 April 2026. Prabowo tiba sekitar pukul 08.40 WIB dan keluar dari RS sekitar pukul 09.05 WIB. Berbicara kepada wartawan yang menunggu di depan RSUD Kota Bekasi, Prabowo menyampaikan keprihatinannya.

Kecelakaan di Stasiun Timur Bekasi Senin malam sekitar pukul 20.50 tersebut melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo yang menabrak KRL Commuter Line. Tujuh orang meninggal dan 54 orang mengalami luka-luka.

Presiden Prabowo menyatakan prihatin dan kaget atas kecelakaan yang telah terjadi. “Saya ucapkan bela sungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah,” katanya.

Prabowo menyatakan, pemerintah akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.

Presiden juga menyatakan, akan segera dibangun fly over. “Saya setuju dibangun fly over langsung dengan bantuan Presiden,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyebut ada sekitar 1.800-an perlintasan serupa di Jawa. Ini juga akan ditangani, baik dengan Pembangunan fly over atau dibangun pos penjagaan.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan ini bermula dengan adanya taksi mobil listrik yang mogok di perlintasan sebidang. Beberapa orang bersama pengemudi berusaha mendorong mobil tersebut, namun roda terkunci. Hingga akhirnya mobil listrik tersebut ditabrak KRL.

KRL yang naas ini berhenti akibat kecelakaan tersebut. Sementara itu dari arah belakang melaju dengan cepat KA Argo Bromo yang langsung menabrak gerbong bagian belakang yang merupakan gerbong khusus untuk penumpang perempuan.

Loko KA Argo Bromo jurusan Gambir – Surabaya Pasar Turi ini melesak menembus gerbong belakang KLR yang yang merupakan gerbong khusus perempuan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengungkapkan, jumlah korban meninggal akibat peristiwa nahas tersebut sebanyak tujuh orang. Sementara itu, penumpang yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan berjumlah 81 orang. Selain itu, masih terdapat tiga penumpang yang hingga saat ini masih terperangkap di dalam rangkaian kereta.

Bobby pun mengatakan, kini sedang dipersiapkan proses evakuasi lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek, dengan tetap berkoordinasi secara intensif bersama Basarnas.

“Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian dan keselamatan, khususnya bagi korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta,” kata Bobby.

Dalam laporang sam[pai pukul 07.00 pagi tadi tercatat, tujuh orang penumpang KRL meninggal dunia, dan 81 orang penumpang KRL lainnya luka-luka. Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang langsung dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Bobby menjelaskan, para korban dirujuk ke sembilan rumah sakit di sekitar lokasi kejadian yakni di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

wied