blank
Kepala Kanwil Kemenkum Jateng, Heni Susila Wardoyo teken perjanjian kerja sama dengan 4 perguruan tinggi. Foto: Dok/Humas

SALATIGA (SUARABARU.ID) – Kanwil Kemenkum Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang berlangsung di Auditorium Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Kamis (16/4/2026).

Empat perguruan tinggi tersebut yakni Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Universitas Ngudi Waluyo (UNW), serta Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, bersama Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Ilyya Muhsin, Rektor UNW Subyantoro, Rektor Undaris Ida Zahara Adibah, serta Rektor UKSW yang diwakili oleh Dekan Fakultas Hukum Christina Maya Indah

Dalam sambutannya sekaligus Keynote Speech Seminar Nasional dengan tema “Itegritas Akademik dan Kepastian Hukum Mengawal Hilirisasi Riset di Tengah Transformasi Hukum Pidana Indonesia”, Heni menegaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya dalam mendorong peningkatan kesadaran dan pemanfaatan kekayaan intelektual, pemahaman administrasi hukum umum, serta sosialisasi KUHP dan KUHAP baru kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan kerja sama ini harus diimplementasikan secara nyata dan tidak berhenti pada seremoni semata.

“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dan terus dimonitor agar memberikan manfaat yang optimal,” tegasnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Ilyya Muhsin menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Kanwil Kemenkum Jawa Tengah.

Ia menekankan, Fakultas Syari’ah UIN Salatiga telah menjalin berbagai bentuk kerja sama dengan sejumlah pihak, sehingga penandatanganan ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata melalui berbagai program bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” sebutnya.