GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Puluhan santri Pondok Pesantren Asnawiyah mengalami dugaan keracunan dan kini mendapat penanganan dari fasilitas kesehatan bersama Dinas Kesehatan Grobogan.
Peristiwa dugaan keracunan itu membuat puluhan santri Pondok Pesantren Asnawiyah harus dirujuk ke fasilitas kesehatan, sementara Dinas Kesehatan Grobogan langsung bergerak cepat.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, menyampaikan penanganan santri Ponpes Asnawiyah dilakukan di dua rumah sakit wilayah Kecamatan Gubug sejak Minggu (19/4/2026).
BACA JUGA : Pelatihan Peer Counselor UKM Pilus USM Angkat Isu Relasi Sehat di Kalangan Mahasiswa
Penanganan santri Ponpes Asnawiyah yang mengalami dugaan keracunan yakni pada perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gubug dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo.
Dinas Kesehatan Grobogan mencatat total puluhan pasien yang mengalami gejala serupa langsung mendapatkan penanganan intensif oleh tim medis setempat.
Menurut data sementara, RSUD Ki Ageng Getas Pendowo menerima puluhan pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan akibat kondisi kesehatan yang menurun.
“Ada 35 pasien yang sedang menjalani rawat inap di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo. Dari jumlah tersebut, 34 diantaranya adalah santri, satu seorang ibu,” jelas dr Djatmiko.
Selain itu, RS PKU Muhammadiyah Gubug juga menerima puluhan santri dengan kondisi serupa yang langsung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.
Sebagian besar pasien di RS PKU Muhammadiyah Gubug sudah menunjukkan perbaikan sehingga diperbolehkan menjalani rawat jalan oleh tenaga medis.
Namun, masih terdapat sejumlah pasien yang harus dirawat intensif di ruang inap untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil.
BACA JUGA : Pelatihan Peer Counselor UKM Pilus USM Angkat Isu Relasi Sehat di Kalangan Mahasiswa
“Rata-rata pasien mengalami kondisi yang sama, mual, muntah, dan diare,” ungkap dr Djatmiko.
Gejala tersebut muncul hampir bersamaan sehingga memunculkan dugaan kuat adanya faktor konsumsi
makanan yang menjadi pemicu utama kejadian ini.
Dinas Kesehatan Grobogan langsung melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan semua pasien mendapatkan penanganan optimal.
“Kami pastikan, para santri ini mendapatkan penanganan yang intesif sampai mereka pulih kembali,” jelas dr Djatmiko.
Peristiwa ini bermula saat para santri mengeluhkan gejala mual, muntah, serta diare secara hampir bersamaan pada hari Minggu pagi.
BACA JUGA : Pemain Pelapis JPE Sukses Persembahkan Gelar Juara Putaran Dua Final Four 2026
Keluhan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pengelola pondok dengan membawa para santri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Para santri yang terdampak diketahui berasal dari berbagai daerah dan sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Asnawiyah.
Lokasi pondok yang berada di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Grobogan dan Demak.
Dugaan sementara mengarah pada konsumsi makanan yang dibagikan sehari sebelumnya dalam program Makan Bergizi Gratis.
BACA JUGA : Resik-Resik Bareng Kota Magelang, Sasar Pasar, Shelter PKL hingga Parkir RSUD Tidar
Menu makanan tersebut dikonsumsi oleh para santri pada Sabtu, sebelum akhirnya muncul keluhan kesehatan pada hari berikutnya.
Puluhan santri Pondok Pesantren Asnawiyah yang mengalami dugaan keracunan terus dipantau melalui fasilitas kesehatan oleh Dinas Kesehatan Grobogan.
Dinas Kesehatan Grobogan memastikan penanganan santri Ponpes Asnawiyah berjalan optimal hingga seluruh pasien pulih dari dugaan keracunan.
TYA WIDYA













