GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
Peristiwa ini mencuat setelah video evakuasi para santri beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut menarasikan ratusan santri mengalami dugaan keracunan.
Salah satu video tersebut diunggah oleh warganet melalui grup Facebook Komunitas I Love Gubug, pada Minggu (19/4/2026).
BACA JUGA : Hebat! Sebanyak 177 Pramuka Purwodadi Lolos Seleksi Ketat, Sabet Predikat Pramuka Garuda
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah santri dari Pondok Pesantren Asnawiyah dievakuasi menggunakan ambulans.
Tidak hanya ambulans saja, beberapa santri tampak lemas hingga harus dipapah menuju ke mobil biasa untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Peristiwa ini menimpa ratuan para santri yang diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA : Gubernur Luthfi Butuh Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembangunan Jateng
Dari informasi yang diterima, paket MBG tersebut dibagikan kepada para santri pada Sabtu (18/4/2026).
Pada malam harinya, sejumlah santri mengalami kondisi tubuh yang tidak normal, hingga Minggu (19/4/2026) pagi.
Pihak Pondok Pesantren Asnawiyah segera mengambil tindakan cepat dengan membawa para santri ke rumah sakit terdekat.
BACA JUGA : Pegiat Durian Jepara Bawa Balik Durian Petruk ke Kota Ukir
Beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Grobogan yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Desa Pilangwetan ini ikut menangani para santri.
Salah satu rumah sakit yang menerima para santri ini adalah RSUD Ki Ageng Getas Pendawo Gubug yang ikut wilayah Kabupaten Grobogan.
Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendawo, dr Agus Budi Sarjono, memberikan penjelasan terkait kondisi pasien.
“Ada 35 yang masuk, karena masih terus berdatangan dan kapasitas RSUD Ki Ageng Getas Pendawo sudah penuh, kita arahkan ke RS PKU Muhammadiyah Gubug dan RSUD Sultan Fatah Karangawen,” jelas dr Agus Budi Sarjono, Senin (20/4/2026).
Menurut dr Agus Budi Sarjono, RSUD Ki Ageng Getas Pendawo langsung melakukan penanganan intensif terhadap para pasien.
Sebagian santri harus mendapatkan perawatan medis untuk mengatasi gejala yang muncul. Menurut dr Agus, mayoritas pasien mengalami gejala yang hampir seragam.
BACA JUGA : Wali Kota Semarang Kejar Perwal BOP RT Rp25 Juta, Target Tiga Minggu
“Keluhan yang dirasakan hampir semuanya sama, ada yang mual, muntah dan ada yang mengalami diare,” tambah dr Agus Budi Sarjono.
Dalam penanganan tersebut, tim medis terus memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan. Pihaknya belum mematikan lebih detail terkait penyebab pasti para santri ini mengalami kondisi yang sama.
“Terkait penyebabnya, nunggu hasil pasti. Sampel makanan dan sisa muntahan dari pasien sudah dikirim ke laboratorium,” kata dr Agus Budi Sarjono.
TYA WIDYA













